
V tidak memiliki pilihan lain selain keluar dari persembunyiannya, sambil mengangkat kedua tanganya di udara V mendekati Bos itu dan juga Zoe
"aku sudah di sini apa mau mu?" ucap V berlumuran darah, entah darahnya sendiri atau darah dari musuh yang sudah ia habisi
"tentu saja membunuh mu! " triak Bos itu lalu menghujani V dengan tembakan
Dor.. Dor... Dor....
berubtung V yang sudah sangat terlatih dengan situasi seperti ini bisa menghindar dengan mudah, V melompat ke sana ke mari memamerkan imlu parkurnya hingga ia bisa bersembunyi lagi
semua tembakannya meleset membuat sang Bos sangat geram, apalagi kini hanya tersisa satu peluru di pistolnya ditambah sekarang V menghilang dari pandangannya
Zoe yang melihat V di hujani dengan tembakan seperti itu, hanya bisa menangis tanpa suara karena mulutnya masih tertutup lakban. dia hanya bisa berdoa bahwa semua akan segera berakhir tanpa ada yang cedera
Dor
suara pringatan ke kembali dibunyikan oleh sang Bos untuk memaksa V keluar dari persembunyian
"Keluar kau!! atau akan ku bunuh dia" ancamnya
dipikir V bodoh? V tahu jika tembakan yang terakhir tadi adalah peluru terakhir. lalu kenapa sang Bos malah membuangnya sia-sia? itulah yang masih di dalam fikiran V saat ini, dia harus memfikirkan rencana mantang untuk membebaskan istrinya jangan sampai ia terjebak di dalam prangkap sang Bos
tanpa sepengetahuan sang Bos, V perlahan lahan mendekati Sang Bos dan Zoe dan kini V sudah berada di belakang mereka. dengan ilmu bela diri yang dikuasai V berhasil merebut pistol itu dan menjahkan Bos itu dari Zoe
V berhasil melumpuhkan penjahat itu, dengan gerakan memelintir V merebut pistol itu dan mendorong Sang Bos kedepan hingga dia terjerungap di atas lantai yang kotor.
Zoe sudah aman. Zoe sudah berada di pelukan V. V melepas semua ikatan tangan dan lakban di mulut Zoe, mereka berdua saling memeluk satu sama lain meluapkan kegelisahan, kekhawatiran dan rasa-rasa yang lain yang tidak bisa di jabarkan dengan kata-kata
"Kau baik-baik saja?" tanya V mengeceki setiap inci tubuh Zoe
"aku baik-baik saja, dia juga baik baik saja di dalam" Zoe mengelus perutnya
V ikut melihat arah pandang Zoe yang menuju perutnya, V tersenyum tenang anak dan istrinya baik baik saja "dia anak yang hebat" itu satu kalimat yang terucap dari bibir V, meski dalam keadaan yang mengancan nyawa, anaknya yang umurnya saja masih bisa di hitung dengan jari mampu bertahan
V ikut membelai perut datar Zoe, dirinya sangat bangga dengan calon anaknya itu yang tangguh dan mampu bertahan dalam situasi yang sulit dan bahaya. Zoe pun ikut tersenyum melihat kedekatan ayah dan calon anaknya tapi senyum itu tidak bertahan lama saat ada darah yang mengalir dari lengan suaminya
"V lengan mu... "
"tidak usah di khawatirkan, ini bukan darah ku" alibi V
"tapi.... "
Sang Bos yang tadi terjerungup kedepan karena di dorong oleh V saat melumpuhkannya. kini dia mulai bangkit dan sedikit memengangi lenganya yang terkilir akibat ulah V
dia tersenyum sinis melihat kemesraan V dan Zoe di atas penderitaannya
"Apa kalian sudah puas meluapkan rindu satu sama lain? " katanya sambil tertawa jahat
fokus V yang awalnya kepada Zoe dan calon anaknya, kini beralih ke si penjahat yang hampir saja membahayakan nyawa calon ibu dan juga anaknya namum amarah V seketika hilang saat wajah tidak asing yang selama ini ia cari dan sangat ia rindukan sudah berada di hadapanya
"Kelvin kau... " lirih V
ternyata si Bos penjahat itu adalah Kelvin rekan sekaligus sahabat dekatnya dulu, V tidak menyadari hal itu. selain Kelvin menutupi wajahnya suaranya juga berubah mungkin karena suaranya terbentur topeng sehingga V tidak menyadarinya sama sekali
Kelvin terkejut saat V mengetahui identitasnya, dirinya baru menyadari jika topeng yang tadi ia kenakan terjatuh saat V mencoba menjauhkan dirinya dengan Zoe
"Iya.. ini aku! aku yang telah menculik Zoe" akunya. karena sudah terlanjur ketahuan mungkin sekalian saja Kelvin mengutarakan unek-uneknya
"tapi kenapa... " tanya V yang memang belum mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. bagaimana bisa yang dulu sahabatan dari kecil menghabisakan suka duka sekarang malah berbalik mengancam keselamatan keluaraganya?
bahkan V tidak pernah melupakan Kelvin sedikit pun, saat dirinya kehilangan Zoe.V berusaha untuk menemukan keluarga Kelvin, ia tahu betul jika Letta adalah penyebab Zoe meninggal (saat itu V belum tahu jika Zoe ternyata masih hidup) tapi tetap saja V mencari keberadaan sahabatnya itu. karena Kelvin adalah orang bagi V yang bisa meringankan beban atas kehilangan Zoe
V sudah mencari keseluruh tempat yang biasanya dirinya dan kelvin menghabisakan waktu bersama, tapi tetap saja hasilnya nihil
kehilangan cinta dan juga sahabatnya diwaktu yang sama membuat V terpuruk dan jatuh di dalam jurang yang paling dalam
kesediahan itu mulai sedikit terobati saat V mengetahui jika Zoe masih hidup, meski demikian V masih saja mencari keberadaan sahabat serta keluarganya itu
persahabatan Kelvin dan V sudah sangat mendarah daging, Kelvin selalu berada di sisi V saat dia membutuhkannya begitu juga dengan V yang selalu ada disisi Kelvin saat sahabatnya itu terpuruk. bahkan semua rahasia V, Kelvin mengetahuinya padahal anggota keluarganya sendiri tidak mengetahuinya termasuk Vallen yang jarak umurnya hanya terpaut dua tahun darinya
sahabat rasa saudara itulah gambaran umum yang bisa di jabarkan dari ikatan hubungan antara Kelvin dan juga V
...πππ...
bawang siapa yang menaruh bawang disini?
aduh.. ikut melow deh dengan cerita ini. persahabatan yang sangat mendalam sekali ππ
pasti V sangat kecewa kepada Kelvin karena telah berbuat seperti ini kepada keluarga kecilnya π’
pengen juga punya sahabat seperti V, meski anggota keluarga Kelvin sudah membuat wanita tercintanya pergi tapi tetap saja ia membutuhkan sosok sahabat untuk sampingnya π