Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 43



"jadi kau mengangapku seorang istri?" tanya Zoe


"tentu saja! dan kau dilarang untuk bertemu dengan laki-laki mana pun terutama Kelvin jauhi dia"


"kenapa?"


"pokonya tidak boleh ya tidak boleh! dan aku harap kau merusak nama baik keluarga"


"aku kira kau marah karena sudah mulai mencintaiku, tapi nyatanya kau hanya memikirkan nama baik keluarg mu" Zoe merasa kecewa


satu minggu belakangan ini membuat Zoe menyadari perasaanya terhadap V ia merasa sedih, kesepian saat suaminya itu jauh dan mengacukanya tapi ia bahagia saat bisa melihat suaminya itu pulang dengan keadaan selamat dan bisa berdekatan dengan V meski tidak saling berbicara


"baiklah aku akan menunggu sampai perceraian kita" ucap Zoe menghusap salah satu pipinya yang basah karena air matanya yang jatuh, dirinya berusaha menahan rasa sesak didada saat mengatakan percerain yang tidak diinginkannya


"kau ingin bercerai dengan ku?"


"bukan kah kesepakatan awal memang kita akan bercerai setelah satu tahun?"


"jadi kau ingin bercarai dengan ku?" V bertanya kembali dengan penuh harap "Agghh!!" V menonjok dinding menyalurkan semua emosinya yang dari tadi ia tahan lalu keluar dari apartemen karena tidak ingin mendengar jawaban dari istrinya yang memintanya untuk menceraikanya


melihat punggung V hilang di balik pintu seketika Zoe menjatukan diri kelantai dan mulai menangis terisak saat mengingat dirinya akan bercerai setelah satu tahun pernikahan dan beberapa bulan lagi genap pernikahan mereka satu tahun


.


.


.


"V kau kah itu? " teriak Zoe dari dalam kamar tapi tidak ada jawaban dari luar yang terdengar malah suara barang-barang jatuh "tunggu dulu sudah satu minggu V tidak tidur di Apartemen jangan-jangan dia Maling"


Zoe merasa takut, beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil tongakt besboll perlahan lahan Membuk pitu kamar mengendap -endap bersebunyi agar tidak ketahuan si maling


sesampainya Zoe di pintu dapur, tidak terlalu jelas karena cahaya yang minim tapi Zoe bisa melihat sosok bayangan hitam berpostur laki-laki membelakangi dirinya sedang mencari-cari sesuatu


"dasar maling, barani-barninya dia mencuri di sini!" gunam Zoe kepada dirinya sendiri mengumpulkan keberaniannya


setelah mengintai dan memperhatikan sekeliling ternyata pencuri itu beraksi seoarang diri, dirasa ada kesempatan untuk menyerang Zoe meukul pencuri itu bertubi-tubi


"brengsek! dasar maling! bernai kau mencuri di sini" Zoe terus meukul pencuri itu tanpa rasa ampun meski pencuri itu sudah meminta ampun dan mengeluh kesakitan


"ZOE!" teriak pencuri itu memegani kedua tanganya


"bagaimana bisa kau tau namaku? " Zoe mengerutkan dahinya bingung dari mana pencuri itu tahu namanya "Jangan-jangan kau sudah mengitai ku dari dulu? Brengsek! " Zoe hendak memukul kembali tapi tanganya di tahan dan betapa terkejutnya dirinya saat mengenali suara dari si pencuri


"Zoe! ini aku V!" triak pencuri itu mendekatkan wajahnya kepada Zoe


"V sejak kapan kau jadi pencuri? " pertanyaan polos Zoe kelaur bergitu saja dari mulutnya saat dirinya sudah bisa memastikan wajah yang ia lihat adalah suaminya


"mana ada pencuri di Apartemen sendiri?" V beranjak dari duduknya dan menyalakan lampu agar Zoe bisa melihat dirinya dengan jelas


"bagaimana aku tidak mengangapmu maling jika kau tengah malam mengendap-endap sepeti maling"