Hubby VS Feme

Hubby VS Feme
Part 85



Ke esokan harinya keluarga Willem berkumpul di halaman depan Masion mengantar Pa Edo dan Ibu Ellena ingin pulang ke Solo


"Ellena maaf" ucap Mom Fairus tulus dari dalam hatinya


"aku sudah memaafkan dan aku sudah mengIkhlaskan Zoe" Ibu Ellena berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh


"Terimakasih" Mom Fairus memeluk besannya itu dengan erat seolah-olah memberikan dukungan dan semangat


"Aku harap hubungan kita masih terus berlanjut" Dad Wille mengulurkan tangannya kepada Pa Edo


"tentu saja" Pa Edo menjabat tangan Dad Wille sedetik kemudian mereka berpelukan


suasana duka, sedih dan sempat kemrin sedikit dihiasi drama kini berubah menjadi haru, menghangat, semua orang saling mendukung dan memberi semangat membuat Ibu Ellena menyadari jika kemarahan, kesedihan, dendam atas kehilangan Zoe tidak akan membuat anaknya kembali hidup tapi sebaliknya jika ia memaafkan dan mengikhlaskan, kebahagian yang dia dapat seperti saat ini. kini ikatan persahabatan Ibu Ellena dan Mom Fairus semakin erat


"kalian hati-hati" ucap Mom Fairus menguari pelukannya dan di agukkan oleh Ibu Ellena


"Ibu mau saya antar sampai bandara?" tanya V


"tidak sayang, lebih baik kau istirahat saja biar supir saja yang mengantarkan kami" Ibu Ellena beralih ke V dan memeluknya dengan kasih.


"maaf" lirih V di dalam pelukan Ibu Ellena


"sudah sayang.. sudah.. Ibu sudah memaafkan mu" Ibu Ellena menggusap punggung V memberikan kekuatan kepada menantunnya itu


"jika ada apa-apa Ibu hubungi V " sambung V melepas pelukannya


"tentu" jawab Ibu Ellena dengan tersenyum tulus


Keluarga Willem melambaikan tanggan sambil menatap mobil yang di tumpangi Pa Edo dan Ibu Ellena perlahan-lahan menjauh dan menghilang di balik gerbang Masion


saat mereka hendak masuk ke dalam Masion tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tepat di hadapan mereka


"Pak kenapa membawa mobil kesini?" tanya Mom Fairus kepada supir yang biasanya mengantarkannya pergi


"saya di suruh Tuan V, Nyonya " supir itu memberikan kunci mobil kepada V


"kau mau kemana V?" tanya Dad Wille bingung


"Mom Dad mulai saat ini aku akan tinggal di Apartemen-"


"tidak boleh!" potong Mom Fairus, ia tidak mau jauh dari V apalagi di saat keadaan V sedang galau


ibu mana yang tidak takut saat kondisi kejiwaan anaknya tidak stabil memilih untuk tinggal sendiri, dan tidak salah jika Mom Fairus berfikiran buruk jika V akan berbuat nekat seperti mengakhiri hidupnya, apa lagi baru saja kemrin Mom Fairus melihat dengan mata kepalanya sendiri V mengarahkan moncong pistol tepat di kepalanya


"Mom tidak mengizinkan mu tinggal sendiri, sekarang kau masuk kedalam" sambung Mom Fairus menarik V untuk masuk kedalam Masion


"tapi Mom-" V menahan langkah Mom Fairus


"tidak ada tapi-tapi, cepat masuk!"


"V! cepat masuk, tidak ada penolakan" ucap Dad Wille tegas "muali hari ini kau dilarang keluar Masion dan Dad beri kau cuti selama satu bulan dari kantor" perintah Dad Wille


mau tidak mau V masuk kedalam Masion dengan langkah berat hati, sebenarnya ia ingin tinggal di Apartemen karena di sanalah dirinya dan Zoe memiliki kenangan bersama pertengkaran-pertengkaran kecil dan kenangan manis yang lain