
Di Kantor
pagi ini V sedang rapat dengan para dewan direksi membahas orang-orang pilihan yang akan mengisi beberapa kuris kosong, mengantikan orang yang telah ia pecat sebelumnya
selesai rapat V kembali ke ruang kerjanya ditemani Vitto dan sekertaris Veny, tanpa rasa lelah V terus bekerja tidak memperdulikan kondisi tubuhnya yang kelelahan. bagaimana dia tidak kelelahan semalam dirinya tidur dini hari, pagi harinya dia tidak sempat sarapan pagi dan kegiatannya di kantor hari ini masih saja padat
"Anda baik-baik saja Tuan? " Vitto memberanikan diri bertanya karena dari tadi tunannya itu memegangi perutnya
"Hem" jawab V singakat sambil matanya tetap fokus membaca berkas yang ia pegang "Vitto urus kontrak kerja sama kita dengan perusahan General Teknologi, aku ingin kontrak itu sudah ada di mejaku siang ini" perintah V kepada Asistenya itu
"baik Tuan" Vitto menundukkan kepalanya hormat lalu berjalan keluar ruangan kerja V
"Agh. " rintih V menahan rasa sakit di perutnya
"Anda baik-baik saja Tuan? " tanya Veny khawatir
"aku baik-baik saja"
"Apa anda belum makan? "
V menaruh berkas yang ia baca di atas meja, lalu mentap ka arah Veny
"Apa anda ingin makan sesuatu?" tanya Veny merasa di atas angin, bagimana tidak pria yang selama ini ia dekati tidak merespon dan ini baru pertama kalinya pria itu mentap wajahnya. "bagus Veny tahap pertama berhasil, Tuan V sekarang memperhatikan mu langkah selanjutnya ajak dia makan bersama" ucap Veny didalam hati
"kebetulan saya juga belum makan Tuan, bagaimana kalu kita makan bersama?" ajak Veny dengan mata penuh harap
"TIDAK! " jawab seorang dari arah pintu "Tidak, Tuan V akan makan bersama ku" ucap Zoe setelah berada di depan Veny dengan sortot mata penuh amarah
"sial, baru sehari aku tidak masuk si kadal ini sudah mulai beraksi menggoda suami ku" Zoe mentap Veny dari atas sampai bawah dengan tatapan jengah
"untuk apa katamu? tentu saja mengajak tuan V makan bersama, bukankah kau sudah tahu jika kita sering makan bersama" ucap Zoe berjalan mendekati kursi V
"Kau-"
"Nona Veny silahkan kau keluar" Potong V memisahakan pertikaian mereka, dirinya tidak ingin jika Zoe kelelahan
"tapi Tuan-"
"keluar! "sentak V
"Ba-baik Tuan"
Zoe melihat Veny di bantak V tersenyum sinis menatap kepergian Veny
"sayang kenapa kau kemari?" tanya V meranggul pinggang Zoe menuntunnya untuk duduk di pangkuannya
"eh" pekik Zoe terkejut karena V tiba-tiba menariknya "Tuan V lepaskan aku" Zoe berusaha berdiri tapi usahanya sia-sia karena tangan V menekan pingagngnya
"kenapa kau memanggilku dengan sebutan Tuan? aku ini suami mu bukan majikan mu"
"lalu aku harus memanggil apa? "
"terserah, asal jangan Tuan" V menempelkan kepalanya di dada Zoe membuat Zoe gugup dan salah tinggah
"Tuan eh maksudku V jangan seperti ini aku merasa tidak nyaman" Zoe menjauhkan kepala V dari dadanya
V mengerti jika Zoe masih belum bisa menerima prilaku manis ini, V akan bersabar dan akan terus meluapkan rasa cintanya yang selama ini ia pendam