
V turun ke Basement dengan buru-buru karena tidak ingin mengatarkan istrinya ke Cafe, saat dirinya sudah berada di mobilnya V seperti kebingungan merogoh semua saku yang berada di pakaianya mencari -cari kunci mobil tapi tak kunjung ia temukan
"sial, diaman aku menaruhnya?" V terus saja mencari meraba-raba setiap kantong yang ia miliki
"kau mencari ini? " terdengar suara wanita yang sangat V kenal dari arah belakang
"kau sengaja menyembuyikanya? " tanya V dengan tatapan tidak suka pada wanita yang berjalan menghampirinya
"aku tidak menyembuyikan, tapi kau yang lupa membawanya karena terburu-buru" Zoe memberikan kunci mobil kepada V lalu dirinya berjalan ke sisi mobil satunya lebih tepatnya di kursi penumpang bagian depan
"kau mau apa?" tanya V saat Zoe hendak membuka pintu mobil
"sekalian antarkan aku ke Cafe"
"kau ingin bermain-main dengan ku? Oke" gunam V dalam hati dengan senyum licik di bibirnya
"Aaghh!, V pelan-pelan jalanya" teriak Zoe ketakutan karena V mengendarai mobil dengan ugal-ugalan
"aku akan terlambat jika pelan-pelan, kau sendiri kan yang memintaku untuk mengatar mu" jawab V sambil menahan rasa tawanya karena dirinya berhasil mengerjai istrinya
"Aaaggghh, V aku belum ingin mati!!! "
V sangat puas melihat ekspresi ketakutan Zoe, biasanya wanitanya itu selalu membuatnya naik darah dan selalu membalas semua apa yang ia ucapkan dan mangajaknya untuk berdebat.
memang V bukan pria sejati membalas dendam dengan sedikit keterlaluan, tapi baginya ini adalah pembalasan yang sempurna karena sudah membuat dirinya kesal setiap hari
"apa kau tidak akan keluar? " Tanya V setelah mereka berada di tempat parkir Cafe yang dituju Zoe
Zoe masih berusaha menenangkan tubuhnya yang gemetaran karena ulah suaminya itu, tidak memperdulikan apa pun yang di ucapkannya
sebenarnya V juga merasa bersalah telah Membuat istrinya seperti itu, tapi rasa bersalahnya kalah dengan rasa bahagianya yang dapat mengerjai Zoe.
V memberikan air minum untuk membatu menenagkan Zoe sekaligus tanda permintaan maafnya
setelah V membantu istrinya yang masih lemas itu masuk ke dalam Cafe dirinya langsung pergi kepeusahaan
mengingat ekspresi ketakutan Zoe tadi membuat V senyum-senyum sendiri merasa bahagia bisa mengerjai musuh bebuyutannya tapi rasa bahagia itu berubah menjadi ke sialan karena sekarang dirinya berada di kantor polisi
ternyata selama di perjalanan mobil V sudah di tandai polisi karena mengebut serta ugal-ugalan membahayakan pengendara lain di tambah dirinya tidak membawa SIM, KTP semua kartunya berada di dompet dan sialnya dirinya baru menyadari jika dompetnya tertinggal di meja makan saat memberikan blackcard kepada Zoe
mau tidak mau V harus berurusan dengan kepolisian karena pelangaran yang lumayan berat, V sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah anak dari keluarga Willem orang terkaya no satu di dunia, tapi salah tetaplah salah sehingga V menghubungi pengacara Surya untuk membantunya keluar dari permasalahannya
tak lupa dirinya juga menghubungi istrinya, karena ternyata istrinya lah yang membawa dompet miliknya setelah Bi Inah memberitahunya saat dirinya telefon ke Apartemen