
Kejadian satu bulan lalu sengaja Dad Wille sembunyikan karena Dad Wille merasa itu adalah sebuah aib.
bagaimana bukan Aib? masak laki-laki di perkosa seorang wanita?
satu bulan lalu Dad Wille diberitau oleh pengacara keluarga jika V terlibat khasus pelecehan seksual dan lebih membuat Dad Wille terkejut V adalah seorang korban
Dad Wille menyembunyikanya bahkan kepada kedua anaknya, hanya kepada istrinya ia menceritakan semuanya karena Dad Wille tidak bisa menyembuyikan rahasia kepada istrinya itu.
“Aku tidak berbohong”ucap Mom Fauirus
karena semua orang memandangnya aneh, terutama Ibu Ellena Yang mengangap itu pembelaan yang dibuat-buat
"kau jangan membuat alasan Fairus" hadrik Ibu Ellena
"kalo kalian tidak percaya bisa Tanya sama V" bela Mom Fairus
seluruh mata tertuju pada V termasuk Zoe yang sudah duduk di sebelah V. sepertinya dia ikut terkejut biasanya ia akan menundukan kepalanya tapi kali ini dia menatap ke wajah V meminta sebuah jawaban seperti yang lain.
“hm.., kalo kalian tidak percaya bisa tanya ke polisi Sevilia” ucap V terpaksa
“dengar kan, putraku tidak akan bertindak jika tidak ada alasanya jadi Ellena dan Edo, kalian jangan khawatir seperti pepatah jawa bilang Viting Viting apa?”
“Witing tresno jalaran soko kulino, Mom” sahut Vega
“iya itu maksud Mom”
“emang ya gadis luar negeri itu bar-bar, tidak tau tata krama berbeda dengan putriku yang angun dan lemah lembut ini”
ucap Ibu Ellena tersenyum sambil mengelus-elus kepala anak kesayanganya yang kebetulan duduk di sebelahnya juga
untung alasan Mom Fairus bisa di terima oleh Ibu Ellena dan Pa Edo sehingga mereka mengurungkan niatnya untuk membatalkan pernikahan anaknya
Mom Fairus bisa bernafas lega senang karena bisa menyelamatkan pernikhan putranya, berharap seorang Zoe bisa mengubah V
“hati-hati ya nduk, ingat selalu patuh sama suami hisk hisk”
Ibu Ellena menangis memeluk Zoe karena harus perpisah dengan anaknya merelakan pergi bersama suaminya
“hai anak muda, jagalah putriku jangan pernah kau tinggalkan dia lagi jika kau melakukanya lagi aku akan buat perhitungan dengan mu” acam Pa Edo mengegam erat pundak V
“tidak akan uncle, aku akan berusaha menjaganya” ucap V menahan sakit di pundaknya
“papa panggil aku papa sekaranng aku adalah papa mu juga”
“iya pa..pa..” ucap V berusaha membiasakan menyebut mertuanya
"good boy"
"jaga baik-baik dirimu disasa sayang"
Pa Edo mencium kening anak kesayanganya sambil memejamkan matanya untuk menahan air matanya agar tidak keluar
dirinya tidak ingin menunjukkan sisi lemahnya dihadap anak dan mantunya
"Pergilah!"
Pa Edo sengaja membalikkan badan melepas keperigan Zoe, dirinya tidak kuasa jika harus melihat kepergian anak nya langsung
"Kalian masih bisa menjenguk Zoe di Jakarta" ucap Mom Fairus ditengah keharuan keluarga besan nya
"aku titip Zoe , Fairus" Ibu Ellena masih setia menangis
sebagai ibu melepas anak satu-satunya untuk menjalani hidup baru adalah sebuah kebangaan dan kesedihan secara bersama
"Pasti" jawab Mom Fairus yakin "Ayo sayang" Mom Fairus mengandeng Zoe untuk masuk kedalam mobil ikut bersamanya ke Jakarta