
disebuah kamar tidur dengan dinding dominan berwarana merah muda, terdapat seorang gadis semaleman tidak bisa tidur karena sedang berperang batin dengan dirinya sendiri
"Agghh!" triak gadis itu "kenapa jantung ku jadi seprti ini?" gadis itu memegangi jantungnya yang berdetak kencang
"sayang kau baik-baik saja?" tanya Mama Gita masuk ke kamar anak perempuannya "Mama denger kau tadi berteriak, apa kau bermimpi pria menangis lagi?" Mama Gita yang khawatir berjalan mendekati Jouly dan duduk di tepian tempat tidur
Jouly mengelengkan kepalanya cepat, lalu memeluk erat Mama Gita "sepertinya Jouly sakit Ma, Mama bisa merasakan detank jantung Jouly yang kencang kan?" Jouly sengaja menempelkan dadanya ke tubuh Mama Gita agar mamanya itu bisa meraskaan betapa kencangnya detak jantungnya saat ini
"Apa ini karena pria semalam?"
semalam Mama Gita yang khawatir dengan Jouly karena sudah larut malam anak perempuanya itu belum pulang, menunggu di depan rumah setelah sebelumnya Mama Gita memastikan jika kantor sudah tidak ada orang. dikejutkan dengan pulangnya Jouly yang di antar oleh seorang pria karena ini baru pertama kalinya Jouly di antar oleh temen laki-lakinya "apa kau berkencan kemarin? "Goda Mama Gita
"Ist ... mama" Jouly melepas pelukkannya "ini tidak ada kaitanya sama sekali dengan dia, ini hanya masalah kesehatan ku, sepertinya aku harus menghubungi Kak Eric untuk mengecek jantung ku" Jouly mencari ponselnya hendak menelfon kakaknya yang menjadi Dokter
"apa jantung mu seprti itu setelah semalam kau di anatar pulang V? "
"bagimana Mama tahu? "Jouly sangat terkejut sampai membulatkan matanya sempurna, pasalnya Jouly tidak memberi tahu nama pria yang mengatarnya pulang semalam
"benar juga ya ucapan Mama Gita, kenapa jantungku kembali berdetak dengan cepat saat memikirkan dia? " Jouly memengangi jantungnya yang berdetak lebih kencang saat ia mengingat kejadian semalam. kejadian yang membuatnya begadang semalaman
semalam saat Jouly di antar pulang oleh V. entah karena kecapkkan seharian kerja atau kekeyangan karena makan spageti empat piring, dirinya ketiduran di mobil. tidurnya sangat pulas sampai ia tidak teresa jika V berusaha membangunkannya
V yang tidak tega membangunkan Jouly hendak mengendong Jouly masuk kedalam dan saat V mendekatkan dirinya, Jouly membuka matanya membuat mata coklat V dan mata hitam Jouly saling bertatap tatapan. satu dua detik mereka terdiam menelusuri luasnya mata masing-masing. Jouly yang tidak pernah dekat dengan lawan jenis, jantungnya berdekup lebih kencang dari biasanya
hufft huff
Jouly mengambil nafas dan mengeluarkan perlahan lewat mulut untuk menetralkan jantungnya gara-gara membayangkan wajah tampan V
"oke tenang, ingat dia sudah menikah, dia sudah memiliki istri, tidak mungkin kau menyukai suami orang" ucap Jouly pada dirinya sendiri berusaha menepis perasaan yang singap di hatinya "oke sekarang mandi dan berangkat kerja" Jouly mengepalkan tangan menyemangati dirinya sendiri
saat Jouly hendak berjalan ke arah kamar mandi, tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit. sakit kepala yang sudah jarang Jouly rasakan ini kembali muncul membuat Jouly kehilangan keseimbanganya dan jatuh terduduk di lantai