
Apartemen V
V dan Zoe sudah berada di Apartemen, setelah mereka tadi berpamitan di bandara dengan keluarga Willem yang lansung ke Masion utama
Mereka berkeliling Apartemen melihat satu persatu rauangan, mulai dari ruang tengah, ruang keluarga, dapur, ruang kerja, ruang olahraga dan terakhir adalah kamar
"kenapa hanya ada satu kamar tidur?" gunam V dalam hati
"boleh aku ber istirahat?" tanya Zoe dengan nada suara lembut, hampir saja tidak terdengar oleh V
"Oh iya, silahkan" jawab V cepat "taruh saja bajumu di lemari itu" V menunjuk lemari
Zoe menganguk kan kepalanya, dirinya segera merapikan pakainya dan mandi terlebih dahulu sebelum dirinya istirahat
saat dirinya selasai mandi dan hendak membaringkan tubuhnya di tempat tidur terdengar suara gaduh dari arah dapur
"kau sedang apa?" tanya Zoe berada di belakang V yang sedang berusaha memecahkan telur untuk di jadikan telur mata sapi
"apa kau tidak lihat aku sedang memasak?" jawab V yang fokus untuk membuka cangkang telur
"yah rusak lagi " keluh V karena itu sudah telur ke 8 yang ia rusak "sial sekali hidup ku, sudah menikah dengan wanita bisu dan sekarang aku hanya ingin makan saja tidak bisa" V mengeluarkan semua unek-unek nya
bagaimana V tidak memangil nya wanita bisa jika tidak di tanya wanita yang menjadi istrinya itu tidak pernah bersuara
"siapa yang kau panggil wanita bisu?"
"tentu saja dirimu siapa lagi?" jawab V cepat membalik kan badanya
seketika V terperanjat karena dirinya baru menyadari yang dari tadi mengajaknya berbicara adalah wanita yang dia sebut bisu
“tidak ada makanan di kulkas kita makan diluar saja” ajak V mengalihkan pembicaraan
"Aku tadi melihat ada mie" Zoe mendekat mencari mie "kau duduk saja, akan aku buatkan mie" Zoe mengambil alih dapur setelah menumukan mie instan
mau tidak mau V menunggu di ruang makan yang kebetulan menghadap langsung ke dapur
"Apa dia tidak mendengarnya?"
"terus bagaimana?"
"bagaimana apa nya? tentu saja kau harus meminta maaf"
debat V dengan dirinya sendiri, menatap punggung Zoe yang sedang sibuk memasak,
dirinya merasa tidak enak hati menyebut Zoe sebagai wanita bisu
tak lama menunggu Zoe sudah selesai memsak, membawa hidangan itu ke hadapan V dan dirinya juga duduk di bersebrangan dengan V
Zoe membuat spagetti yang sangat mengugah selera makan V samapi menelan silivanya sendiri
"kau membuat Spagetti dengan mie instan?" tanya V heran
"iya cobalah"
sekejap V melahap semua spaghetti tanpa tersisa, entah V yang kelaparan atau doyan tidak bisa di beda kan
Ehem!
V bedahem untuk menghilangkan rasa malunya
"Lumayan, tapi jangan mengira aku suka dengan masakan mu itu hanya diriku yang kelaparan" V berusaha Cool
V tidak bisa menghianati rasa karena mie yang seperti spagetii yang tadi ia makan memang enak tidak kalah enak dengan spagetii luar negeri
"aku tidak peduli kau suka atau tidak" Zoe beranjak dari duduknya
"tunggu" cegah V "Maaf karena sudah menyebutmu ..."
"bisu?" potong Zoe, V hanya bisa mengangguk "tidak masalah, masih banyak waktu untuk saling mengenal" ucap Zoe berjalan gontai menuju kamar
V terkejut denagn sikap yang ditunjuk kan Zoe barusan, apa yang ia bayangkan berbeda seratus delapan puluh derajat