
"Ah .." Zoe berdes*h saat suaminya bermain di bagian intinya, tanganya sampai mengengam erat spai menahan kenikmatan dunia yang di berikan oleh suaminya "ah ...V aku ingin keluar" ucap Zoe dengan nafas yang sudah naik turun
"keluarkan saja sayang" V tersenyum puas meliahat Zoe yang sudah mencapai puncaknya
kini V beralih kepada dirinya sendiri, membuka seluruh pakaian yang ia kenakan sembari memberikan Zoe waktu istrirahat setelah pelepasanya
"apa kau sudah siap sayang?" tanya V menghimpit tubuh wanitanya lalu V me*lu*mat bibir merah Zoe setelah ia mendapatkan jawaban iya dari wanitanya
"ehmm" suara keterkejut Zoe tertahan oleh bibir V saat dirinya merasakan ada sesuatu yang berusaha menyusup masuk di bawah sana
tangan Zoe memukul mukul dada bidang suaminya, karena tidak bisa menahan rasa sakit di bagian intinya yang di masuki suaminya
"Zoe diamlah!" V melepaskan tautannya, kini dirinya beralih mengunci tanggan Zoe agar tidak memukulinya lagi
"V sakait" triak Zoe
"tahan sebentar, sakitnya hanya sebetar" V terus berusaha memasukkan adik kecilnya yang kini baru masuk setengah "kenapa milikmu sempit sekali" ucap V kesal menahan triakan kesakitan Zoe dan juga menahan sakit di bagian miliknya
goa yang di masukinya sangat sembit sehingga menjepit miliknya, berakibat miliknya terjebak di dalam sana
"sakit" keluh Zoe
"sabar sayang, sedikit lagi" V berusaha berkonsentrasi, kini tanganya mencari sesuatu untuk berpegangan dirinya
sekali hentakan yang kuat V menghujam milik istrinya, menanamkan miliknya dengan sempuran di goa istrinya
"Aghh!!" teriak keduanya secara bersama
Zoe berteriak karena rasa sakit yang teramat amat, air mata sampai keluar dari kedua sudut matanya dan tanpa sadar ia mencakar punggung suaminya ketika V memaksa memasukkan miliknya
V memandang nanar saat dirinya melihat kucuran darah yang keluar dari kepemilikan istrinya
"ternyata kau menjaga kesucian mu" lirih V menatap intes wajah wanitanya dengan hati yang berbunga-bunga
V kembali mengecup bibir manis Zoe dan sedikit me*lu*mat*nya sambil ia mengerak-gerakkan pingangnya memulai percintaan mereka
suara erangan dan des*an menghiasi penyatuan mereka, mereka berdua terbuai dalam kenikmatan dunia yang baru pertama kali mereka rasakan setalah sekian lama pernikan menikah
entah berapa lama mereka bercinta, Zoe sudah merasakan pelepasanya untuk yang ke dua kalinya
"aku mau keluar lagi" ucap Zoe dengan nafas yang tesengal-sengal
"kita keluarkan bersama" ucap V yang juga mereskaan pelepasanya, mengoyangkan pinggulnya samakin intes
"ah ... V pelan-pelan" pinta Zoe karena dirinya tidak bisa mengimbangi gerakan suaminya
sementar V tidak mengindahkan permintaan Zoe karena dirinya harus fokus berkonsentrasi mencapai puncaknya
"Aghh!!" teriak V menghujam kuat milik istrinya menyenprotkan benih ke dalam perut istrinya
setelah pelepasanya tubuh V menjadi lemas, ia menjatuhkan diri di atas tubuh istrinya tanpa ada niat mengeluarkan miliknya terlebih dahulu
"terimakasih sayang" ucap V membelai wajah Zoe
Zoe hanya bisa menganguk lemah tidak bertenaga, karena dirinya meresakan sakit di sekujur tubunya hingga tidak sanggup lagi untuk berbicara
saat dirinya hendak memejamkan mata, mengistirahatkan tubuhnya dirinya dibuat terkejut ketika V mengangkat tubuhnya dan membalik posisi mereka dimana kini Zoe berada di atas V