
Kini V dan Zoe berada duduk di ruang interogasi polisi, disuruh menjelaskan kronologi yang membuat V mengebut dan melanggar lalu lintas
"tuan Anda tidak apa-apa?" tanya Pak Surya yang datang menghampiri Tuanya
"aku tidak apa-apa" jawab V "kau urus semuanya"
"baik, Tuan saya akan selesaikan" Pak Surya menganguk paham apa yang di maksud tuanya itu tapi pandangan Pak Surya terus saja kearah Zoe seperti dirinya pernah bertemu di suatu tempat
empat puluh lima menit waktu yang dibutuhkan untuk menutup kasus itu, Pak Surya dapat menangani semua dengan mudah bermodalkan ilmu hukum dan uang tentunya. meminta polisi untuk menjaga permasalahan ini jangan samapi keluar di media yang bisa mengakibatkan nama baik keluarga besar Willem tercoreng
"Tuan dan Nyonya Vilmar, kali ini saya maafkan tapi saya harap hal seperti ini tidak terulang lagi ini bisa membahayakan pengendara lain" ucap salah satu polisi memberikan nasehat
"baik, pak terimakasih" ucap Zoe menjabat tangan polisi untuk berpamitan
"pengacara saya yang akan mengurus sisanya" seru V lalu menjabat tangan polisi
"baik Tuam Vilmar"
V dan Zoe berdua bejalan berdampingan meninggalkan Pak Surya yang masih mengurus administrasi, mereka keluar dari kantor polisi menuju mobil mereka
"apa dia juga mantan pencuri" lirih V
"apa kau bilang?" tanya Zoe menghentikan langkan V
"tidak, aku tidak mengucapakan apa-apa"
"tuan V yang terhormat, apa kau kira aku ini tuli sehingga tidak mendengar apa yang kau ucapkan?"
"baguslah jika kau dengar, memang kenyataan seperti itu kan?"
"aku tadinya ingin mengembalikan dompet mu, tapi kau malah mengebut sampai aku lemas"
"cih, alasan"
karena asik berdebat, mereka sampai tidak menyadari jika ada seseorang menghadapirinya
"V !!" panggil seseoarang "apa kau baik-baik saja?" tanya seseorang itu menghampiri V dan Zoe
"Vallen?" V terkejut tiba-tiba kakaknya itu berada di kantor polisi "kenapa kau bisa ada disini?"
"aku baik-baik saja"
"apa dia korban? " tanya Vallen melihat Zoe dari atas sampai bawah mengira dia adalah seorang korban. Vallen tidak menyadari jika perempuan cantik yang berjalan bersama adiknya itu adalah adik iparnya sendiri
"Anda benar Tuan, saya adalah korban" ucap Zoe menendang kaki V mengeluarkan semua kekesalan yang sejak tadi ia pendam, Zoe lalu berjalan kembali ke arah mobil
"sial" umpat V memengangi kakinya
"kau tidak apa-apa V?" tanya Vallen khawatir
"aku baik-baik saja"
"apa perlu kita tuntut balik dia?"
"tidak perlu"
"siapa wanita itu?"
"dia adalah-"
"V!! cepat" Zoe memotong percakapan kakak beradik itu ketika dirinya sudah berada di samping mobil
"dasar wanita gila! " umpat V "Vallen aku pergi duluan"
"hati-hati"
V berjalan menghampiri istrinya namun beberapa langkah berjalan dirinya membalikkan badanya
"aku akan langsung ke kantor setelah mengatarkan dia pulang"
tanpa menunggu jawaban dari Vallen, V kembali berjalan menuju mobil untuk mengantarkan istrinya pulang ke apartemen
Vallen hanya bisa berdiri melihat mobil V yang perlahan keluar dari halaman
"siapa wanita itu?" itulah yang ada di fikiran Vallen saat ini, jika benar dia adalah wanita yang berusaha memperkosa adiknya tapi kenapa sikap adiknya berbeda?
mengatar wanita itu pulang? bukan kan itu aneh bersikap baik kepada seseorang yang pernah menjebaknya?