
V segera menindih tubuh mungil Zoe, dengan tidak sabaranya V melucuti semua baju yang Zoe kenakan dan dirinya sendiri. seperti mendapat lampu hijau V tidak akan menyianyiakan kesempatan ini
V langsung bermain kepermainan intinya sebelum wanitanya berubah pikiran dan berakhir dirinya harus bermain solo
"Pelan pelan " pinta Zoe sesaat V hendak memasuki miliknya
"tentu saja sayang" senyum V lalu melakukan pemernyatuan mereka dengan pelan dan penuh kasih sayang
seperti pengantin baru yang sedang memadu kasih, mereka tidak mengingat tempat dan waktu.
V melupakan jika lima belas menit lagi dirinya ada rapat dengan para perusahaan sahabat, bahakn V juga melupakan keberadaan Vitto dan Vega yang masih menunggu mereka di ruangannya
sementara Vega yang mendengarkan kisah kembalinya Zoe dengan seksama
"Zoe mengalami amnesia total dia tidak dapat mengingat kenangan masa lalunya" terang Vitto
"jadi dia melupakan kak Arsya? "
"ya.... oh iya jangan coba coba kau nemaksanyanya untuk mengingat masa lalunya karena itu dapat berakibat fatal bagi Zoe, dia akan mengalami shock dan mengalami kelumpuhan karena kerusakan otak"
"A-apa? lumpuh? "
"ya"
...πππ...
sore hari Vega yang masih penasaran dengan apa yang ia lihat, menatap lekat wajah Zoe. sedangkan Zoe yang di tatap hanya menundukkan kepalanya takut
"tutup matamu atau nanti matamu akan keluar dari tempatnya " ucap V menghampiri Vega dan Zoe di ruang tengah sambil membawa buah buahan
"kenapa kak V tidak memberitahu kami jika kak Zoe masih hidup? "
"kau tahukan kondisi Zoe masih belum stabil, aku takut Zoe akan mengalami shok lagi" V memegang tangan Zoe sembari memberikan isyarat 'tidak apa-apa Vega sudah memafkan mu'
ditengah tengah perbincangan mereka tiba tiba ponsel Vega berbunyi dan menampilakan nama yang selalu mengagunnya.
Vega mengangkat panggil itu dengan tidak semangat
....
"APA?? "
....
"iya mom, aku balik ke Jakarta sekarang" panik Vega
"ada apa? " tanya V ikut khawatir
"Kak Gea dibawa ke rumah sakit, sepertinya dia akan melahirkan, aku harus ke bandara sekarang"
"biar Vitto yang mengantar mu" V mengambil ponselnya lalu menghubungi asisten pribadinya itu
"baiklah, aku akan tunggu di depan" Vega bergegas keluar Villa menunggu kedatangan Vitto
setelah Vega keluar nampak Zoe kebingungan dengan situasi yang terjadi
"tidak apa-apa kakak ipar ku hanya akan melahirkan" terang V membelai wajahnya istrinya
"Oh....tapi kenapa kau masih di sini? kau tidak ikut kembali bersama Vega? "
"bagaimana bisa aku meninggalkan mu di sini sendirian sayang, kau masih belum stabil kita akan menjenguk keponakan kita saat kau sudah betul betul sehat"
"tapi-"
"Sutthhh" V menempelkan jari telunjuknya ke mulut Zoe "lebih baik kita bikin teman buat menemani ponakan kita" ucap V mengendong Zoe
"A-apa?? bu-bukankah ta-tadi siang kita sudah? "
"semakin sering kita melakukanya maka semakin cepat, teman ponakan kita hadir" bisik V lalu berjalan menuju kamar mereka membuat Zoe bergidik ngeri
di dalam kamar Zoe menelan silivanya dengan susah payah saat tubuhnya dibaringkan secara perlahan di tempat tidur lalu V mulai melam*ut bibir kecil Zoe
meski ini bukan kali pertama mereka melakukanya tapi tetap saja Zoe masih merasa gugup karean V memang sangat jago kalau urusan ranjang