
"iya tapi kenapa sebagai Ob? papa bisa memberikan mu jabatan manager di perusahan papa" Papa Galih sebenarnya tidak tega Jouly bekerja di perusahan besar tapi hanya sebagai OB, padahal jika Jouly mau ia bisa di tempatkan sebagai wakil CEO mendampingi papanya setelah kakaknya Eric lebih memilih menjadi Dokter daripada meneruskan perusahannya
"Papa aku ingin memulai sesuatu hal dari yang kecil, dan aku ingin menjadi bagian di perusahan besar itu meski hanya menjadi OB papa kan tahu aku suka teknologi jadi aku bisa belajar banyak dari mereka"
"tapi sayang, perusahan itu tidak akan bertahan lama sebentar lagi akan gulung tikar-"
"Aku berangkat dulu pah, sudah terlamabat" potong Jouly sengaja menghindar berdebat dengan Papa Galih
"liat itu mah, pasti dia akan kabur jika di ajak bicara mengenai perusahaan" adu Papa Galuh kepada istrinya
"Kau seperti tidak tahu Jouly saja, kan bagus Jouly tidak mengunakan kekuasan kita untuk mendapatkan pekerjaan" bela Mama Gita bangga dengan anak perempuanya itu, meski mereka dari keluarga berada tapi Jouly sudah sangat mandiri tidak ingin bergantung kepada ke dua orang tuanya
*
*
Masion
seperti halnya di keluarga Wijaya sedang berdebat masalah anak perempuan mereka di keluarga Willem juga sedang berdebat dengan Vega yang tidak terima jika Mom Fairus lebih memperhatikan Kak V
"Pokoknya aku tidak setuju Mom tinggal dengan Kak V" ucap Vega menangjs sesengukkan
"Vega sayang, Mom hanya menemani Kakak mu di Bandung sebentar saja" Mom Fauirus membelai kasih rambut anak perempuan satu-satunya keturunan Willem itu
"Mom!" pekik Vega kesal karena Mom nya itu lebih memilih Kakaknya V daripada dirinnya
"tidak! Mom tidak ingin kau tinggal sendirian"
Vega yang tingkat kekesalan sudah mencapai ubun-ubun karena Mom Fairus lagi-lagi lebih sayang kepada kakaknya memilih untuk pergi
"Vega kau mau keman?" tanya Dad Wille
"untuk apa kalian ingin tahu aku pergi kemana, toh anak kesanyangan kalian ada di sini" Vega merasa di anak tirikan karena kasih sayang Dad Wille dan Mom Fairus hanya tertuju pada Kak V
bukannya Vaga tidak tahu kondisi V yang terpuruk tapi ia merasa seluruh perhatian Dad Wille dan Mom Fairus hanya untuk kakaknya itu sehingga ia di anak tirikan. Biasanya anak bungsu ia akan mendapat kasih sayang dan perhatian seluruh anggota keluarga tapi ini malah kebalikkannya
"Vega tunggu!" Dad Wille menyusul Vega, agar anak perempuanya itu tidak merasa di sisihkan
"Mom apa kau tidak kasian sama Vega?" tanya V "Mom masih saja posesif kepada ku, aku bisa menjaga diriku sendiri, Mom tidak perlu khawatir"
"apa kau lupa, kau meminta izin sama Mommy untuk tinggal sediri di Apartemen tapi kau-" Mom Fairsu tidak biasa lanjutkan ucapanya
"aku janji, aku tidak akan mengulanginya lagi"
"Mom tidak percaya!"
"jika Mom masih khawatir, Mom bisa mengutus Vitto untuk menjaga ku, meski dia temen ku tapi dia lebih setia kepada Dad Wille dari pada aku" usul V
"tapi-" Mom Fairus galau disisi lain ia ingin menemani V tapi disisi lainnya ada perasaan Vega yang harus Mom Fairus jaga