
"ini patas aku dapatkan Mom" ucap V tanpa rasa takut seklipun
"Cih, apa dengan kau mati bisa mengantikan anak kami?" tanya Pa Edo
"Edo kau jangan gila! capat lepaskan anak ku" Mom Fairus masih berusaha memisakahan Pa Edo dengan V tapi kedua pria itu tidak bergeming sedikit pun bahkan kini Edo menatap V dengan tatapan membunuh "Ellena bicara pada suami mu agar melepaskan V! Sayang cepat pisahkan mereka" Mom Fairus meminta batuan semua orang
"Edo lepaskan anak ku" ucap Dad Wille
"aku sudah kehilangan anak ku, maka kau juga harus kehilangan anak mu!"
"Edo kau jangan gila!" triak Dad Wille
"tembak Pa! tembak!" V menggengam pistolnya dengan mantap dan memejamkan kedua matanya bersiap untuk mati
"tidak!" Triak Mom Fairus, sedetik kemudian Mom Fairus pingsan beruntung Dad Wille sigap menangkapnya
"Fairus...Mom..." pekik Dad Wille, Vallen, Gea, Vega
*
*
Mom Fairus yang sudah mulai sadar dari pingsanya muali membuka ke dua matanya
"sayang kau sudah bangun?" tanya Dad Wille mendudukan Mom Fairus
"V! diamana V?" tanya Mom Fairus cemas setelah ia sadar alasan kenapa dirinya pingsan
"aku di sini Mom" ucap V berada di sebelah Mom Fairus
Mom Fairus langsung memeluk dan menciumi wajah V, ia bersyukur anaknya masih hidup "apa kau baik-baik saja sayang? apa kau terluka?" tanya Mom Fairus mengecek seluruh badan V
"hentikan Mom" V menagkap kedua tangan Mom Fairus "aku baik-baik saja"
"Syukurlah sayang" Mom Fairus kembali memeluk V "jangan pernah melakukan hal itu lagi, Mom sangat takut" ucap Mom Fairus masih memeluk V dengan linangan air mata
Mom Fairus tidak sangup menjawab dan hanya bisa menangis tapi di dalam hatinya ia berjanji akan melakukan apa saja demi kebahagian anak keduanya itu termasuk mengemis, memohon, menurunkan harga dirinya kepada sahabatnya agar memaafkan anaknya
"Mom istirahatlah, aku juga akan istirahat di kamar ku" V melerai pelukanya dan di jawab angukan oleh Mom Fairus
setelah berpamitan dengan Dad Wille, V kembali ke kamarnya meninggalkan Dad Wille dan Mom Fairus
"sayang, bisa kah kau membelikan aku bubur kesukaan ku?"
"aku akan meminta pelayan membelikanya" Dad Wille merapikan rambut Mom Fairus yang berantakan dengan jemarinya
"tapi aku ingin kau yang membelinya"
"baik lah" Dad Wille mengecup kening istrinya lalu berjalan keluar kamar
setelah kepergian Dad Wille, Mom Fairus beranjak dari tempat tidurnya lalu berjalan menuju kamar yang di tempati Ibu Ellena dan Pa Edo
"Ellena, Edo tolong maafkan V" ucap Mom Fairus berlutut di hadapan besanya setelah berada di dalam kamar mereka
"apa yang kau lakukan, berdiri lah" Pa Edo berusaha mendirikan Mom Fairus
"Fairus, apa kau tahu bagaimana rasanya kehilangan seorang anak?" tanya Ibu Ellena dengan acuh
"aku tahu kau terluka tapi anak ku V yang juga terluka, bukankah kau sudah melihat sendiri bagaimana dia berusaha mengakhiri hidupnya sendiri di depan mata kedua orang tua nya? dan apa kau tahu perasaanku melihat itu?"
"kami sudah memaafkan V" ucap Pa Edo
"aku tidak memaafkannya!"
"Ellena-" Mom Fairus yang hedak berbicara di potong oleh Pa Edo
"Ellena biar aku yang bicara dengannya kau istirahat saja di kamar mu"