
V menekan tekuk istrinya memperdalam ciumannya, dirinya begitu menikmati ciumannya sampai-sampai dirinya memejamkan matanya ditambah lagi Zoe kini juga membalas ciuman nya membuat V semakin gencar menyapa semua madu di ronga mulut istrinya
secara perlahan V membaringkan tubuh wanitanya tanpa melepaskan tautanya, dan kini tanganya sudah mulai menyusup masuk ke tank top milik istrinya merayap dan meremas sebuah benda yang kenayal milik wanitanya
setelah puas menghisap semua madu di mulut Zoe, V menurunkan kepalanya mengecup dan mengigit leher istrinya sampai meninggalkan bekas kemerahan disana
V yang sudah terbakar gairah kembali menurunkan kepalanya di bagaian dada dan menegelamkan kepalanya di antara milik Zoe
"ah... V" Zoe manrik rambut V saat dirinya tidak bisa menahan gairah yang di akibatkan ulah suaminya itu
mendengar ******* dari wanitanya membuat V semakin berani dan mengingunkan lebih, di sobeknya tank top yang menjadi satu-satunya penghalang mereka
V memandang nanar saat melihat gumpalan milik istrinya itu tereksplor tanpa penghalang, tanpa basa-basi V langsung membuka mulutnya lebar seakan-akan akan memakan gupalan itu.
V menyesapnya berharap sumur itu sudah mengeluarkan air, sembari lidahnya menari-nari di ujung kacang coklat membuat si pemilik gemetar kegelin
"aw.. V" jerit Zoe menjabak rambut suaminya saat miliknya digigit
mendengar jeritan Zoe membuat akal sehat V kemabali, dihentikan semua aktivitasnya seketika sebuah perasan bersalah menyelimuti hatinya
"maafkaan aku" ucap V bangun dari atas tubuh istrinya lalu pergi meninggalkan Zoe
sebernya Zoe tidak ingin berharap lebih, selain V menikahinya karena di jodohkan dirinya juga menikahi V agar bisa terlepas dari ke posesifan mantan pacarnya, tapi entah mengapa hari ini dia bisa kelepasan dan menginginkan lebih padahal sebelumnya dirinya sangat menjaga betul tubuhnya agar tidak di sentuh oleh seorang laki-laki bahkan saat dirinya berpacaran hanya sebuah ciuman bibir dan bergandeng tangan kontak fisik yang di lakuan
...πππ...
Pagi hari
Zoe mulai membuka kedua matanya memgedarkan pandanganya kesekeliling ruangan mencari keberadaan suaminya, tapi tidak ada tanda-tanda penghuni lain disana entah kemana suaminya semalam tidur
mengingat kejadian semalam membuat hati Zoe sakit dan tanpa sadar air mantanya kembali jatuh
"Ayolah Zoe, kenapa kau menangis?" Zoe mengapus air matanya berusaha untuk tegar dan mengangap kejadian semalam tidak pernah terjadi
Zoe menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkan secara perlahan sebelum dirinya berjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
sepanjang pagi ini Zoe belum melihat kehadiaran suaminya, Zoe mencari keberadaan suaminya di seluruh ruangan apartemen sampai ia menemukan V tertidur di sebuah sofa di ruang olahraga yang masih mengunakan sarung tinju ditanganya
"apa kau benar-benar menyesal telah menyentuhku?" lirih Zoe saat dirinya duduk jongkok menatap wajah suaminya yang tertidur pulas
pasti V menyesal atas kejadian semalam dan meluapkan kekesalan dan amaranya ke samsak