
Bruk
Karena ingin segera sampai ke tempat tujuan, V mengendarai mobilnya dengan ugal-ugalan samapi ia menabrak mobil di depanya yang sedang berhenti karena lampu merah
"kalo nyetir liat-liat!" geram pengemudi lain keluar dari mobilnya menegtuk pintu mobil orang yang baru saja menabaraknya dari belakang
"pinggirkan mobil mu sekrang!" perintah V menurunkan kaca mobilnya
"bukanya meminta maaf malah menyuruh orang lain minggir! memang hanya kau saja yang sibuk? kita juga punya punya pekerjaan!"
V yang sudah tidak bisa menahan emosinya, keluar dari mobil dan mencengkram kerah orang sudah menghambat jalannya untuk menyelamatkan Zoe
"ada nyawa seseorang yang harus aku selamatkan, aku tidak punya waktu untuk meladeni mu" ucap V menyeringai hendak memukul orang tersebut
"hentikan V!" cegah Dad Wille keluar dari mobil yang kebetulan tepat berada di belakang V "Dad ikut dengan mu dan Kau Vallen, selesaikan masalah ini" ucap Dad Wille lalu masuk kedalam mobil V melanjutkan perjalanan lagi
*
*
setelah kurang lebih menempuh perjalanan sepuluh menit V dan Dad Wille akhirnya sampai di lokasi, para badyguard keluarga Willem beserta polisi juga akan datang sebentar lagi
tapi betapa terkejutnya Dad Wille dan V melihat keadaan lokasi tersebut yang sudah tidak kondusif karena banyakknya orang berkerumun
tidak kalah cemasnya dengan V, Dad Wille segera turun dan mencari putri satu-satunya dan berharap sesuatu yang buruk tidak terjadi padanya
"Zoe!" triak V membelah lautan manusia sambil terus mencari sosok istrinya, "Zo-" triakan V terhenti saat matanya menangkap seseorang yang telah membawa pergi istrinya tengah terduduk di punggir jalan dengan tatapan mata yang kosong
"brengsek!" umpat V sambil melayangkan bogem mentah tepat di wajah Arsya "diaman istriku?!!" tanya V trus memukul wajah Arsya sampai babak belur,
V merasa aneh kenapa Arsya diam saja dan tidak membalas sama sekali padahal V sudah memukul dengan pukulan yang sangat keras sampai Arsya muntah darah "kenapa kau tidak membalas pukulan ku?" tanya V menatap wajah Arsya yang sudah penuh dengan darah
"jawab!" bentak V karena Arsya tidak kunjung menjawab pertanyaanya
"pukul aku, pukul ...pukul..." Arsya mengarahkan tangan V untuk terus memukulinya. melihat Arsya bertingkah aneh membuat V hanya diam saja dan berusaha mencerna apa yang di inginkan mantan pacar istrinya itu "jika perlu bunuh aku, agar aku bisa pergi bersama Zoe"ucap Arsya memberikan pistol yang ada di sakunya ke genggaman tangan V. "tembak aku, tembak!" Arsya mengarahkan moncong pistolnya ke arah kepalanya sendiri
"apa maksud mu pergi bersama Zoe?" tanya V dengan mulut yang bergetar menahan rasa kekhawatiran yang dari tadi menyelimuti hatinya saat mendengar kata 'pergi'
"aku akan menyusul Zoe kemanapun dia pergi termasuk ke surga" ucap Arsya untuk pertama kalinya menatap fokus kepada kedua mata milik V
"breng*sek! berani kau mengatai istriku sudah meninggal!" V kembali memukul Arsya dengan keras sehingga Arsya tidak sadarkan diri.
melihat Arsya sudah pingsang V bangit lalu membalikkan badannya dan dia baru sadar jika kerumunan yang tadi ia lewati adalah kerumunan yang sedang melihat kecelakaan lalu lintas