
Di sebuah Gedung lantai dua yang sudah tidak terawat, ada dua orang laki-laki membawa seorang wanita masuk kedalam dengan wajah yang tertutup kain hitam dan tangan terikat ke belakang
"Masuk! " bentak salah satu dari mereka, memasukkan wanita itu di salah satu ruangan di gedung tersebut "jaga dia, aku akan melapor ke Bos dulu" perintahnya kepada rekannya
"Baik"
ruangan Bos mereka tidak terlalu jauh dari tempat Zoe di sekap sehingga Bos mereka segera datang begitu anak buahnya melapor
Bos itu masuk ke dalam ruangan Zoe, ia melihat wanita lemah yang sedang duduk dilantai, dengan tangan masih terikat serta mukanya tertutup oleh kain hitam, seketika Bos itu tersenyum jahat
"tinggalkan kami berdua! "perintah Bos itu kepada anak buahnya karena dia ingin bicara empat mata dengan wanita pembawa musibah baginya
"Baik Bos..."
"Hai Cantik... " ucap pria itu mendekati Zoe dan membuka kain hitam di kepala Zoe
"Siapa kamu? dan kau mau apa?!" Zoe ketakutan setengah mati tapi ia berusaha menenagkan diri
"aa... aku baru ingat kau mengalami kecelakaan dan melupakan segalannya? Ck, aku sangat sedih kau begitu cepat melupakan aku, aku harap aku juga mengalami kecelakaan agar bisa melupakan mu" pria itu menundukkan kepalanya pura-pura bersedih
"apa kita saling mengenal sebelumnya?"
"tentu saja sayang, kita saling mengenal" pria itu menatap Zoe dengan tatapan membunuh
"memangnya siapa kamu? kenapa kau melakukan ini kepada ku?"
"aku sangat kecewa kau melupakan segelanya dengan mudah, tapi tidak masalah karena aku mengingat setiap penderitaan yang kalian berikan kepada keluarga ku, setiap air mata yang keluar dari mata ibuku, raut kesedihan di wajah kedua orang tuaku! aku tidak akan pernah melupakan itu semua! " pria itu mencengkam rahang Zoe dengan sangat kuat hingga kedua pipi Zoe tergores kuku tajam pria brengsek itu
"memangnya apa yang aku lakukan kepada keluarga mu?" Zoe mulai menangis ketakutan, takut karena pria yang mencengkram rahangnya ini memilikk sorot mata yang penuh dengan dendam
"Kalian membunuh mereka!!! " pria itu mendorong wajah Zoe kesamping hingga Zoe terjatuh nyamping
"tidak semudah itu! apa maaf bisa membuat mereka hidup kembali?" pria itu berdiri "dulu kami adalah keluarga utuh seperti keluarga pada umumnya, kami sangat bahagia, memiliki banyak teman, kehormatan dan kekayaan tapi semuah itu hilang dalam satu hari! keluarga kami terpecah, semua sahabat dan teman perlahan menjauh, sudah tidak ada lagi kehormatan! setiap hari hanya ada cacian dan makian yang kami dengar! apa kau tahu seseorang bisa hidup tanpa makan selama tiga hari, tapi seseorang tidak bisa hidup sehari saja dengan hujatan!"
Hikss Hikss hikss Zoe hanya bisa menangis mendengar cerita memilukan dari pria itu. kehilangan harta yang paling berharga (keluarga) adalah kehilangan paling besar dalam hidup seorang anak
"Maaf.. hiks hiks hiks" lirih Zoe, mungkin hanya itu kata yang bisa Zoe ucapkan untuk meredamkan amarah pria itu
"sudah aku bilang maaf saja tidak akan mumbaut mereka hidup kembali!" Pria itu berbicara denga penuh penekanan di setiap katanya
"lalu apa yang kau ingin kan? "
pria itu menarik salah satu sudut bibirnya"mata di balas dengan mata, tangan di balas dengan tangan dan nyawa di balas dengan nyawa"
"ja-jadi ka-kau akan me-membunuh ku? "
"tenang saja sayang, aku tidak akan membuhmu" Pria itu membelai wajah Zoe sembari tersenyum licik sambil menyeka air mata yang sempat keluar saat dirinya mengenang kedua orang tuannya
"Bos, Tuan V sudah bernada di sini" ucap salah anak buah memberi tahu
"V? " kejut Zoe "tolong jangan sakiti V, kalian bisa membunuh ku tapi tolong lepaskan V, aku mohon....hiks hiks" pinta Zoe dengan sangat menyedihkan tapi tidak di hiraukan oleh mereka
"Bagus, kalian bawa wanita Ini ke tempat lain dan jangan lupa bungkam mulutnya itu " perintahnya "sekarang kalian bersiaplah kita harus menyambut tamu utama kita sekarang" pria itu tersenyum jahat dengan sorot mata penuh amarah bercampur dendam
...πππ...
sudah ada yang bisa menebak siapa penjahatnya?
komen komen komen dong di Bawah namanyaππ