
Tidak terasa Firli sudah lulus SMA lagi. Mulai sekarang ia harus melewati konflik yang lebih berat, terutama dengan pernikahannya.
Saat SMA dulu konfliknya mungkin hanya sebatas cemburu. Namun lain ceritanya jika masalah rumah tangga mulai muncul secara nyata setelah lulus SMA. Aku harap pembaca semua masih setia dengan novel ini.
kemungkinan mulai minggu depan aku update seminggu lima kali karena hari sabtu dan minggu giliran novelku di WP. Maklum kalau author yang mentiga memang seperti ini.
Sambil say bye untuk masa SMA, ayok kita kenang apa saja yang sudah Firli dan Rean alami selama di bangku SMA?
Ini kalau Firli dan Andrean sudah rebutan camilan. Sedikitnya ada gambaran seperti apa kamar mereka di paviliun?
Ini penampakan sofa tempat mereka ngobrol gak jelas. Wow kelihatan sekali kamarnya luas, ya?
Foto ini saat kencan pertama mereka dan Andrean hanya mengandalkan uang tiga ratus ribu di kantong. Author lupa chapter berapa.
Andrean kalau sudah bikin Firli kaget hasilnya begini ...
Andrean dengan Abellard (Ayahnya) dan Firli dengan Bunda Anita. Keluarga yang bahagia.
Foto yang diambil Firli saat mengantar Andrean ke bandara. Hah? Mengantar? Kok mengantar? Ssstt ... makanya baca lanjutan ceritanya.
Itu semua kenangan Firli dan Andrean saat SMA. Baca lagi kelanjutan ceritanya, ya? Salam Elara Murako. 🍉