Happiness For You

Happiness For You
99 Pesta Pertunangan



Kei membaca daftar nama-nama tamu yang ingin Rey undang dalam pesta pertunangannya. Kei berencana dirinya sendiri lah yang akan memberikan undangan tersebut secara langsung kepada mereka karena ia ingin memastikan kesediaan mereka untuk hadir dan memberitahukan pada mereka tentang kondisi adiknya.


Pertama-tama Kei mendatangi Tuan Yoshiro yang adalah ayah angkat adiknya dan juga sosok yang sangat disayangi oleh adiknya. Kei juga meminta Tuan Yoshiro untuk membawa Alice dan kedua anak buahnya Ryo dan Satoshi untuk ikut serta menghadiri pesta tersebut.


Lalu Kei mendatangi Dokter Steve dan Paman Hadi. Kei juga mengundang kedua teman kerja Rey, Anton dan Jeremy. Mereka sangat terkejut saat Bos besar mereka itu tiba-tiba mendatangi mereka dan memberikan undangan pada mereka. Kei memberitahu mereka bahwa adiknya itu sedang sakit dan adiknya selalu menganggap mereka temannya walau apapun yang telah mereka perbuat pada adiknya. Mereka pun menyesali perbuatan mereka yang telah menjauhi Rey dan marah padanya karena telah berbohong pada mereka tentang identitas dirinya yang sesungguhnya.


Setelah itu Kei mendatangi Paman Aldi yang adalah sanak keluarga dari ibunya yang merupakan adik ibunya. Kei melakukan perjalanan singkat ke Bandung untuk mengundang paman Aldi secara langsung ke pesta pertunangan Rey sekaligus untuk memberitahukan pada paman Aldi kabar tentang penyakit adiknya yang kembali muncul untuk ketiga kalinya dan bahwa kondisinya saat ini cukup buruk. Kei berharap pamannya itu bersedia untuk menghadiri pesta tersebut dan membawa serta istri dan anaknya. Walaupun Kei tahu bahwa keluarga paman Aldi tidak pernah menyukai mereka berdua dan sikapnya sungguh sangat buruk terhadap adiknya yang pernah tinggal bersama mereka. Bahkan mereka juga bersikap buruk terhadapnya, dengan pernah mengusirnya pergi saat dulu ia menngunjungi mereka untuk mencari tahu keberadaan adiknya.


***


Malam ini Erika sudah didandani dengan sangat cantik dan telah siap untuk tampil dalam adalah pesta pertunangannya dengan pria yang sangat dicintainya, Reyhan Wiriawan. Erika mengenakan sebuah gaun yang cukup mewah dan elegan. Walaupun gaun yang dipakainya sederhana dan tidak terlalu megah tetapi ia tetap memiliki penampilan yang pastinya mempesona setiap mata yang memandang kepadanya.


Saat ini Erika sedang duduk manis sambil menunggu waktu acara dimulai dan juga menunggu pasangannya untuk datang menjemputnya dan membawanya ke ballroom Hotel Hiro, tempat pesta akan diselenggarakan.


Sedangkan Reyhan Wiriawan, yang adalah pasangan Erika baru saja selesai mendapat penataan pada rambut dan wajahnya. Kei sengaja mendatangkan spesialis penata rias yang bisa membuat wajah pucat adiknya menjadi terlihat segar dan sehat. Saat ini Rey juga sudah terlihat siap untuk menjemput pasangannya.


Kei Takahiro, sang kakak tersayangnya telah hadir disampingnya dan akan mendampinginya sebagai walinya. Kei sangat terharu melihat adiknya yang tampan ini akhirnya akan segera bertunangan dengan wanita yang sangat dicintainya. Adiknya saat ini tampak begitu bercahaya dimatanya dan begitu gagah. Wajahnya juga tampak segar dan berseri-seri karena senyuman bahagia yang selalu menghias diwajahnya. Terbesit kesedihan dan keinginannya untuk menangis ketika melihat sosok adiknya tersebut, namun ia segera mengalihkan perasaannya itu karena dia tidak mau menumpahkan airmatanya keluar dihari yang paling membahagiakan bagi adik tercintanya.


Seperti biasa, Reyhan terlihat sangat tampan dan juga menawan. Dengan tuxedo yang dipakainya dan rambut yang telah diatur sedemikian rupa sehingga menambah keren penampilannya.


"Adikku, kamu terlihat sangat tampan dan sangat gagah. Erika dan semua tamu pasti akan merasa terpesona ketika melihatmu."


"Tentunya Kak. Karena aku memang selalu terlihat tampan dan mempesona." Mereka berdua lalu tertawa bersama.


"Apakah kamu sudah siap adikku?" Tanya Kei padanya.


"Iya, kakakku. Ayo kita pergi menjemputnya."


"Minumlah dulu obatmu." Kei lalu menyerahkan sebuah gelas plastik mini yang berisi beberapa butir obat yang telah disiapkan olehnya untuk diminum oleh Rey agar tubuhnya dapat menjadi terasa lebih sehat dan dapat bertahan hingga acara selesai.


"Terima kasih, Kak."


Rey mengambil obat itu dan meminumnya.


Setelahnya Kei menyuruh Rey untuk tetap dalam posisi duduknya dan menunggu sebentar lagi sebelum mereka pergi menjemput Erika karena Kei telah mengumpulkan para tamu yang ada dalam daftar yang telah dibuat oleh Rey untuk masuk ke dalam ruangan agar dapat menemuinya dan berbincang-bincang dulu sedikit dengannya.


"Tunggu sebentar Ken. Masih ada waktu setengah jam lagi sebelum acara dimulai. Kakak ingin memberi sebuah kejutan dulu untukmu." Setelah itu kakaknya berjalan pergi menuju pintu samping ruangan dan membuka pintu tersebut. Begitu pintu terbuka, Rey melihat orang-orang yang adalah tamu yang diharapkannya untuk bisa datang menghadiri acara pestanya ini yang juga merupakan orang-orang terdekatnya yang sangat dicintainya.


Orang pertama yang berjalan masuk ke ruangan dan menghampirinya adalah Tuan Yoshiro, ayah angkatnya. Rey langsung bangun berdiri dari duduknya dan memeluknya.


"Ayah ..." Airmatanya langsung berlinangan. Lalu mereka saling melepas dan Tuan Yoshiro berkata,


"Nak, jangan menangis dan jangan merusak penampilanmu yang tampan ini dengan airmatamu. Hari ini adalah hari bahagiamu dan kamu sungguh terlihat sangat mempesona. Ayah senang sekali akhirnya kamu menemukan kebahagiaanmu. Ayah selalu mendoakan yang terbaik untukmu, Nak."


Rey mengusap matanya dan berucap, "Terima kasih Ayah. Terima kasih atas segalanya yang pernah Ayah berikan padaku selama ini. Ayah sangatlah berjasa didalam hidupku."


"Sama-sama, Nak."


Menyusul dibelakangnya, Alice yang langsung memeluknya dan menangis tersedu-sedu padanya.


"Rey ... Rey ... "


Rey melepas pelukannya dan berkata,


"Alice, jangan bersedih. Terima kasih atas segalanya. Aku juga mendoakan kebahagiaan untukmu." Alice tak mampu berkata-kata padanya karena perasaan sedihnya yang teramat sangat sehingga ia hanya bisa mengangguk dan terus menangis. Rey memeluknya lagi dan mengelus kepalanya dengan lembut.


Setelah itu Rey melepasnya dan kakaknya membantunya untuk kembali ke posisi duduknya.


Kemudian muncul kedua anak buah Rey, Sato dan Ryo. Mereka tidak berani memeluknya atau melakukan kontak fisik apapun dengannya karena Kei sudah berpesan pada mereka sebelumnya bahwa itu akan memperburuk kesehatan Rey dan membuatnya semakin rentan.


"Bos ... selamat ya Bos. Aku mendoakan kebahagiaanmu bersama Nona Erika." Ucap Sato.


"Iya Bos, aku juga selalu mendoakanmu." Tambah Ryo.


"Terima kasih, Ryo dan Sato.


Selanjutnya, Paman Aldi yang adalah adik kandung dari mendiang ibunya. Saat Rey ingin bangun dan memeluk pamannya, Paman mencegahnya.


"Jangan Rey, kamu duduk saja. Selamat ya atas pertunanganmu dengan Erika. Paman sudah menduganya saat melihat kalian berdua di Bandung waktu itu."


"Terima kasih Paman. Mana istri dan anak Paman?"


"Mereka menunggu didepan, mereka merasa malu untuk bertemu denganmu. Kamu tahu kan bagaimana sikap mereka selama ini terhadapmu."


"Aku sudah melupakannya Paman. Sampaikan ucapan terima kasih dan maafku pada mereka."


"Iya Rey."


Selanjutnya Paman Hadi yang juga mengucapkan selamat kepadanya dan kedua teman kerjanya Anton dan Jeremy.  Mereka meminta maaf pada Rey karena pernah marah padanya dan berusaha menjauhinya.


"Tidak apa, aku memahami sikap kalian itu. Terima kasih karena kalian mau datang dan masih bersedia menjadi temanku."


"Tentu saja Rey. Kami yang justru senang bisa mengenalmu dan menjadi temanmu."


"Anton benar, kita adalah teman untuk selamanya." Ucap Jeremy. Mereka bertiga lalu tertawa bersama.


Yang terakhir adalah Dokter Steve. Kali ini dokter Steve datang mengenakan setelan jas berwarna hitam. Tidak seperti penampakan yang biasa Rey lihat dengan jubah dokternya yang berwarna putih.


"Dokter Steve, terima kasih atas segalanya selama ini. Itu semua berkat perjuangan dan pengorbananmu hingga aku mampu bertahan sampai sekarang."


"Iya, terima kasih Dokter Steve."


"Baiklah, sekarang kita harus mengakhiri reuni kecil ini."


"Kakak, tunggu dulu. Aku ingin berfoto-foto dulu dengan mereka."


"Baiklah."


Lalu mereka semua berkumpul dan membentuk barisan rapih sambil berpose untuk difoto. Sebelum difoto Rey berkata pada Alice,


"Alice, jangan menangis lagi dan tersenyumlah untukku." Lalu Alice pun menghapus airmatanya dan berusaha terseyum padanya.


"Kemarilah, duduklah disampingku." Alice pun menurutinya dan merasa senang karena bisa berdampingan dengannya difoto itu. Lalu sang juru kamera mengambil foto mereka dan sesi reuni kecil sekaligus acara perpisahan bagi Rey dengan mereka yang dipenuhi keharuan telah selesai.


"Ken, apakah kamu baik-baik saja?" Tanya kakaknya untuk memastikan kondisi adiknya.


"Iya Kak, aku sangat baik dan aku juga merasa sangat sehat karena hari ini aku sangat senang dan merasa bahagia." Ucap Rey dengan seulas senyuman yang memperlihatkan kebahagiaan yang sedang dirasakannya.


"Baiklah, ayo kita segera menjemput pasanganmu."


"Erika ..." panggil Rey saat sudah tiba di ruang tunggu Erika untuk menjemputnya.


"Rey ..." jawab Erika yang juga memanggilnya. "Rey ... kamu sangat tampan. Kamu memang adalah  pasangan yang terbaik. Aku sangat bangga dan bahagia bisa menjadi pasangan hidupmu."


"Kamu juga sangat cantik sayangku dan selalu cantik. Ayo." Mereka berdua saling menebar senyum kebahagiaan mereka.


"Ehem ... ehem ..." Kei yang berada di belakang Rey berdehem melihat kemesraan dan keromantisan mereka hingga terlihat seperti melupakannya.


"Kak Kei, kamu cemburu ya pada kami? Maaf ya, aku mendahuluimu." goda Rey pada kakaknya itu.


"Kamu ini, berani mengejek kakakmu ya ... Ahahaha ... Ayo, kita harus segera pergi atau kalau tidak semua tamu akan menjadi uring-uringan karena kelamaan menunggu kalian yang tak kunjung datang."


Lalu setelah itu mereka bertiga berjalan menuju ballroom hotel Hiro. Di sana, tamu-tamu sudah cukup ramai berdatangan. Karena pesta yang kakaknya selenggarakan itu adalah pesta yang megah dan mewah yang banyak dihadiri tamu-tamu pentingnya dan juga tamu penting bagi pihak keluarga Erika sehingga suasananya meriah dan ramai dihadiri oleh banyak tamu. Semua tamu tampak bahagia menyambut kedua pasangan bintang pesta yang sedang melangsungkan acara pertunangan mereka dan menjadi saksi bagi kisah cinta mereka yang sungguh indah dan manis.


Begitu Rey dan Erika berjalan masuk ke dalam ruangan, semua tamu bersorak dan bertepuk tangan dengan serempak dan meriah. Rey dan Erika langsung menebarkan seulas senyum bahagia mereka. Kedua pasangan itu sungguh terlihat serasi dengan keanggunan dan ketampanan yang dimiliki oleh masing-masing dari mereka sehingga para tamu pun tak bisa melepaskan tatapan mereka dari penampakan kedua pasangan yang menakjubkan dan mempesona itu. Kemudian mereka berdua naik ke atas panggung dan duduk di atas pelaminan yang telah disediakan.


Berdasarkan susunan acara, pesta pertunangan ini akan dimulai dengan penuangan botol champagne yang akan dilakukan oleh kedua mempelai. Namun Rey meminta mereka untuk mengubahnya dan meminta untuk dilakukan sesi pemotretan dulu sebelum acara dimulai. Akhirnya mereka melakukan beberapa sesi pemotretan di ruangan ballroom tempat acara berlangsung. Dengan beberapa pose yang dimulai dari kedua pasangan, lalu bersama dengan kakaknya dan bersama kedua orangtua mereka secara bergiliran, dan kemudian mereka berfoto bersama sebagai dua keluarga yang telah menjadi satu keluarga.


Kemudian mereka melanjutkan kembali dengan melakukan penuangan botol champagne yang dilakukan oleh Rey dan Erika. Lalu mereka melakukan toast bersama dengan para sanak keluarga dan dengan para tamu yang hadir. Namun saat Rey sudah ingin menegak gelas minumannya yang berisi champagne, sang kakak yang berada didekatnya langsung merebutnya dan menggantinya dengan minuman koktail bebas alkohol dan terbuat dari buah-buahan asli. Rey pun diam saja dan meminum minuman yang diberikan kakaknya tersebut.


Setelah proses cheers selesai, acara dilanjutkan dengan jamuan makan malam bersama. Saat makan, Rey merasa tidak memiliki keinginan untuk makan jadi dia hanya makan sedikit saja.


"Sayang, mengapa tidak dihabiskan?" Tanya Erika padanya.


"Aku sudah kenyang." Jawabnya.


"Tidak sayang, kamu baru makan sedikit. Setidaknya makan lauknya agar menambah staminamu." Rey pun menurutinya.


Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Acara itu adalah prosesi penukaran cincin yang dilakukan oleh kedua pasangan. Namun sebelum dimulai, Rey mengucapkan beberapa patah kata sambutan dan ucapan terima kasih bagi para tamu yang telah bersedia hadir ke dalam pesta mereka.


"Sebelumnya saya, Reyhan Wiriawan ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para tamu yang telah bersedia datang ke pesta pertunangan saya dengan wanita yang paling saya cintai, Erika Kiyomi. Terima kasih atas dukungan dan doa dari kalian yang selalu menyertai kami sehingga kami berdua bisa melanjutkan hubungan kami hingga melangkah ke tahap ini. Tak lupa saya juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kakak saya tercinta, Kei Takahiro. Kakak, adikmu ini akan selalu menyayangimu. Terima kasih atas segala yang telah kamu berikan padaku. Terutama kebahagiaanku yang akhirnya telah berhasil kudapatkan dalam hidupku ini berkat dirimu."


Kei yang ada di bawah panggung dan sedang menatapnya menangis terharu kepadanya.


"Selain itu, saya juga ingin mengucapkan kepada kedua orangtua Erika yang juga telah menjadi orangtua bagi saya. Ayah dan Ibu terima kasih atas restu dan doa kalian sehingga kami bisa sampai melanjutkan hubungan kami hingga ke tahap ini."


Ayah dan Ibu Erika juga menatap haru kepada Rey dari bawah panggung tempat mereka sedang berdiri.


"Terakhir, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada wanita yang paling spesial dan sangat berharga dihidupku. Wanita tercantik dan termanis yang pernah aku temui. Erika Kiyomi, terima kasih karena kamu telah bersedia menjadi bagian dari hidupku dan telah mengisi hatiku yang dingin dan kelam dengan kehangatan dan cahaya cinta kasihmu. Kamu adalah segalanya bagiku dan akan selamanya tersimpan di dalam lubuk hatiku hingga yang terdalam."


"Rey ..." panggil Erika sambil menangis terharu mendengar ucapan terima kasih yang tak diduganya dari pria yang sangat dicintainya itu.


Rey lalu mendekat padanya dan mencium bibirnya dengan lembut dan cukup lama di depan keramaian orang-orang yang sedang menonton dan menyaksikan mereka. Para tamu yang hadir disitu tersenyum bahagia melihat keromantisan yang sedang terjadi didepan mereka itu. Lalu mereka pun bersorak dan bertepuk tangan dengan meriah.


Kemudian, Rey memasangkan cincin dijari tangan Erika. Seulas senyuman indah dan penuh kebahagiaan tak pernah lepas dari wajah Rey. Sungguh memperlihatkan betapa senang dan bahagianya dirinya malam ini. Tepukan riuh dari para tamu hadirin pun berkumandang dan memenuhi seisi ruangan.


Lalu tiba giliran bagi Erika untuk memasangkan cincin di jari tangannya. Erika menggapai jari tangan Rey yang terjulur padanya dan dengan telapak tangannya, Erika mulai akan memasangkan cincin itu dijari manis Rey. Sambil menunggu, wajah Rey terus mengulas senyuman bahagianya.


Tiba-tiba, Rey merasakan ada suatu sensasi tak mengenakkan yang muncul ditubuhnya dan membuatnya tak nyaman. Ia merasa tubuhnya melemah dan matanya seolah memberat. Namun Rey berusaha bertahan untuk dapat tetap dalam posisinya yang sedang berdiri tegak dan sambil mengerjapkan matanya agar dapat terus membuka.


Tepukan riuh dari para tamu hadirin kembali terdengar. Namun suara kegaduhan itu semakin lama semakin berkurang dan menjauh di telinga Rey. Ia lalu melihat ke sekelilingnya dan tidak bisa mendengar suara apapun. Dia hanya bisa melihat gerakan tangan dan senyum tawa dari wajah mereka. Lalu Rey menatap wajah Erika dan ia berusaha mengeluarkan suara dengan sekuat tenaganya untuk mengucap kata, "Maaf Erika ..." sambil menggenggam jemari tangannya hingga cincin yang sudah hampir melingkar di jari tangannya terjatuh dan terhempas ke lantai bersamaan dengan dirinya yang juga ikut terhempas jatuh ke lantai dan dengan tubuhnya yang terkulai lemah, langsung tak sadarkan diri.


"Reyyy ...!!" Teriak Erika histeris ketika melihat pasangan yang sedang berdiri dihadapannya tiba-tiba terjatuh dengan lemas ke lantai dan langsung tak sadarkan diri.


"Kennn ...!" Teriak kakaknya yang langsung berhambur ke atas panggung menuju ke sisi adiknya.


Begitu juga dengan para tamu yang sedang hadir disitu. Mereka langsung terdiam selama sepersekian detik karena keterkejutan mereka. Setelah sadar barulah mereka berteriak meneriakkan nama Rey untuk memanggil dan berjalan menghampirinya.


Rey segera dilarikan ke rumah sakit. Erika dan kakaknya ikut mendampingi di dalam mobil ambulans yang membawa Rey.


"Kak Kei, katakan padaku. Apa yang terjadi padanya? Mengapa Rey bisa tiba-tiba pingsan?" Tanya Erika untuk kesekian kalinya pada Kei dengan suara isak tangisnya.


Namun Kei hanya terdiam dengan airmata yang telah membasah dipipinya sambil terus memandangi dan memegangi jemari adiknya.


Ken ... bertahanlah ... jangan pergi dulu ... kakak mohon padamu. Ucapnya dalam hatinya. Kei sungguh merasa shock mendapati adiknya yang tiba-tiba terjatuh pingsan dihadapannya dan disaat kebahagiaannya yang tinggal sedikit lagi berhasil diraihnya karena bisa bersatu dengan wanita yang sangat dicintai adiknya itu.


***