Happiness For You

Happiness For You
44 Perselingkuhan



"Jadi, kembali ke pembicaraan kita di awal tadi. Apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu? Maksudku tentang perselingkuhanmu. Wanita itu, aku tahu dia. Namanya Bella Rose dan dia adalah seorang model yang sangat terkenal. Jadi tidak mungkin dia mau memiliki hubungan dengan seorang pria sepertimu. Apalagi sampai mempertontonkan hubungan intim yang sengaja kalian berdua lakukan secara terang-terangan di depan kami. Aku sangat yakin kalau yang kalian lakukan itu pastilah hanya sebuah pertunjukan palsu dan akting belaka."


"Jangan terlalu menganggapku remeh. Aku dan Bella memang memiliki hubungan yang spesial." Yang Rey katakan hampir benar, karena Bella pernah menaruh hati padanya tetapi Rey menolaknya karena saat itu Rey sedang mempunyai perasaan kepada Alice. Jika saja dia tidak menolak Bella maka mereka pasti telah menjalin hubungan spesial sebagai sepasang kekasih.


"Hmm ... bisa dibilang apa yang kamu katakan ada benarnya juga. Kalau tidak, bagaimana mungkin dia mau membantumu melakukan sebuah pertunjukkan yang menakjubkan dan gila seperti itu. Dan kuakui akting Bella patut diacungi jempol hingga bisa membuat Erika percaya dengan aksi kebohongan yang kalian lakukan." Perkataan Kei tersebut cukup menohok bagi Rey karena kebohongannya telah terbongkar dengan telak.


"Mengapa kamu sangat yakin kalau kami hanya sedang berpura-pura saja?" tanya Rey penasaran.


"Karena ini bukan pertama kalinya aku memergoki orang yang sedang berselingkuh. Waktu aku masih kecil dulu, aku juga pernah memergoki ayahku sedang melakukannya." Rey terkejut dan tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia merasa kakaknya sungguh malang karena telah melihat perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh ayahnya sendiri bahkan disaat kakaknya itu masih kecil. "Tetapi setelah melihat aksimu itu, aku seperti tersadarkan. Pandanganku menjadi terbuka dan itu membawaku kepada kebenaran bahwa ayahku tidak bersalah, ia tidak pernah berselingkuh."


Rey cukup terkejut dengan kebenaran tentang ayahknya yang kakaknya sebutkan itu. Bahwa ayahnya tidak pernah berselingkuh. Hal itu memang sangat sering ibunya kemukakan padanya. Ibunya selalu percaya dan memiliki keyakinan yang kuat terhadap ayahnya bahwa ayahnya itu selalu mencintai ibunya.


"Boleh aku mendengar apa yang kamu lihat saat itu?" tanya Rey pada kakaknya. Kei memberinya anggukan.


"Ketika aku masih kecil dulu, aku pernah sedang ingin mencari ayahku di ruang kerjanya untuk mengajaknya bermain. Tetapi begitu aku membuka ruangan kerjanya, aku dikejutkan dengan pemandangan yang terpampang didepanku. Ayahku sedang bersama seorang teman wanitanya dan mereka duduk dengan sangat menempel. Ayahku duduk di kursi kerjanya sedangkan wanita itu duduk di lengan kursi tersebut. Dan, wanita itu sedang mengedarkan jemari tangannya di wajah ayahku, dia mengelusnya dengan gerakan yang terlihat menggoda.


Tak lama setelahnya, wanita itu mendongakkan kepalanya kearahku dan melihatku yang sedang berdiri sambil mengamati mereka. Tetapi ia tidak terkejut sama sekali. Kemudian apa yang selanjutnya wanita itu lakukan sungguh keterlaluan. Dia tersenyum kepadaku dan dengan sambil terus menatap kearahku, dia menempelkan kepalanya ke leher ayahku lalu wanita itu ... mencumbu leher ayahku sambil jemari tangannya bermain di tubuh ayahku." Kei nampak sedikit terasa sesak saat menceritakan kejadian menyakitkan yang pernah dialaminya itu. Ia pun harus menelan ludahnya dulu karena suaranya menjadi sedikit tercekat akibat dari amarah dan kekesalan yang sedang dirasakannya.


"Pada awalnya ayahku hanya mendiamkannya dan tidak menghiraukannya, tetapi akhirnya ayahku pun merasa risih dan terganggu. Ia lalu menegur wanita itu secara halus dan menyuruhnya untuk berhenti menggodanya. Aku pun mulai menangis dan memanggil ayahku dengan suara lirihku. Ayahku mendengar suaraku yang memanggilnya, ia lalu menatap ke arahku dan langsung terkejut. Lalu ayahku pun berteriak marah pada wanita itu dan menghempas tubuh wanita itu agar menjauh darinya dengan kasar."


Kemudian Kei terdiam selama beberapa detik untuk kembali mengingat ucapan kemarahan ayahnya pada wanita itu yang masih tersimpan di memori kepalanya sampai sekarang


Apa-apaan yang kamu lakukan barusan kepadaku itu. Apa kamu tidak melihatnya kalau anakku sedang ada di depan pintu dan mengamati kita. Kamu pasti sengaja melakukannya dengan bermaksud membuat anakku berpikir kalau aku telah melupakan ibunya dan berselingkuh denganmu. Itulah yang diucapkan ayahnya dengan marah kepada wanita tersebut.


"Sesungguhnya aku sudah tahu kalau pada saat itu ayahku tidak melakukan apa-apa terhadap wanita itu, hanya wanita itu sendirilah yang menggoda dan merayunya secara sepihak. Tetapi aku menolak untuk mengakui kebenaran itu karena pada akhirnya ayahku menikah juga dengan wanita itu."


"Mengapa ayahmu menikahinya? Bukankah itu berarti mereka memang benar berhubungan dan saling menyukai?"


Kei menggelengkan kepalanya.


"Kakekku lah yang memaksanya. Karena sebenarnya kakekku telah menjodohkan mereka sejak lama. Namun ayahku menolaknya dan menikahi ibuku."


Selama ini Rey selalu berpikir kalau ayahnya telah memiliki wanita lain dihatinya sehingga ayahnya tidak membela ibunya saat difitnah telah berselingkuh darinya. Ayahnya juga begitu tega menelantarkan ibu serta dirinya selama bertahun-tahun dengan tak pernah menginjakkan kakinya kembali ke Indonesia ataupun berusaha untuk mencari keberadaan mereka. Padahal jika ayahnya mau, maka tidaklah sulit baginya untuk dapat menemukan mereka. Dan ia berpikir itu karena ayahnya telah memiliki sebuah keluarga yang baru sehingga melupakan mereka.


Tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Hanya saja Rey tidak pernah mendengar atau mencari tahu tentang yang sebenarnya terjadi pada ayahnya dan apa yang telah ayahnya lakukan selama ini untuk mencari dimana keberadaan mereka.


"Selama ini aku menyalahkan ayahku karena telah menyebabkan ibuku pergi dengan membawa adikku bersamanya dan meninggalkanku seorang diri."


"Benar, mereka memang diusir. Bahkan ibuku difitnah telah berselingkuh dari ayahku hingga melahirkan seorang anak dari hasil perselingkuhan-"


Belum selesai Kei berbicara, tetapi Rey langsung menghentikannya. Karena dia tidak mau mendengar kalimat yang menyakitkan baginya tentang dirinya yang dituduh sebagai anak dari hubungan gelap antara ibunya dan pria yang diselingkuhi ibunya. Yang pada kenyataannya ibunya tidak pernah berselingkuh sekalipun dari ayahnya selama seumur hidupnya. Bahkan setelah ibunya diusir dan harus berpisah dengan ayahnya, ibunya tidak pernah berhubungan dengan pria manapun dalam hidupnya.


"Hentikan! Aku tidak mau mendengar lagi omonganmu ...." Teriak Rey dengan nafasnya yang terengah-engah. Amarahnya langsung meledak-ledak dan berkecamuk di dadanya hingga terasa menyakitkan ketika kakaknya menyebutkan dirinya adalah anak yang dilahirkan dari perselingkuhan yang ibunya lakukan.


"Tidak, kamu harus mendengarkan kebenarannya. Ibuku memang telah difitnah dengan keji oleh keluarga ayahku, oleh kakekku sendiri. Tapi aku tahu itu semua tidak benar. Karena aku adalah saksi hidup akan kebenaran tentang ibu dan adikku. Ibuku telah mengandung adikku sebelum ayahku pulang ke Jepang. Tetapi ibuku tidak menyadarinya karena saat ayahku berangkat ke Jepang usia kehamilannya baru berapa hari saja.


Setelah ayahku pergi, ibuku menjadi sakit-sakitan karena perasaan sedihnya ditinggal pergi jauh oleh suaminya dan ditambah dengan kenyataan bahwa ternyata selama ini keluarga ayahku menentang hubungan mereka dan tidak pernah menyetujui pernikahan yang telah mereka jalani. Mereka pun memaksa ayahku untuk segera pulang ke negaranya agar ayahku berpisah dengan ibuku."


Mendengar apa yang kakaknya ceritakan, Rey merasa hatinya bagai sedang ditusuk duri-duri tajam. Sungguh perih dan penuh luka. Ternyata ibunya sungguh menderita bahkan disaat ibunya sedang mengandung dirinya. Selama ini ibunya tidak pernah menceritakan kepadanya kalau ternyata ibu dan ayahnya memiliki hubungan cinta yang terlarang.


"Hampir setiap hari ibuku selalu menangis dengan pikiran buruk yang selalu menghantuinya. Hingga tubuhnya semakin melemah dan sakit-sakitan. Sampai ibuku akhirnya mengetahui kalau ia sedang mengandung adikku, barulah ibuku tidak lagi bersedih dan lebih memperhatikan kesehatan tubuhnya.


Namun tetap saja kondisi tubuh ibuku masih lemah sehingga saat adikku dilahirkan, dia memiliki tubuh yang lemah dan rentan sakit. Walau begitu, saat bayi mungil adikku itu lahir, dia nampak sangat lincah dan ceria. Ia memang sering menangis tetapi ia juga suka tertawa. Membuat kami berdua sangat senang dan berbahagia ketika melihatnya. Apalagi bayi mungil adikku itu memiliki mata yang besar dan nampak seperti bersinar sehingga kami sering terlupakan kalau ia berbadan lemah dan sedang sakit."


Kini Rey benar-benar tak mampu untuk menahan airmatanya lagi. Ia membuang mukanya dan diam-diam menitikkan airmatanya. Rey tidak ingin Kei melihatnya yang sedang menangis karena mendengar kisah tentang dirinya sendiri yang terasa begitu menyedihkan baginya.


"Ibuku memberinya nama Ken yang berarti kuat dan sehat. Karena ibuku percaya adikku memiliki semangat yang kuat untuk bertahan hidup dan pasti bisa sembuh dari sakitnya serta dapat tumbuh menjadi seorang anak yang sehat dan juga kuat." Saat mengucapkan kalimat ini, entah mengapa Rey merasa seakan-akan ucapan itu ditujukan baginya untuk memotivasi dan menyemangatinya. Dan Kei memang bermaksud untuk seperti itu. Dia sengaja memandang mata Rey dan menatapnya dalam.


"Sayangnya, harapan ibuku tidak pernah terwujud. Kini aku pun tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk bisa bertemu dan berkumpul bersama dengan mereka lagi." Saat ini, raut wajah Kei memperlihatkan akan perasaan sedih dan kekecewaannya yang begitu besar karena apa yang dia harapkan untuk dapat kembali bertemu dan berkumpul dengan anggota keluarganya yang telah terpisah lama tidak akan pernah dapat diwujudkannya.


Sehingga Rey pun dapat turut merasakan perasaan yang Kei rasakan tersebut. Dia jadi merasa iba dan juga bersalah karena dirinya yang masih tidak ingin membuka identitas dirinya. Rey berpikir untuk mengatakan sesuatu yang bisa membuat kakaknya merasa terhibur dan dapat segera melupakan kesedihan serta kekecewaan yang sedang dirasakannya saat ini.


"Kamu tahu, ibumu selalu mencintai ayahmu selama seumur hidupnya. Ia juga mempercayai kalau ayahmu juga selalu mencintainya dan tidak pernah berselingkuh darinya. Ternyata selama ini ibu memang benar. Mereka saling mencintai, dan cinta mereka adalah cinta yang sejati."


Kei menoleh kearah Rey dan langsung merasa senang mendengar apa yang adiknya katakan. Lalu Kei menyunggingkan sebuah senyuman dari bibirnya dan berkata,


"Aku tahu, ibuku pasti akan selalu mencintai ayahku. Dia adalah wanita yang tangguh dan selalu memiliki keyakinan dalam dirinya. Sekarang, mereka pasti telah berkumpul bersama lagi dan berbahagia."


Rey memberinya anggukan, setuju akan apa yang Kei katakan.


"Lalu bagaimana denganmu, apakah kamu mencintai Erika?"


***