
Rey beserta dua orang anak buah Kabuto telah sampai kembali ke gudang. Di dalam gudang tersebut masih ada Kabuto yang sedang duduk menunggunya. Salah satu anak buahnya menggiring Rey masuk ke dalam gudang dengan keadaan kedua tangannya diikat yang kemudian diprotes oleh Kabuto.
"Kamu apakan tamuku itu? Cepat lepaskan ikatannya."
"Baik, Bos." Rey menatap heran kepada para anak buah Kabuto yang wajahnya tertutup semua. Apakah mereka termasuk dalam anggota mafia dibawah pimpinan Tuan Yoshiro? Karena jumlah mereka cukup banyak dan sepertinya mereka tampak sangat takut serta menurut pada Kabuto. Bahkan anak buahnya saja tidak akan bersikap seperti mereka yang hanya mengangguk dan menurut bagaikan boneka saja. Dilihat dari cara mereka memandang dirinya, mereka sepertinya juga tidak tahu dan tidak mengenalinya yang juga sama-sama anggota dan merupakan junior dari bos mereka.
"Boleh kutahu sebenarnya apa yang ingin kamu lakukan kepadaku? Mengapa kamu tidak langsung menghabisiku saja detik ini juga? Tidak usah bertele-tele, lebih cepat maka lebih baik." tanya Rey pada Kabuto setelah anak buahnya membuka ikatannya.
"Santai saja, jangan terburu-buru. Kamu pikir aku akan menghabisimu yang sudah sekarat? Hahaha .... Itu tidaklah seru. Ada hal yang lebih seru yang akan kulakukan terhadapmu agar pembalasan dendamku terasa berkesan dan menyenangkan. Bersabarlah, pertunjukkan akan segera dimulai. Sekarang, kamu duduk manis dulu saja di sini sambil menunggu kejutan dariku untukmu datang. Ahahaha ...." Kabuto pergi meninggalkan Rey seorang diri di dalam gudang dengan suara tawa yang menggema di ruangan gudang yang kosong itu. Dia lalu mengunci pintu gudangnya dari luar. Sedangkan Rey menurutinya dengan hanya duduk diam di salah satu kotak kayu yang ada didekatnya, menunggu kejutan yang Kabuto maksudkan itu. Walaupun dalam hatinya ia bertanya-tanya apa kejutannya itu.
Setelah waktu berselang cukup lama, Kei pun tiba di sekitar lokasi yang tadi ayah Erika sebutkan. Tempat itu adalah sebuah gudang yang sedang dijaga oleh beberapa orang pria dengan wajah yang ditutupi dan masing-masing dari mereka sedang memegang senjata berlaras panjang ditangan mereka. Ketika Kei berjalan ke arah mereka, para penjaga itu langsung bersiap siaga seperti hendak menyerang Kei. Kemudian satu persatu dari mereka datang mengelilinginya seperti sedang mengepungnya dan menodongkan senjata yang sedang mereka pegang ke arahnya. Kei mengangkat tangannya sebagai tanda menyerah dan menunjukkan bahwa tangannya kosong, tanpa senjata. Salah satu dari mereka lalu menelusuri tubuhnya dari bagian atas sampai bagian bawah kakinya untuk memeriksa tubuhnya.
Setelah memastikan bahwa Kei datang dengan tangan kosong dan tidak membawa senjata atau benda yang membahayakan lainnya, penjaga yang memeriksa tubuhnya tersebut menyerahkan Kei kepada temannya. Lalu temannya itu menggiringnya masuk ke dalam gudang. Setelah itu penjaga tersebut kembali keluar gudang dan seorang penjaga lainnya mengunci kembali gudang tersebut dari luar.
Rey yang sedang duduk diam di dalam gudang, merasakan kesilauan karena gudang yang gelap itu tiba-tiba menjadi sangat terang saat pintunya dibuka. Ia lalu melihat sesosok seorang pria berjalan masuk ke dalam dan pintu gudang kembali ditutup sehingga ruangan menjadi gelap kembali. Dirinya begitu terkejut ketika melihat sosok orang yang baru saja masuk ke dalam gudang adalah sosok yang sangat dikenalnya dan pria itu ikut dikurung bersamanya di dalam gudang itu. Jadi inikah kejutan yang Kabuto maksudkan?
"K-Kei ...?" tanya Rey langsung berdiri dengan terlonjak kaget. Raut wajahnya yang tadi nampak tenang tiba-tiba berubah menjadi panik dan ketakutan. "Mengapa kamu datang ke sini?"
Saat Kei telah masuk ke dalam gudang dan penjaga mengunci gudangnya dari luar, Kei merasa sedikit aneh. Tetapi perasaan anehnya begitu cepat teralihkan sebelum ia sempat menganalisanya karena ia melihat sosok Rey yang sudah ada di dalam gudang seperti sedang menunggunya. Hatinya langsung berkecamuk, antara kemarahan, kekecewaan dan juga keraguannya. Jadi apa benar pria itu yang menculik Erika?
Padahal tadinya ia sempat meragukan saat ayah Erika mengatakan kalau orang yang menculik Erika menelepon dan mengaku bahwa dia adalah Reyhan. Tetapi buktinya sekarang pria itu ada didepan matanya saat ini di dalam gudang tempat Erika disekap. Itu berarti benar bahwa Rey yang menculik Erika dan menyuruhnya datang sendirian untuk menyelamatkan Erika. Bagaimana bisa ia melakukan hal itu dan mengapa ia melakukannya? Apakah dia telah berubah pikiran dan ingin merebut Erika kembali sehingga saat ini dia ingin membuat kesepakatan lagi dengannya? Karena jujur saja, setelah berkali-kali memikirkan tingkah Rey yang hampir setiap hari mengamati Erika secara diam-diam, baginya itu terasa aneh dan sedikit menyeramkan.
Tetapi sebenarnya keraguan Kei terhadap Rey juga dipengaruhi oleh hasil tes DNA mereka yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kesamaan sehingga baginya Rey hanyalah orang lain dan bukan adik kandungnya.
"Jangan berpura-pura terkejut seperti itu. Seharusnya akulah yang terkejut dengan perbuatanmu ini. Sekarang, katakan padaku di mana Erika?" jawab Kei. Kei lalu melihat ke sekeliling area gudang untuk mencari keberadaan Erika.
"Cihh ...." Rey mendengus menyadari rencana busuk Kabuto yang ternyata mengincar kakaknya juga dan ingin mengadu domba mereka menggunakan penculikan Erika. "Brengsekk ...!!" gumamnya marah.
"Apa yang kamu bilang?" tanya Kei mulai merasa marah karena makian Rey itu yang ia kira ditujukan kepadanya.
Rey mendekati Kei dan meraih kerah kemeja Kei. "Dengarkan aku! Sekarang juga kamu harus segera pergi dari sini. Aku akan membantumu agar bisa segera keluar dari gudang ini." Mata Rey menatap nanar ke sekelilingnya untuk mencari lubang atau celah yang bisa ia gunakan untuk mengeluarkan Kei dari gudang itu.
"Lepaskan tanganmu .... " Kei menepis tangan Rey dengan marah dan kasar. "Cepat katakan apa mau mu dan serahkan Erika padaku."
"Dengar, kamu harus percaya padaku. Waktu kita mepet, kamu harus mendengarkan instruksiku ...." Kei langsung mendorong tubuh Rey dengan marah dan kuat hingga Rey hampir terjatuh. Untung ada kotak kayu yang bisa ia gunakan untuk bersandar. Kei menimpa setengah dari bagian atas tubuh Rey dan menahan bagian dadanya dengan tangannya.
"Jangan banyak omong, cepat katakan dimana Erika!"
Seketika nampak cahaya silau bersinar terang dan menyilaukan pandangan mereka. Mereka lalu menutupi pandangan mereka dengan tangan. Cahaya silau itu berasal dari pintu gudang yang terbuka karena ada seseorang yang membukanya dan masuk ke dalam.
Dorr!
Tiba-tiba terdengar suara letusan peluru dengan bunyi yang membahana di ruangan yang sepi dan luas itu. Kabuto langsung menembakkan sebuah peluru dari pistol yang sedang dipegangnya begitu ia sudah berada di dalam gudang. Tembakannya itu dia arahkan ke atas sehingga peluru tersebut menancap di langit-langit atap gudang.
Belum hilang keterkejutan mereka karena mendengar bunyi suara letusan yang tiba-tiba dan sangat kuat hingga membahana ke seluruh ruangan, lalu Kabuto berseru kepada mereka. Kompak keduanya saling melepas ketegangan yang sedang terjadi diantara mereka dan sekarang mereka menolehkan wajah mereka dan terus menatap ke arah Kabuto.
"Wow! Seru sekali pertengkaran yang terjadi antara kalian ini. Ckckck ... Duh Rey, mengapa tubuhmu ditindih seperti itu oleh musuhmu sampai membuatmu tak mampu berkutik seperti itu? Apakah kamu telah kalah lagi darinya? Sungguh menyedihkannya dirimu, kamu telah kalah dalam berebut wanita yang kamu cintai dengannya dan sekarang saat berkelahi fisik dengannya kamu juga mengalami kekalahan lagi. Bangkitlah Rey dan lawan dia lagi! Jangan sia-siakan kebaikanku yang telah mengirimimu musuhmu itu sebagai kejutan terbaik dariku dan sangat spesial hanya untukmu. Ayo bersenang-senanglah dengan musuhmu itu dan balaskan dendammu terhadapnya sekarang juga."
Kabuto mengetahui kalau selama ini hubungan mereka tidak begitu baik. Berdasar dari apa yang Rey lakukan pada Kei, maka Kabuto menyimpulkan bahwa Rey lah yang memulai permusuhan itu dengan Kei dan hal itu gara-gara rebutan seorang wanita. Dengan kondisi Rey yang akhirnya kalah dari Kei dan harus berpisah dari Erika, tentunya Rey pasti sangat mendendam dan benci kepada pria yang adalah kakak kandungnya sendiri itu. Sehingga dia pun memanfaatkan keadaan ini. Setelah Rey menghabisi kakak kandungnya sendiri, maka barulah dia akan membeberkan kebenaran bahwa mereka adalah kakak beradik dan membuat Rey menyesal serta merasakan perasaan bersalah selama sisa hidupnya.
Sama seperti dirinya yang secara terpaksa harus membunuh kakak kandungnya sendiri dengan menggunakan kedua tangannya sehingga dirinya mengalami penyesalan serta dihantui rasa bersalah yang begitu besar terhadap kakaknya selama seumur hidupnya. Dan semua itu akibat perbuatan Rey disaat dirinya masih remaja dulu.
***