Happiness For You

Happiness For You
Meminta Bantuan



Hari ini sudah ketiga harinya Erika menghilang. Kei, kekasihnya mulai panik karena belum juga berhasil menemukannya. Ia memutuskan untuk meminta bantuan dari kelompok mafia besar yang paling ditakuti.


"Selamat pagi, Tuan Yoshiro." Kei berbicara di telepon dengan Tuan Yoshiro, bos besar mafia berkelas besar yang sangat terkenal dan ditakuti itu.


"Ya Tuan Takahiro, Selamat pagi." Tuan Yoshiro menjawab panggilan telepon tersebut.


"Tuan Yoshiro, saya memerlukan bantuanmu untuk mencari kekasihku yang sedang menghilang."


"Hmm.. Baiklah, saya akan aturkan jadwal untuk anak buah saya datang ke tempat anda. Saya akan menghubungimu lagi nanti."


"Terima kasih Tuan." Kei lalu mengakhiri pembicaraan mereka.


Selesai berbicara melalui telepon, Kei mencoba melakukan panggilan ke nomor hp Erika. Namun panggilan itu tak dapat terhubung karena hp Erika masih tidak aktif. Kei lalu membuka aplikasi online chat dan membaca kembali pesan-pesan sebelumnya untuk melepas rasa rindunya terhadap Erika. Saat itu, dia menyadari ada sebuah pesan yang dihapus.


"Mmm, sepertinya aku tidak pernah menghapus pesan apapun. Aku juga tidak ingat, apa isi pesan ini?" Kei berbicara sendiri untuk menyuarakan kebingungannya.


Setelah mencoba mengingat dan melihat waktu saat pesan itu terkirim, Kei merasa ada sesuatu yang mencurigakan. Seingatnya di jam tersebut, dirinya sedang berada di apartemen Natalie dan dalam keadaan tak sadar karena pengaruh dari obat bius yang Natalie berikan padanya dengan mencampurnya ke dalam minuman yang ia minum.


Lalu Kei mencari cara untuk mengembalikan isi pesan yang telah dihapus tersebut. Setelah berhasil mendapatkannya, kecurigaannya semakin bertambah. Dengan segera ia bergegas pergi ke suatu tempat.


***


Saat ini Kei sedang berada di dalam apartemen Natalie.


"Kei, senangnya kamu datang mengunjungiku. Apa kamu sedang merindukanku seperti aku yang selalu merindukanmu?"


"Natalie, ini sudah hari ketiga Erika menghilang dan aku masih belum berhasil menemukannya." ucap Kei dengan suara yang lemah. "Dia tidak bisa dihubungi juga tidak meninggalkan pesan apapun untukku. Dia hanya meninggalkan pesan untuk orangtuanya yang mengatakan bahwa dia sedang bersamaku di malam sebelum dia menghilang." Kei menatap Natalie yang sedang berdiri di meja bar dengan lesu.


"Kupikir itu bagus. Dengan begitu orangtuanya tidak akan berpikir yang buruk tentangmu atau mencurigaimu sebagai penyebab hilangnya Erika." Natalie berjalan menghampiri Kei dengan membawa 2 buah gelas minuman ditangannya. "Sudahlah, santai saja dan nikmati kebersamaan kita ini disaat kekasihmu menghilang." Natalie menyodorkan salah satu gelas minuman kepada Kei.


Kei menghempas gelas minuman yang Natalie berikan sambil menatap wajahnya dengan kesal karena mendengar apa yang Natalie katakan. Selain itu juga Kei trauma dengan apa yang terjadi padanya di malam lalu setelah dia meminum minuman yang Natalie berikan padanya. Sehingga kini dia tidak mau menerima makanan atau minuman apapun lagi dari Natalie.


Namun Natalie tak peduli. Dengan santai Natalie meletakkan minuman yang dihempas Kei diatas meja dan meminum minumannya. Setelah menegak minumannya, Natalie berusaha merayu Kei yang masih terlihat kesal.


"Ayolah, jangan melihatku seperti ini. Hal ini tidak ada hubungannya denganku. Salahkan saja kekasihmu yang masih kekanakan itu yang tiba-tiba kabur."


"Natalie..!" Kei menghardiknya. "Tidakkah kamu memiliki rasa bersalah sedikitpun pada Erika? atau padaku atas apa yang telah kamu perbuat?"


"Bukan hanya itu, jangan menutupinya lagi. Aku sudah tahu apa yang telah kamu perbuat saat aku tak sadarkan diri. Kamu mengambil hpku dan mengirim sebuah pesan pada Erika..."


Mata Natalie membelalak melebar karena perbuatannya telah terbongkar.


"Kei..maafkan aku atas perbuatanku padamu. Sungguhh..Aku..aku tak menyangka kalau akhirnya jadi seperti ini."


"Lalu mengapa kamu melakukannya?"


"Karena aku..aku.." Natalie tak dapat melanjutkan perkataannya karena rasa bersalah dan takut.


Kei bangkit berdiri dan ingin beranjak pergi dari situ. Natalie segera menahannya dengan memeluk tubuh Kei dari belakang.


"Jangan pergi Kei.. Aku masih mencintaimu. Semua yang kulakukan semata-mata agar kamu mau peduli padaku. Kupikir, dengan apa yang kulakukan hubungan kalian akan berakhir dan setelah itu maka akan ada kesempatan bagiku untuk dapat kembali bersama denganmu lagi.."


"Natalie.." Hati Kei melunak. Dia dapat melihat pancaran kesedihan yang mendalam yang Natalie rasakan. "Maafkan aku telah membuatmu kecewa, tetapi hubungan kita telah berakhir. Sudah sejak saat kamu pergi meninggalkanku dengannya. Dan tidak ada lagi kemungkinan bagi kita untuk bisa kembali seperti dulu lagi."


"Karena kamu sangat mencintai Erika?" Kei hanya diam saja. Dia tidak ingin membuat Natalie semakin bersedih dan terluka karena jawabannya.


"Baiklah, aku mengerti. Semua ini juga karena salahku yang telah mengkhianatimu saat itu. Tenang saja, aku akan membantumu menemukan kekasihmu yang hilang itu.."


"Benarkah?"


"Iya, kau tahu kan ayahku memiliki perusahaan yang bergerak dibidang GPS.."


"Iya, aku tahu itu"


"Nah, aku akan meminta ayahku untuk membantumu melacak keberadaan Erika melalui gps yang terdapat di hpnya."


"Selama ini aku juga sudah berusaha melacaknya. Tetapi tidak bisa karena hpnya selalu tidak aktif."


"Sepengetahuanku, mereka memiliki sistem yang bisa terus memonitori sehingga seketika hp diaktifkan, maka sistem akan segera memberikan sebuah sinyal pemberitahuan serta lokasi gps dimana hp tersebut berada."


"Baiklah, kalau begitu ayo kita segera pergi ke kantor ayahmu."


Mereka berdua pun pergi menuju kantor ayah Natalie.