Happiness For You

Happiness For You
50 Kebohongan Kabuto



Kembali kepada Kabuto yang masih menyimpan kekesalan serta kemarahannya pada Rey. Apalagi dengan hukuman masa lalunya yang pernah ia dapatkan akibat ulahnya yang mengeroyok Rey disaat pria itu sendirian dan sedang berpantang untuk berkelahi. Bahkan hukuman yang ia peroleh dari bosnya itu lebih buruk daripada yang Rey rasakan saat itu. Sehingga dirinya semakin membenci dan mendendam pada Rey.


Tetapi saat ini, ketika Kabuto menunggui Rey di depan ruangan bosnya, dirinya terus mengembangkan senyuman yang lebar dari bibirnya. Walaupun senyumannya itu terlihat lebih menyerupai sebuah seringaian yang menyeramkan, tetapi suasana hatinya sangat terlihat bahwa ia sedang merasa senang dan gembira.


Entah angin keberuntungan darimana yang tiba-tiba datang kepada dirinya saat ini sehingga ia bisa mendapatkan sebuah kesempatan untuk membalaskan dendamnya itu kepada Reyhan Wiriawan dengan segera. Sebentar lagi semuanya akan berakhir. Penantian panjangnya akhirnya bisa segera ia wujudkan.


Hal itu dikarenakan Kei Takahiro, menghubunginya beberapa hari lalu untuk meminta bantuan darinya. Bantuan itu adalah untuk mengambilkan beberapa benda pribadi milik Rey yang ingin ia gunakan untuk melakukan tes dna. Karena ternyata Kei Takahiro mencurigai kalau Reyhan Wiriawan adalah adik kandungnya.


Sungguh luar biasa! Jika memang benar kenyataannya seperti itu, maka hal itu bagaikan sebilah pisau yang bermata dua. Yang itu berarti ia bisa menggunakan hal ini sebagai kesempatan baginya untuk melakukan pembalasan dendamnya terhadap Rey. Sehingga ia melakukan suatu tipuan untuk membodohi mereka.


Kabuto juga tidak mau dirinya dengan bersusah payah membantu Kei Takahiro dan memberinya apa yang dia mau. Karena jika memang benar Reyhan Wiriawan adalah adik kandung dari Kei Takahiro, maka itu berarti secara tidak langsung ia turut membantu musuhnya itu untuk mendapatkan kembali identitas dirinya yang sesungguhnya. Yang berarti ia juga telah memberikan musuhnya sebuah keuntungan besar dengan menjadi seorang adik kandung dari Kei Takahiro yang adalah seorang pengusaha kaya yang terkenal dengan bisnis keluarganya yang berskala besar di dunia properti dan perhotelan. Apalagi jika musuhnya itu telah mendapatkan identitasnya aslinya, maka akan sulit juga baginya untuk melakukan pembalasan dendamnya. Selain itu juga pria yang sangat dibencinya itu pasti akan semakin berbesar hati dan akan lebih memandang rendah dirinya serta teman-temannya.


Jadi Kabuto pun menggunakan sehelai rambut yang adalah miliknya sendiri untuk membohongi Kei dengan mengatakan bahwa sehelai rambut itu adalah rambut milik Rey. Sehingga saat Kei melakukan tes DNA berdasarkan sehelai rambut yang Kabuto berikan, hasil tesnya adalah DNA mereka tidak memiliki kesamaan. Itu berarti bahwa mereka berdua bukanlah kakak adik dan tidak saling memiliki hubungan darah.


Saat Kei mendapatkan hasil tes tersebut dan akhirnya terungkap bahwa Rey bukanlah adiknya, dirinya merasa sedikit lega karena kecurigaannya selama ini salah dan itu berarti ia tidak harus terlalu merasa bersalah terhadap Rey yang sedang sakit parah dan dengan kehidupannya yang cukup menyedihkan. Tetapi hatinya juga turut merasa sedih karena itu berarti bahwa ia belum menemukan adik kandungnya atau mungkin yang Rey katakan itu benar bahwa adiknya itu telah tiada.


Ternyata tidak hanya itu saja aksi busuk dan kelicikan Kabuto. Tanpa sepengetahuan Kei, Kabuto diam-diam menggunakan kedua benda pribadi milik Kei dan Rey untuk melakukan tes DNA mereka berdua. Dan hasilnya cocok. Ternyata mereka memang benar memiliki hubungan darah sebagai kakak adik. Kabuto menganggap ini merupakan sebuah rahasia yang sangat menguntungkan dirinya.


Tentu saja ia tidak akan berbuat bodoh dengan menyia-nyiakan kesempatan emasnya yang telah datang sendiri kepadanya itu. Ia ingin memanfaatkan hubungan mereka ini untuk melakukan pembalasan dendamnya pada Rey melalui Kei Takahiro yang adalah kakak kandungnya. Ia akan membuat Rey mengalami penderitaan serta kesedihan dan penyesalan yang amat besar selama sisa hidupnya, sama seperti yang ia rasakan selama ini.


Di kala itu, saat Kabuto baru mengetahui kebenaran akan hubungan mereka yang sebagai kakak beradik, ia mengatakan sesuatu pada selembar foto yang sedang dipegangnya. Seolah-olah ia sedang berbicara dengan orang yang terdapat pada foto tersebut.


"Kakak, tunggulah. Sebentar lagi aku akan bisa membalaskan dendam kita. Darah dibalas darah. Mata dibalas mata. Dan kematian seorang kakak harus dibalas dengan kematian seorang kakak juga. Begitulah, semua pembalasan haruslah sesuai." Selesai berbicara, ia mengeluarkan seringainya yang menyeramkan.


Kini Kabuto melihat Rey yang sudah keluar dari ruangan bosnya. Dia lalu mengikutinya pergi secara diam-diam.


Sepulangnya Rey dari kantor bosnya, ia berpikir kalau saat ini hari masih siang dan karena ia sudah berada di luar rumah, maka ia berpikir untuk sekalian berpergian ke suatu tempat. Dan suatu tempat yang akan ditujunya itu adalah rumah Erika.


Perban kecil di dahi Erika sudah dilepas, sehingga dahinya yang sedang terluka dibiarkan terbuka dan memperlihatkan sedikit sisa luka memar dan lecet karena masih belum sembuh benar. Setelah selesai makan, Erika kembali masuk ke dalam kamarnya dan diikuti oleh seorang pelayan yang daritadi menemani dan melayaninya saat makan. Rey pun ikut berjalan pergi untuk pulang ke rumahnya.


Melihat Erika yang dilayani saat makan tadi, membuat Rey berpikir bagaimana bisa ia dulu memperkerjakan dan menjadikan nona muda itu pelayan di rumahnya untuk merawat dan melayaninya. Sedangkan selama ini saja dia hidup dengan dilayani. Pantas saja dirinya begitu kacau dan sering melakukan kesalahan. Bahkan tugas yang sederhana sekalipun juga jadi dibuat berantakan olehnya. Tetapi karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian Rey akan siapa dan apa identitas diri Erika yang sebenarnya, maka dikala itu Erika pun sering kena marah olehnya dan Erika pasti akan langsung menangis saat ia memarahinya.


Walau telah berkali-kali kena marah dan diperlakukan dengan begitu kasar oleh Rey, tetapi Erika tetap bertahan dan masih mau bekerja dengannya. Hal itu menunjukkan bahwa Erika merupakan seorang wanita yang kuat dan pantang menyerah. Meskipun hal itu terpaksa dilakukannya karena ia sedang kabur dari rumahnya sehingga memerlukan tempat untuk tinggal sementara waktu dan juga tempat untuknya bersembunyi dari kekasihnya pada waktu itu.


Selama ini tidak ada orang yang berani ataupun mampu bertahan ketika harus berhadapan dengan pria kasar, pemarah dan berhati dingin seperti Rey. Jangankan bertahan untuk tinggal bersamanya, bahkan dengan hanya ditatapnya sebentar saja orang akan langsung lari menjauh darinya karena ketakutan. Hanya Erika seoranglah yang mampu bertahan dan sanggup menghadapinya. Walaupun Erika selalu merasa ketakutan ketika melihatnya, tetapi wanita itu tidak kabur darinya dan mampu beetahan untuk menghadapinya. Mungkin karena semangat dan jiwa pantang menyerah yang Erika miliki itu jugalah yang membuat Rey luluh dan tanpa sadar menaruh hatinya kepada Erika.


***


Pada pembicaraan Rey dengan Tuan Yoshiro beberapa hari lalu, Rey mengetahui kalau ayah angkatnya itu merasa sedih dan juga menyesali kondisi kesehatan Rey yang saat ini sedang sakit kanker dan mungkin waktunya hanya tinggal sebentar lagi. Harapan Tuan Yoshiro untuk menjadikan Reyhan sebagai penerusnya pun menjadi pupus. Padahal anak angkatnya itu masih berusia muda dan belum begitu menikmati kesenangan yang ada di dunia ini. Sehingga sebagai ayah angkat yang sangat menyayanginya, Tuan Yoshiro ingin agar mereka dapat melakukan banyak hal layaknya ayah dan anak dengannya seperti sarapan bersama, bermain catur atau sekedar berbincang-bincang santai saja. Jadi ia meminta Rey untuk sering-sering datang mengunjunginya ke kantornya agar ia bisa menikmati waktu kebersamaannya dengan Rey dengan lebih banyak lagi.


Sebagai anak angkatnya, Rey cukup merasa terharu dengan perilaku dan kasih sayang bos nya terhadap dirinya selama bertahun-tahun sejak ia berusia remaja hingga sekarang ini. Sehingga Rey pun menurutinya dan hampir setiap pagi dirinya akan mengunjungi Tuan Yoshiro yang sebagai ayah angkatnya. Terkadang Rey juga akan menyiapkan sarapan yang simpel untuk mereka nikmati bersama dan ayah angkatnya itu sangat menyukai nasi goreng omelet buatannya.


Biasanya sebelum pergi ke kantor Tuan Yoshiro, Rey akan menyempatkan dirinya dulu sebentar untuk mampir ke rumah Erika. Dan itu juga menjadi hal rutin yang Rey lakukan hampir disetiap paginya. Rey merasa dengan memiliki dua kegiatan rutin yang ia lakukan di setiap paginya ini, hidupnya terasa lebih santai dan menyenangkan. Beban hidupnya terasa berkurang dan hatinya menjadi lebih ringan. Ketakutannya akan penyakitnya yang membuat hari demi hari yang ia miliki semakin berkurang pun tak begitu mengganggu pikirannya.


Erika sendiri sekarang sudah hampir pulih sepenuhnya. Hanya kepalanya saja yang terkadang masih sesekali berdenyut. Tetapi Erika merasa bahwa dirinya telah benar-benar sembuh. Hanya saja orangtuanya masih melarangnya untuk keluar rumah dan tidak boleh melakukan aktivitas apapun. Membuatnya merasa sangat bosan sekali karena ia yang hanya terus mendekam didalam kamarnya saja. Ternyata kembali ke kehidupan lamanya yang menjadi seorang nona tanpa melakukan pekerjaan apapun dan selalu dilayani, terasa sungguh membosankan baginya sekarang.


Ingin sekali rasanya ia menghubungi Kei dan meminta bantuan darinya untuk mengajaknya pergi keluar dari rumahnya. Karena hanya jika Kei yang mengajaknya pergi, maka orangtuanya pasti akan menyetujuinya. Tetapi Erika tahu bahwa hal itu tidak mungkin ia lakukan karena itu berarti dia hanya memanfaatkan Kei saja dan sikap seperti itu tidak baik juga keterlaluan bagi Kei yang sudah sangat baik selama ini terhadapnya.


Apalagi selama ini, sejak kemarahan Kei padanya karena sikapnya yang hanya memikirkan Rey dan menanyakan Rey kepadanya, Kei menjadi jarang mengunjunginya. Padahal sejak itu juga sikap Erika mulai sedikit berubah. Ia tidak pernah lagi berani untuk menanyakan atau membahas Rey padanya. Erika merasa segan untuk menyebut nama Rey didepannya bahkan juga segan untuk memikirkannya. Erika sudah mulai menganggap keberadaan Kei dan memperlakukannya dengan lebih baik.


Hanya saja Kei sendiri seperti menjauh darinya dan menjadi jarang datang menjenguknya. Bahkan sejak kepulangannya, Kei hampir tidak pernah datang ke rumahnya untuk mengunjungi atau menjenguknya. Hanya malam harinya saja dihari ia baru pulang dari rumah sakit dan itu juga karena saat itu Kei tidak bisa ikut mengantarnya pulang jadi ia berjanji pada orangtuanya untuk datang pada malam harinya.


***