Happiness For You

Happiness For You
48 Terjepit diantara mereka



Perlahan Erika menelusuri memori ingatannya dengan urutan mundur. Dia teringat dirinya yang sangat merasa kesakitan karena kepalanya terbentur dan berdarah akibat menabrak motor. Lalu ia melihat sosok Rey yang berdiri di depan pintu rumahnya sebelum pingsan. Erika juga ingat kalau dia sedang berlari kencang dan menabrak motor yang sedang melintas. Ia berlari kencang karena ia merasa marah, sedih dan kecewa. Hatinya terasa sangat sakit sehingga ingin segera pergi menghilang selamanya menghilang dari permukaan bumi. Dan yang membuatnya mengalami semua perasaan itu adalah karena pria yang sangat dicintainya telah ....


Airmata Erika langsung bercucuran dan tangisnya merebak dengan sangat pilu hingga dadanya terasa sesak. Dia langsung menghentikan pikirannya yang sedang berusaha menggali ingatannya karena dirinya tak sanggup mengingatnya lagi dan membayangkan apa yang telah dilakukan pria yang sangat dicintainya itu pada malam itu.


"Erika ...." Kei memeluk tubuh Erika dan mengusap punggungnya dengan lembut. "Aku tahu ini pasti sangat berat untukmu, menangislah. Maka itu bisa membantumu mengurangi rasa sakitmu dan akan membuatmu merasa lebih baik."


Erika mencengkram bahu Kei dan menangis sejadi-jadinya dipelukan Kei. Saat menangis, luka dikepalanya terasa sakit dan kepalanya berdenyut. Tetapi Erika tidak mau mempedulikannya. Ia hanya ingin terus menangis agar dapat menuangkan kepedihan dan rasa sakitnya. Namun rasa sakit dikepalanya semakin bertambah parah dan seperti menusuk-nusuknya. Selain itu dadanya juga mulai terasa sesak karena tangisnya yang tak henti-henti.


Nafas Erika mulai terasa berat dan memburu. Dirinya juga melemas sehingga tangisannya mulai agak mereda. Dengan Erika yang sedang berada dalam pelukannya, Kei dapat mendengar dan merasakan nafas Erika yang cepat dan pendek.


"Erika ... Erika ... ada apa?" Kei mengangkat sedikit wajah Erika dan melihat wajahnya yang memucat dengan nafasnya yang sesak. Kei kembali membawa Erika ke dalam pelukannya dan mengusap kepalanya dengan lembut. Ia lalu membisikkannya.st "Tenanglah, ada aku di sini yang menemanimu, jangan bersedih lagi dan jangan takut." Kei dapat mendengar kalau tangis Erika telah berhenti dan sepertinya Erika telah tertidur." Kei lalu membaringkannya kembali.


Tak lama kemudian seorang dokter dan perawat datang mengunjungi kamar Erika dan memeriksakan keadaannya. Dokter mengatakan kalau kondisi tubuh Erika sudah bagus. Saat ini ia sedang tertidur karena ia mengalami kelelahan dari pikiran dan batinnya yang terus mengembara pada hal-hal yang menyedihkan dan buruk. Hal itu juga telah memacu rasa sakit di kepalanya sehingga kepala Erika terasa berdenyut dan seperti tertusuk-tusuk. Sehingga dokter memberi pesan pada Kei untuk menjaga pikiran dan perasaan Erika. Jangan sampai ia kembali terpikirkan hal-hal yang sedih dan buruk selama beberapa hari ini hingga Erika sudah benar-benar pulih kembali.


Erika tertidur cukup lama. Hingga hari sudah menjelang malam ia baru bangun.


"Kak Kei ..." panggil Erika kepada Kei yang sedang duduk sambil bekerja dengan menggunakan tabletnya. Kei mematikan gadgetnya dan menghampiri Erika.


"Ya ... Kamu sudah bangun? Kamu membutuhkan sesuatu?" Erika menggeleng.


"Apakah kami daritadi di sini menemaniku?" tanya Erika. Kei memberinya anggukan, mengiyakan.


"Maaf, aku telah merepotkanmu. Kulihat kamu sedang sibuk, lebih baik kamu pulang ..."


"Tidak, aku senang melakukannya dan aku bisa melakukan pekerjaanku di sini sambil menemanimu."


"Terima kasih, Kak. Kamu baik sekali padaku." Kei memberinya senyuman. Lalu suasana menjadi hening. Erika sedang memikirkan Rey. Dia ingat kalau sebelum pingsan, secara samar-samar ia melihat Rey berdiri di depan pintu rumahnya menatap ke arahnya. Hatinya sedih tetapi juga penasaran. Apakah pria itu pernah menjenguknya atau menanyakan tentang kondisinya? Atau malah dia benar-benar telah melupakannya dan tidak mempedulikannya sama sekali walaupun saat ini dia sedang dirawat di rumah sakit apalagi kecelakaan itu terjadi di depan rumahnya.


Erika memutuskan untuk menanyakannya pada pria yang betapa baik dan begitu setia selalu menemaninya dan kebetulan pria itu juga mengenalnya.


Lalu Erika memanggilnya, "Kak kei aku ingin menanyakan sesuatu."


"Ya ...?" jawab Kei.


"Mm ... dia ... dia tahu, kan kalau aku ... mengalami kecelakaan?" tanya Erika ragu-ragu.


Alis Kei berkerut karena bingung dengan pertanyaan Erika. Tetapi ia langsung paham siapa dia yang sedang dibicarakannya itu.


"Tidak." Jawab Kei kembali dengan tegas. "Erika, saat ini kamu belum pulih sepenuhnya, jadi jangan banyak berpikir."


"Tapi aku .... " Mata Erika kembali memerah.


"Aku tahu kamu memikirkannya. Kamu merasa sedih dan ingin tahu apakah dia peduli kondisimu padamu. Tetapi pernahkah kamu memikirkan perasaanku dan apa yang kurasakan? Disaat aku begitu mempedulikanmu karena perasaan yang kumiliki terhadapmu tetapi kamu malah tidak pernah memandang dan menganggap aku ada. Aku lah yang saat ini berada didekatmu dan selalu menjagamu, tetapi kamu malah hanya memikirkannya dan bahkan kamu menanyakan hal tentangnya kepadaku ..."


Sebenarnya Kei tidak merasakan kemarahannya karena Erika yang tidak memikirkan dirinya dan menanyakan Rey kepadanya. Hanya saja Kei sengaja mengatakan itu semua agar Erika merasa segan untuk bertanya atau membahas Rey lagi. Karena dokter telah berpesan padanya untuk menjaga pikiran Erika agar tidak memikirkan hal yang buruk atau membuatnya merasa sedih.


Walaupun Erika tetap merasa sedih dan hatinya masih tak tenang memikirkan Rey, tetapi Erika merasa bersalah pada Kei yang telah begitu baik dan selalu setia menjaganya.


"Maafkan aku Kak Kei. Aku tidak menyadarinya kalau aku telah membuatmu terluka dengan sikapku yang selalu memikirkannya dan pertanyaanku tentangnya. Tetapi aku juga tidak bisa menghentikan pikiranku yang selalu memikirkannya dan aku juga tidak bisa menghadapi kenyataan pahit ini kalau dia benar-benar meninggalkanku dan tidak mempedulikanku lagi. Aku ...."


Kei kembali memeluk Erika. Namun Kei hanya memeluknya dalam diam, tidak mengatakan apapun untuk berusaha memberi penghiburan bagi Erika. Dengan apa yang terjadi diantara mereka bertiga saat ini, Kei juga membutuhkan sebuah bahu sebagai tempat untuknya bersandar dan melepas sedikit rasa lelah akan kesedihan dan perasaannya yang juga terluka. Bisa dibilang hati Kei sendiri juga memiliki kesedihannya. Terjepit diantara Erika dan Rey, dan perasaannya sendiri kepada Erika. Lukanya saja belum sembuh ketika ia harus berpisah dari kekasih yang dicintainya karena direbut darinya. Dan sekarang, ia harus menghadapi dan menghibur wanita yang dicintainya yang juga sedang terluka hatinya karena ulah pria lain yang selama ini dia anggap sebagai musuhnya. Akan tetapi pria itu sendiri juga tidak kurang kesedihannya bahkan lebih menderita dibanding mereka.


Kalau saja Kei tidak dibesarkan dengan ajaran dan didikan yang keras yang menuntutnya untuk selalu bersikap tegar dan kuat saat menghadapi segala situasi apapun sehingga membuatnya tumbuh menjadi seorang yang berkarakter kuat dengan kewibawaan dan kedewasaan yang dimilikinya. Mungkin saat ini Kei juga tidak kalah menyedihkan dan rapuhnya dari mereka. Dia mungkin tidak sanggup untuk menyaksikan, menghibur dan bahkan ikut merasakan sendiri penderitaan yang sedang dialami oleh mereka bertiga.


Dan pada situasi mereka bertiga ini, seandainya mereka saling mengetahui keadaan yang sebenarnya terjadi pada diri masing-masing, mungkin hal menyedihkan dan penderitaan yang mereka alami saat ini tidak begitu rumit.


Seandainya Erika tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Rey, orang yang sangat dicintainya bahwa dia sedang sekarat dan terpaksa meninggalkannya.


Seandainya Rey tahu apa yang kakaknya rasakan saat ini, terjepit diantara cinta mereka dan perasaan miliknya sendiri.


Seandainya Kei mengetahui kebenaran akan Rey yang sedang sekarat itu adalah adik kandungnya.


Sepertinya saat ini takdir sedang mempermainkan kisah cinta mereka bertiga sehingga masing-masing dari mereka memiliki perasaan yang salah. Ataukah mungkin itu merupakan ulah dari perbuatan mereka sendiri yang tanpa mereka sadari telah menyebabkan terjadinya situasi sulit seperti sekarang ini.


Tetapi sesungguhnya, Rey merasa bahwa semua ini terjadi bermula dari ulahnya yang ingin membalas dendam kepada kakaknya sehingga ia merebut Erika yang adalah kekasih dari kakaknya dengan maksud agar kakaknya menderita. Rey tidak pernah berpikir ataupun menduganya kalau pada akhirnya mereka akan terjebak diantara cinta segitiga yang terjadi pada mereka saat ini. Dan bukan hanya kakaknya saja yang menderita, namun juga dirinya sendiri juga Erika, yang malah menjadi wanita yang sangat dicintainya yang juga mencintainya. Sehingga sebagai orang yang telah menyebabkan masalah ini diawal, maka dialah yang paling mengetahui situasi yang terjadi diantara mereka saat ini. Dan dia jugalah yang mengendalikan kisah mereka ini.


Rey tahu jika saja Kei telah mengetahui bahwa dia adalah adik kandungnya, maka Kei pasti akan memaksa untuk memberinya donor sumsum tulang belakangnya sehingga Rey dapat sembuh dari penyakitnya. Lalu Erika dan Rey pun dapat kembali bersama dan menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai. Maka itu berarti diantara mereka, kakaknya lah yang akan menjadi paling menderita. Karena selain ia harus kehilangan wanita yang dicintainya dan merelakannya untuk diberikan kepada adiknya, kakaknya juga masih harus mengalami penderitaan ketika menjalani prosedur yang menyakitkan saat diambil sumsum tulang belakangnya, yang juga bisa berakibat buruk dan membahayakan bagi kakaknya.


Walau sebenarnya memang diawal itulah yang Rey inginkan, yaitu membuat kakaknya sangat menderita. Tetapi seiring berjalannya waktu, Rey yang sering berhadapan dengan kakaknya mulai mengenali sifat dan karakter kakaknya. Ternyata kakaknya bukanlah seorang yang berhati buruk dan jahat seperti keluarga ayahnya yang lainnya. Melainkan dia seorang yang bijaksana dan memiliki hati yang luas yang mau memaafkan perbuatan buruknya terhadapnya. Bahkan kakaknya terlihat sangat mempedulikannya hingga memotivasi dan menyemangatinya agar mau memiliki keinginan untuk sembuh dan terus bertahan hidup. Semua hal itu membuatnya menyadari kesalahannya terhadap kakaknya dan memberinya rasa penyesalan yang begitu besar atas dendam yang pernah dimilikinya.


Oleh karena itu, Rey ingin mengorbankan dirinya demi kebahagiaan mereka. Itulah mengapa Rey masih saja membohongi kakaknya dan tidak mau mengakuinya kalau ia adalah Ken Takahiro, adik kandung dari Kei Takahiro. Karena sesungguhnya ia ingin memberikan kebahagiaan bagi mereka berdua, yang adalah orang yang ia cintai. Walaupun kini mereka bertiga harus mengalami penderitaan dan kesedihan terlebih dahulu. Tetapi ia yakin seiring berjalannya waktu, penderitaan dan kesedihan mereka itu akan tersembuhkan dan mereka berdua akan kembali mendapatkan kebahagiaan mereka yang sempat tertunda karena kehadiran dirinya ditengah-tengah mereka yang juga menjadi penyebab hancurnya kisah cinta mereka yang sedang terjalin.


***