
Lana amat sangat yakin, aroma khas mentol dan greentea ini tidak salah lagi.
"Kyoya-kun, aku sudah mengisinya."
Seorang gadis juga memakai topeng berjalan mendekat sambil mengacungkan selembar kertas.
Gadis itu berhenti, menyadari ada siapa di sana.
Beberapa menit lalu..
Hana akhirnya berhasil membujuk Kyoya untuk menemaninya datang ke festival. Saat mencari Lana di ruangan PPIC tadi siang, Hana sempat mengobrol sejenak dengan para karyawati. Mereka sangat ramah, dan memberitahu kalau akan ada festival musim bunga di sungai Yan.
Hana sangat ingin datang, tapi Kyoya bilang dia ada janji temu apalah, rapat apalah, sibuk sekali.
Jadi Hana bilang pada Kyoya ya sudah dia bisa pergi ke festival sendiri, toh sungai Yan tidak terlalu jauh dari gedung MT Corporation. Tiba-tiba laki-laki itu membatalkan semuanya dan bersedia menemani Hana. Yeeyy ..
Disinilah mereka sekarang. Hana yg penasaran dengan panggung dan even pasangan, bersikeras ingin ikut mendaftar.
Kyoya langsung menolak dengan tegas. Tanpa ikut even aneh itu saja, mereka sudah sangat tidak nyaman berjalan-jalan di kerumunan seperti ini. Hana menutupi kepalanya dengan topi lebar, Kyoya memakai syal yg dinaikkan menutupi mulut dan hidungnya.
Kyoya sangat menjaga privasi dirinya dan Hana, apalagi beberapa hari lalu mereka muncul di berita dan media sosial terkait pesta pertunangan itu. Sudah pasti sekarang semakin banyak orang yg mengenali wajah Kyoya maupun Hana.
Kyoya tidak mau dia dikerubungi orang-orang yg tidak ia kenal hanya untuk minta foto atau basa-basi wawancara.
Hana merajuk. Kyoya menggeleng tegas, menunjuk ke syal yg melingkar di lehernya.
Tiba-tiba Hana dapat ide bagus. Ia bergegas ke gerai yg menjual topeng, lalu kembali dengan dua topeng hitam di tangan.
"Pakai ini."
Hana berjinjit, mengaitkan topeng yg agak besar ke kedua telinga Kyoya. Lalu memakai topeng yg lebih kecil ke wajahnya sendiri.
"Sekarang orang-orang tidak akan tahu siapa kita."
Hana merapikan syal di leher Kyoya. Lalu melepas topi lebarnya, melipatnya menjadi sangat kecil lalu menjejalkannya ke dalam tas yg tersampir di bahu.
Begitulah.. saat Hana sedang mengisi formulir di ujung sana, Kyoya hanya berdiri menunggu di antara kerumunan. Dia sedang fokus menilai kelayakan panggung itu, mengingat sebentar lagi ia dan Hana akan naik ke sana, jika gadis itu tidak berubah pikiran.
Tiba-tiba ada seseorang menabrak Kyoya. Kyoya menunduk dan membelalak. Lana??
Lana juga tampak terkejut, tapi tentu gadis itu tidak tahu kan kalau pria bertopeng itu adalah Kyoya. Kalau tahu, berarti gadis ini hebat juga, batin Kyoya.
Tiba-tiba Hana datang dengan berisiknya, mereka bertiga kini berdiri canggung.
"Hai Lana." sapa Hana, membongkar penyamaran mereka secara tidak langsung.
Lana tersenyum, "Hai Hana. Lucu sekali kalian memakai topeng couple segala."
Hana menggandeng lengan Kyoya manja, "Bagus ya?"
"Ayo-ayo waktu pendaftaran sebentar lagi ditutup, yg sudah mengisi formulir silahkan serahkan kertasnya ke mbak kelinci ini ya. Acara akan segera dimulai."
Terdengar suara dari toa. Hana melepas tangannya lalu bergegas ke arah yg dibicarakan si petugas.
"Kamu tahu siapa aku?" gumam Kyoya, kini mereka hanya berdua saja.
Lana tersenyum samar. "Langsung tahu. Meski mataku ditutup pun, kurasa aku selalu bisa menemukanmu."
Kyoya tak tahu harus berkomentar apa, "Kamu sendirian?"
Sebuah lengan memeluk Lana erat. "Sayangnya dia bersamaku."
"Ethan."
Lana berusaha melepaskan diri namun pria itu tampak otoriter. Sangat ingin menunjukkan kalau Lana adalah miliknya dan tidak boleh ada yg mengganggu.
"Kutinggal sebentar saja, kau sudah digoda pria bertopeng." bisik Ethan tak suka.
Lana melirik Kyoya canggung.
"Itu bosku." gumam Lana, menyodok perut Ethan.
Ethan langsung menyodorkan tangan untuk bersalaman. "Hahaha.. selamat sore Pak Koijima. Saya tidak menyangka anda suka berjalan-jalan menikmati festival juga."
Gestur Ethan langsung berubah 180 derajat dari kaku jadi super ramah.
Kyoya berjabat tangan sejenak, lalu belum sempat ia menjawab, Hana datang dan menggamit lengannya.
"Ayo Kyoya-kun, acaranya mau dimulai. Kita antri disan-."
Hana terdiam, dia baru sadar kalau ada Ethan lalu memilih pura-pura tidak peduli.
"Kita ke sana yuk." ajak Hana.
"Waah.. Anda juga ikut even ini? Kami juga. Pasti akan seru." Ethan juga mengabaikan kehadiran Hana.
Kyoya berjalan beriringan dengan Hana ke dekat tangga. Ethan mengikuti sambil menggandeng Lana.
"Kita harus menang, Lana. Jangan sampai kalah." bisik Ethan penuh tekad.
"Ini menyangkut nama baik perusahaan, MT Corporation melawan PT. NaThan."
Lana mencubit pinggang Ethan. "Apa sih, sampai bawa-bawa MT Corporation segala."
"Pokoknya kita harus menang, okey?"
Lana memutar bola matanya, ini kan even pasangan, bahkan ia dan Ethan bukan pasangan. Tentu saja mereka pasti kalah oleh 'pasangan' yg sebenarnya. Pasangan bertopeng itu.
...***...
Lana sedikit gugup, ternyata banyak juga pasangan yg mendaftar. Kini mereka semua berdiri berjejer di atas panggung. Mungkin ada sekitar 15 pasangan.
Dengan Kyoya dan Hana berdiri paling kiri, disusul Lana dan Ethan lalu pasangan yg lain.
Pembawa acara berpakaian badut sedang mewawancarai para peserta. Lana bisa melihat dari atas sini, beberapa pengunjung berkerumun di depan panggung, penasaran dengan apa yg sedang terjadi.
"Halo halo, dengan siapa disini?" Si badut akhirnya berdiri di depan Ethan, menyapa dengan ramah.
"Ethan."
"Lana."
Mereka berdua menjawab saat badut itu bergantian menyodorkan mic ke mulut.
Melihat Lana yg masih memakai setelan kerja, Ethan juga, yah nama itu memang cocok sih.
"Kalian baru pulang kerja ya? Betulan?" tanya si badut mendadak serius.
Ethan mencondongkan kepala ke mic, "Yah kencan sepulang kerja tidak buruk juga."
Si badut berciecie ria. Lalu berpindah ke pasangan terakhir.
"Halo halo, kostum kalian kompak sekali ya, pakai topeng segala." sapa si badut.
Melihat Kyoya yg memakai setelan jas rapi dengan syal melingkar, sedangkan Hana memakai dress elegan selutut. Keduanya memakai topeng bernuansa hitam yg sama.
Hana dengan semangat, merebut mic lalu berseru antusias. "Iya dong, we are .. mysterious couple!"
Si badut kembali memegang mic, tertawa senang dengan semangat peserta yg satu ini.
"Oke oke, sudah ada bermacam-macam pasangan disini ya. Langsung saja kita mulai."
Musik bergema membuat suasana semakin semarak. Lana degdegan takut dengan permainan apa yg akan menanti.
Semua hadirin bertepuk tangan. Si badut berjalan hilir mudik di depan para peserta.
"Games yg pertama, untuk menilai seberapa dalam kalian saling mengenal, tantangan pertama adalah.."
Si badut melakukan gerakan atraksi, bersalto ringan di udara lalu dengan mantap menjejakkan kaki ke panggung lagi.
"Dimana tahi lalatnya?!" seru si badut.
Lana dan hampir semua peserta disana bingung mendengarnya.
Sebelum semakin keras mereka berdengung dan berbisik-bisik, si badut memisahkan para peserta pria dan wanita. Para pria disuruh melangkah ke depan dua jengkal lalu berbalik berhadapan dengan pasangannya.
"Oke, kita mulai dari sebelah kanan." Si badut berjalan ke pasangan paling pojok.
"Dimana letak tahi lalat pacarmu yg kira-kira dia gak tahu tapi kamu tahu?" tanya si badut.
Pria berkacamata itu tampak berpikir lalu tanpa pikir panjang ia berseru di mic.
"Di atas pantat." jawabannya disambut tawa seluruh hadirin.
Si cewek berambut pendek tampak malu, lalu datang dua gadis berpakaian kelinci membawa kain lebar. Mereka menghampiri si cewek berambut pendek, menutupi tubuh gadis itu dengan kain untuk mengecek apakah benar ada tahi lalat di atas pantat.
Lana membelalak tak percaya, sampai ada pengecekan segala.
"Benar!!"
Si badut melihat kode dari gadis kelinci kalau mereka sudah melihat tahi lalatnya.
"Selamat kamu lolos ke games selanjutnya."
Begitulah permainannya, beberapa pasangan ada yg gagal. Karena saat si pria bilang tahi lalat di paha kiri, ternyata ada di paha sebelah kanan. Ada juga yg tidak tahu sama sekali, bahkan ada yg tidak bisa menjawab.
Lana semakin tegang, dia hendak memberi kode pada Ethan tapi panitia memberitahu tidak boleh saling memberi kode.
Lana sangsi apakah Ethan tahu tahi lalat yg ada di bagian tubuhnya yg tertutup.
Kini si badut sampai ke depan mereka, Ethan tampak santai dan tenang. Padahal Lana sudah dagdigdug tak karuan.
"Oke pasangan hari kerja, kalian jangan sampai kalah ya." ucap si badut. Lalu menyorongkan mic ke mulut Ethan.
Ethan menatap Lana sambil mengulum senyum. "Tahi lalat yg cantik, di dada sebelah kanan. Disini."
Tangan Ethan menunjuk dadanya sendiri untuk memperjelas letaknya. "Disampingnya. Kecil."
Lana membelalak, dia bahkan tidak tahu ada tahi lalat kecil di samping payu*dara kanannya. Dia agak sanksi jawaban Ethan benar atau tidak.
Dua gadis kelinci langsung mendekat dan melingkarkan kain sampai ke atas kepala Lana. Kedua gadis itu meminta ijin membuka dua kancing kemeja Lana lalu mengintip dari balik bra, ada setitik hitam kecil di samping payu*dara Lana sebelah kanan.
"Benar!!" Si badut tampak kagum.
Lana menunduk malu, kini semua orang akan bisa menebak sudah sejauh apa mereka berpacaran sampai Ethan tahu letak tahi lalat di bagiannya yg intim.
Lana sendiri juga heran, Ethan masih saja mengingatnya padahal sudah lima tahun lalu pria itu melihat tubuhnya yg telan*jang.
Si badut berjalan ke pasangan terakhir.
Hana tampak gugup, dia sudah yakin mereka akan berakhir di permainan ini. Kyoya sama sekali tidak akan tahu dimana letak tahi lalat yg Hana punya.
"Jangan mau kalah, ayo kalian juga pasti bisa." Si badut menyemangati. Ia menyodorkan mic ke Kyoya yg tampak enggan menjawab.
"Di tengah-tengah punggung, tiga ruas dari tulang rusuk sebelah kanan." jawab Kyoya disambut sorakan wooww dari pengunjung.
Lana sampai tidak berkedip, ikut melihat dua gadis kelinci yg mengerubungi Hana. Mereka memasang kain lalu mengintip dari kerah leher dress Hana yg ditarik ke belakang. Tampak tahi lalat tepat di tempat yg disebutkan Kyoya.
Sibadut bersorak. Sepertinya pasangan bertopeng ini adalah favorit nya.
Lana memperhatikan Hana tampak malu dan terlihat tak menyangka dan tidak percaya kalau dia punya tahi lalat di punggung.
Mendadak ada perasaan mengganjal dan tidak enak di hati Lana melihat Kyoya bisa menjawab pertanyaan itu. Di punggung, apa laki-laki itu pernah melihat Hana dengan punggung terbuka? Sudah sejauh apa hubungan mereka, sampai Kyoya tahu letak tahi lalat tersembunyi itu.
Kyoya melirik Lana yg tertunduk. Lalu berganti menatap Hana yg menyunggingkan senyum sumringah. Ia sudah bisa menebak apa isi pikiran Lana, gadis itu pasti mengira hubungannya dan Hana sudah sangat jauh dan dalam.
Padahal Kyoya hanya ingat dan bisa tahu letak tahi lalat itu karena pernah melihat Hana sedang berganti yukata oleh ibunya saat mereka masih kecil.
Kyoya saat itu berumur 12 tahun, sedang berkunjung di rumah Hana di Jepang. Dia tidak sengaja lewat saat ibu Hana sedang memakaikan yukata (kimono musim panas). Kyoya melihat sekilas punggung gadis kecil itu yg terbuka. Dari situlah ia tahu Hana punya tahi lalat di punggung.
Si badut mempersilahkan beberapa pasangan yg gagal untuk turun dari panggung. Kini hanya tinggal 10 pasangan saja.
"Seru sekali bukan? Jangan takut jangan bimbang, masih ada dua games lagi, pembuktian apakah kalian lah pasangan sejati sungai Yan yg kami cari."
"Oke, permainan selanjutnya adalah.."
Si badut beratraksi lagi, kali ini ia melompat tinggi lalu split tepat di tengah panggung.
Musik berdentum membahana, diiringi tepuk tangan dari para hadirin.
"Kekuatan cinta!!"
Lana, Ethan, Hana maupun Kyoya saling menatap satu sama lain.
...***...