Between

Between
Bab 11 Sang CEO



"Yang akan menyampaikan hal penting ini adalah CEO MT Corporation, Mr. Koijima Kyoya. Kepada beliau, waktu dan tempat kami persilahkan."


Kalimat itu disambut gemuruh pelan dari seluruh penjuru ruangan.


Di sebelah Lana, Yuni tampak sangat antusias.


Lana menyadari beberapa rekan wanita yg lain juga sama seperti Yuni, melongokkan kepala setinggi-tingginya agar bisa melihat jelas ke atas podium.


Terdengar suara langkah kaki mantap memasuki ruangan dari pintu depan tempat Bu Marta menghilang. Gemuruh kecil itu langsung berubah menjadi senyap.


Tampak Sang CEO, memakai setelan jas hitam dengan dasi bercorak garis biru tua, berjalan dengan langkah tegap ke tengah panggung.


Dia berhenti di belakang podium, berdiri dengan kedua tangan memegang tepian podium, matanya yg setajam elang menatap mereka semua seolah sedang memindai satu persatu dengan sinar x-ray yg tak kasat mata.


Lana berjengit karena tiba-tiba Yuni membekap mulut dan menjerit tertahan.


"Astaga, astaga, baru pertama kali ini aku melihat nya dan ternyata rumor itu benar. Benar-benar luar biasa tampan." bisik Yuni.


Lana yg bertubuh lebih kecil dari Yuni, bergeser agar bisa melihat jelas ke arah podium.


Karena antusias terhadap kehadiran Sang CEO yg sangat jarang bisa ditemui selain dewan direksi dan rapat penting itu, orang-orang juga berusaha untuk bisa melihat jelas ke arah podium.


Dan saat Lana akhirnya bisa melihat seperti apa wajah Sang CEO, Lana ikut membekap mulutnya.


"Alex?? " jerit nya tak percaya.


Mata Lana membelalak, rasanya seperti ada yg menaburkan bubuk halusinasi. Lana jadi bingung apakah ini nyata atau mimpi.


Setelah cukup lama diam menatapi seluruh penjuru ruangan, Sang CEO mencondongkan tubuh ke arah microfon dan mulai bicara.


"Sorry for interrupting your work. Tidak perlu basa basi, karena saya tidak suka itu. Seperti yg sudah disampaikan oleh Bu Marta, saya mengumpulkan kalian semua karena ingin menyampaikan beberapa hal."


"Pertama, MT Corporation adalah perusahaan yg didirikan oleh Koijima Shindo, kakek saya. Pabrik besi kecil ini kemudian dibesarkan oleh Koijima Genta, ayah saya."


Sang CEO menatap tajam seperti elang pembunuh.


"Dan selama masih ada nama Koijima sebagai pemegang saham dan pemimpin di perusahaan ini, jangan harap bisa melakukan hal-hal diluar peraturan kami. "


Sungguh suasana yg mencekam. Seakan-akan ini adalah pengumuman hukum gantung para penjahat.


Lana yg mulai menyadari bahwa ini real, bahwa semalam dia telah bertemu dengan sang CEO, dan apa saja yg telah dikatakannya, Lana mulai merasa tidak nyaman.


Dia benar-benar takut dengan apa yg akan didengarnya selanjutnya.


Koijima Kyoya bicara lagi, kali ini dengan nada tegas dan gestur yg lebih santai.


"Kedua, saya perintahkan kepada semua Kepala Ruangan yg hadir di tempat ini, untuk segera melaporkan hasil kinerja karyawan training yg baru diterima, laporan terperinci selama tiga hari ini. Saya tunggu paling lambat pukul 1 siang."


"Ketiga, proses seleksi karyawan baru mulai saat ini akan dipantau dan diawasi langsung oleh Dewan Direksi. Departemen HRD hanya sebagai pelaksana dan tidak mempunyai wewenang mengambil keputusan apapun terkait penerimaan karyawan baru. "


"Keempat, mulai pagi ini Pak Wono Rudolf diberhentikan dengan tidak hormat dari jabatannya saat ini. Posisi beliau akan digantikan oleh Pak Tomo Yusril dari Departemen Pelaksana.


"Kelima dan terakhir, jika kalian berani memasuki perusahaan ini dengan cara kotor dan tidak jujur, maka bersiaplah dipecat tidak lama lagi. Saya lebih menghargai karyawan biasa yg jujur dan kompeten daripada mereka yg tidak bertanggung jawab pada jabatan yg sudah dipercayakan. Perusahaan ini menilai kinerja dan prestasi, saya jamin, hal itu akan terus terjadi."


Koijima Kyoya mengakhiri pengumumannya.


Ketika hendak berbalik dia seperti teringat sesuatu dan kembali bicara pada microfon.


"Mungkin banyak diantara kalian yg tidak tahu siapa saya. Chief Executive Officer MT Corporation, Koijima Kyoya. Mewakili dewan direksi, saya ucapkan terimakasih banyak atas dedikasi kalian untuk perusahaan ini. Selamat bekerja."


Begitu Sang CEO selesai bicara, keluarlah beberapa orang dari pintu depan termasuk Bu Marta.


Mereka menghampiri Sang CEO dan membungkukkan badan dengan hormat.


Sang CEO mengangguk lalu menuruni panggung diikuti orang-orang itu.


Seketika para hadirin berdiri berderet memberi jalan untuk Sang CEO.


Lana juga ikut membungkuk dengan diam-diam melirik.


"Pak Marcel, "


Suara Sang CEO terdengar hanya beberapa langkah kaki saja dari tempat Lana berdiri.


Lana pun menegakkan tubuh nya mendapati Koijima Kyoya sedang menghadap atasannya.


"Anda masih ingat yg saya ucapkan tadi pagi saat rapat, bukan? Tolong anda laksanakan dengan sepenuh hati. "


"Siap, Pak."


Kelewat bersemangat, Pak Marcel membungkuk dengan tiba-tiba hingga nyaris membentur ajudan yg berdiri di sebelah Sang CEO.


Koijima Kyoya berbalik dan berjalan lagi.


Lana yg terpaku melihat sosok Sang CEO yg semakin mendekat, lupa untuk membungkukkan badan.


Lana hanya berdiri diam dengan wajah tegang.


Koijima Kyoya berjalan melewati Lana tanpa menoleh, tapi entah kenapa Lana merasakan beberapa detik langkak kaki itu diperlambat saat berada didepannya.


Dan sudut bibir Sang CEO terangkat.


Entahlah, mungkin itu hanya halusinasi Lana saja.


Begitu Sang CEO dan rombongannya keluar dari ruangan, seketika keheningan yg mencekam itu pun pecah.


Hiruk pikuk orang-orang yg mengobrol tentang sosok Sang CEO ataupun berdiskusi ttg pengumuman yg sudah disampaikan tadi.


Yuni yg masih tersenyum senyum mengingat ketampanan bak patung yunani itu mendadak terjengit kaget.


Dia menoleh kearah Lana yg sedang menepuk-nepuk mulutnya dengan kesal.


"Kamu kenapa Lana? " tanya Yuni khawatir.


Lana tidak menjawab, dia malah makin keras memukuli bibirnya.


"Mulut comber, ugh lidah lemes, nyebelin, ugh ugh."


Yuni berusaha menahan tangan Lana tapi Lana masih berusaha memukuli bibirnya.


"Dasar comber, lihat apa yg sudah kamu lakukan mulut? ugh,"


Tangan Lana mendadak terkulai.


"Bagaimana kamu bisa sebodoh ini Lana. Kenapa kamu tidak sadar kalau dia itu pasti bukan karyawan biasa, huhuhu.. kenapa aku bodoh sekali. "


Lana tiba-tiba merangkul Yuni dan menangis tersedu.


Yuni yg masih bingung hanya bisa diam.


"Huhuhu.. padahal dia bilang namanya adalah Alex. Huhuhu.. Bagaimana ini..."


.


.


.


.


Begitulah kisah pertemuan pertama Lana dengan Koijima Kyoya, Sang CEO, yg bahkan tidak Lana bayangkan bisa menjadi kekasihnya kelak.


...***...