Between

Between
Bab 49 Ternyata berpisah itu menyakitkan



Butuh beberapa hari bagi Lana untuk bisa menerima kenyataan bahwa dia sekarang bukan kekasih Kyoya lagi.


Sejak malam pertengkaran itu, Kyoya tidak menghubungi Lana sama sekali. Saat di tempat kerja pun, meski ada setitik harapan kecil, Lana ingin mereka bertemu tapi Kyoya seolah lenyap dalam hidup Lana. Lelaki itu benar-benar menghilang tidak ada kabar sama sekali.


Lana sudah tidak semarah saat malam pertengkaran. Setelah berpikir selama beberapa hari, menenangkan diri, Lana tahu meski Kyoya keterlaluan tapi sekarang Lana bisa mengerti mengapa lelaki itu sampai mengatakannya. Lelaki dengan ucapan dan tingkah laku yg selalu terjaga selama ini malam itu bisa melewati batas. Semua adalah salah Lana, karena dia tidak memberikan jawaban.


Akankah jika saat itu dia menjawab semuanya akan berubah? Mereka tidak akan putus? Akankah jika Lana memberitahu Kyoya, lelaki itu akan bisa menerimanya? Mencintai Lana dengan cara yg sama seperti sebelumnya?


Lana menghela nafas, terasa begitu sesak. Seperti ada yg menaruh bongkahan batu di atas dadanya. Rasanya sangat berat.


Meski tak bertemu Kyoya langsung, tapi jejak kebersamaan mereka ada di mana-mana. Setiap melewati pojang macha, Lana teringat akan Kyoya. Saat di ruangan PPIC, Lana selalu ingat Kyoya pernah masuk ke sana dengan marah-marah. Saat di dalam lift, Lana ingat mereka pernah kebetulan bertemu. Saat di kantin, Lana ingat pertemuan pertama nya dan rasa nikmat steak hadiah dari Kyoya masih terasa begitu jelas di lidahnya.


Lana benar-benar tersiksa, terpuruk. Ternyata berpisah itu sungguh menyakitkan.


Kamu harus kuat Lana, hanya kalimat itu yg bisa ia bisikkan setiap hari untuk menyemangati jiwanya yg telah redup kehilangan cahaya.


Kamu harus kuat..


Pasti suatu saat, semua akan terasa baik-baik saja.


...***...


Pukul 10, Lana selesai meeting tentang kota baru Naruyama. Meeting terakhir Lana. Setelah meminta dengan cukup alot, akhirnya Lana berhasil membujuk Yuni, atasannya untuk mengalihkan pekerjaan dan tanggung jawab Lana mengenai jembatan gantung kepada Monic.


Kini Lana terbebas. Meski dia disibukkan dengan proyek yg lain. Setidaknya Lana tidak perlu lagi bertemu dengan Ethan. Setelah pertengkarannya dengan Kyoya, rasanya Lana tidak sanggup lagi jika harus bertemu dengan Ethan. Toh karena laki-laki itu lah awal mula semuanya.


Lana berjalan menuju lift untuk kembali ke ruang PPIC, dengan fokus menatap lantai. Sementara pikirannya memikirkan banyak hal.


Langkah sepatu fantovel Lana seketika terhenti.


Lana menahan nafas, menyadari Kyoya kini berjarak hanya beberapa langkah kaki saja. Pandangan lelaki itu lurus ke depan, tidak menatap wajah Lana.


Saat mereka akhirnya berpapasan, ada setitik harapan kecil di hati Lana, bahwa Kyoya akan bereaksi pada kehadiran Lana tapi harapan itu ternyata sia-sia.


Roger sudah siap berhenti untuk menyapa Lana, terkejut mengetahui atasannya terus berjalan seolah tidak melihat kehadiran Lana di sana.


Kyoya berjalan melewati Lana tanpa bicara. Aroma parfumnya samar-samar tercium membuat Lana diterpa rasa rindu.


Meski wajahnya sangat kentara terlihat bingung dan heran, tanpa bicara Roger bergegas mengikuti langkah kaki atasannya yg semakin menjauh.


Lana menarik nafas panjang, berusaha menenangkan diri. Its ok Lana, inilah jawaban Kyoya. Semuanya sudah berakhir. Kini kalian satu sama lain adalah orang asing.


Lana kembali berjalan menuju lift, tangannya menggenggam map hasil rapat erat-erat.


Tidak Lana tahu, Kyoya menghentikan langkah dan menoleh ke belakang. Dilihatnya gadis itu telah menjauh menuju lift.


Kyoya tampak merana. Lelaki itu benar-benar menahan diri sekuat tenaga tadi. Lana tidak tahu bagaimana akal sehat Kyoya mendadak hilang dan naluri serta hasrat menginstruksikan tubuhnya untuk berlari memeluk Lana saat itu juga.


"Ada apa sir?" tanya Roger cemas.


Kyoya langsung berbalik menghadap depan lagi.


"Tidak ada apa-apa, Roger. Semuanya baik-baik saja."


Lalu mereka kembali berjalan dan semakin menjauh.


...***...