Between

Between
Bab 38 Diapit Dua CEO



Meeting berjalan lancar.


Syukurlah Lana tidak harus berurusan dengan Ethan lagi karena Lana duduk di meja khusus karyawan MT Corporation dan Ethan duduk agak jauh di meja yg bertuliskan vendor / pihak ketiga.


Meski Lana tahu pria itu beberapa kali diam-diam mencuri pandang ke arahnya. Lana pura-pura sibuk mencatat dan memperhatikan ke layar LCD di depan.


Meeting sudah berjalan hampir dua jam, tinggal vendor terakhir yg menangani pembangunan saluran air yg sedang melakukan presentasi. Setelah itu meeting selesai.


Saat seorang wanita dari vendor C sedang asyik menjelaskan gambar alur pipa air di layar LCD, tiba-tiba pintu ruang meeting terbuka dan seorang pria berjas hitam dengan dasi biru muda bergaris berjalan mantap memasuki ruangan.


Suasana seketika riuh oleh gerakan bangkit dari duduk secara bersamaan. Wanita dari vendor C mendadak berdiri mematung. Semua mata tertuju ke arah pria itu, termasuk Lana. Yg sejenak terkejut, detik berikutnya tersenyum kegirangan. Lalu Lana juga berdiri.


Saat pria itu sampai di meja depan, semua hadirin membungkukkan badan dengan penuh hormat.


Koijima Kyoya balas menganggukkan kepala dengan sopan lalu bicara, "Silakan duduk kembali."


Semua hadirin patuh. Lalu hening.


Kyoya menatap ke seluruh penjuru ruangan,


"Maaf saya mengganggu, saya datang hanya untuk melihat saja. Silakan anda lanjutkan."


Kyoya lalu duduk di kursi kosong di sebelah CEO PT. DarmaWiyata yg langsung menganggukkan kepala sopan. Kyoya tersenyum. Lalu fokus menghadap ke depan, siap mendengarkan presentasi dari vendor C.


Wanita dari vendor C agak terbata-bata melanjutkan bicaranya setelah tahu sedang ditatap oleh pria yg amat sangat tampan.


Lana hanya tersenyum kecil melihatnya.


Ddrrtt..


Ponsel Lana bergetar, ada satu pesan masuk.


Dari Kyoya.


Temui aku di ruang Cleaning Room setelah ini. (Kyoya)


Lana diam-diam melirik Kyoya yg duduk nun jauh di sana, lelaki itu tampak fokus memperhatikan ke layar LCD.


Lana membalas oke lalu menekan tombol kirim sambil melihat ke arah Kyoya yg ternyata masih sibuk melihat ke depan. Bibir Lana mengerucut.


Tanpa Lana sadari, gerak-gerik nya sedang diamati oleh seorang pria. Tak lain tak bukan, pria itu adalah Ethan.


...***...


Setelah meeting selesai ditutup oleh moderator, Lana buru-buru mengemasi barang-barang nya.


Dilihatnya Kyoya di ujung sana sedang dirubung beberapa pria yg mengajaknya mengobrol kelewat ramah. Tapi gestur kekasihnya itu tetap tegas dan berwibawa.


Lana berpamitan pada rekan kerjanya yg lain lalu bergegas keluar ruangan lewat pintu belakang.


Ethan hendak menghampiri Lana tapi gadis itu berjalan sangat cepat. Ethan buru-buru mengikuti Lana keluar dari pintu. Tiba-tiba ada dua pria menghadangnya dan menanyakan tentang proyek Naruyama.


Ethan terpaksa menjawab sambil matanya mengekori sosok Lana, yg semakin menjauh lalu berbelok di tikungan. Ethan menggeram kesal.


Lana membuka pintu yg ada plakat putih di atas kusen bertuliskan Cleaning Room. Lalu melangkah masuk.


Ruangan itu adalah kamar kecil berisi berbagai macam peralatan kebersihan. Tidak ada siapapun.


Hati Lana dagdigdug. Benarkah Kyoya akan datang? Tapi bukankah ini terlalu riskan? Bagaimana jika ada orang yg tahu? Ada hal penting apa sampai Kyoya mengajaknya bertemu di sini?


Detik berikutnya pintu tiba-tiba terbuka. Lana berjengit kaget.


Syukurlah yg datang adalah Kyoya.


Begitu pintu menutup dibelakangnya, dengan langkah lebar Kyoya berjalan menghampiri Lana dan langsung memeluk gadis itu erat.


"Aku sangat merindukanmu." bisik Kyoya, memeluk Lana seolah mereka sudah berabad-abad tidak bertemu. Lelaki itu menghirup aroma rambut Lana yg khas wangi strawberry.


Lana hendak menikmati pelukan hangat itu tapi seketika teringat sesuatu. Ia bergerak melepaskan diri. Tapi Kyoya menahannya.


"Bagaimana kalau ada yg melihat? Ini terlalu beresiko. Ada banyak orang di luar san- emmmhh. ."


Belum selesai Lana bicara, Kyoya melu*mat bibir gadis itu. Menikmati setiap jengkalnya, memagut dan mengecup. Bibir gadis itu terasa enak sekali, kenyal, hangat dan lembut.


Kyoya menjelajahi lidah Lana sambil mengerang pelan. Lana yg hendak menarik diri akhirnya dikalahkan oleh hasratnya yg mulai terbakar. Lana balik menggigit dan lidah mereka bertaut. Mereka saling berciuman dengan panas dan liar. Lana menginginkan lebih.


Mata Lana mulai berkabut. Jemarinya menelusuri punggung Kyoya dan melingkar di sekitar leher pria itu. Tubuh mereka saling menempel erat.


Tiba-tiba Kyoya melepaskan diri, terengah-engah dia menatap Lana dan berkata dengan suara serak, "Maaf sayang, aku tidak bisa berlama-lama. Roger pasti sedang panik mencariku sekarang."


Lana mengerjap. Lalu mengangguk walau hati kecilnya tidak rela tubuh mereka berpisah.


"Bagaimana kabarmu? Kamu sudah benar-benar sehat?" tanya Kyoya mengusap rambut Lana.


"Seperti yg bisa kamu rasakan. Amat sangat sehat." jawab Lana sambil tersenyum.


Tiba-tiba pintu terbuka, Kyoya refleks menarik tangannya dan Lana berjengit menjauh. Mereka berdiri canggung. Kyoya kira yg barusan membuka pintu adalah Roger, tapi ternyata bukan.


Pria itu adalah Ethan.


Ethan membelalak mengetahui Lana bersama siapa. "Apa yg kalian lakukan di sini?" tanyanya menyelidik.


"A-a kami.. " Lana yg salah tingkah membuat Ethan semakin curiga.


Kyoya yg sudah terbiasa dengan hal-hal tidak terduga dalam menghadapi klien, langsung bisa menguasai diri. Dia melangkah maju dan menatap tajam Ethan.


"Siapa anda? Ada urusan apa anda kemari?" Kyoya bertanya tegas.


Ethan menyadari seberapa besar kekuatan dan wewenang Koijima Kyoya sebagai CEO perusahaan raksasa multi Internasional dan apa yg bisa dilakukan pria itu pada perusahaan Ethan yg masih merintis, langsung mengurungkan tindakannya yg hendak mencecar Lana.


Ethan menghampiri Kyoya, lalu mengulurkan tangan dengan sopan. "Maaf sudah membuat anda tidak nyaman Mr. Koijima Kyoya. Perkenalkan, saya Ethan Arkam. Pemilik PT. NaThan Co."


Kyoya menjabat tangan Ethan dengan mantap, tatapan matanya masih tajam tapi gestur tubuhnya yg siaga sudah mengendur. Kedua pria itu bersalaman singkat.


"PT. NaThan? Anda yg menangani jembatan gantung kota Naruyama." Kyoya menoleh ke Lana.


"Benar, saya mencari nona Lana untuk berdiskusi tentang proyek ini. Saya melihat nona Lana masuk ke ruangan ini. Jadi saya membuntuti nya." Ethan menatap Lana yg menunduk. "Ada yg perlu saya tanyakan terkait jembatan gantungnya. Mari kita pergi nona Lana."


Lana mengangkat wajah dan menjawab ketus, "Tidak ada lagi yg perlu didiskusikan. Silahkan anda pergi."


Ethan menyadari bibir Lana sedikit bengkak dan kemeja gadis itu agak kusut. Mendadak amarah dan rasa cemburu menguasai akal sehatnya. Tanpa berpikir panjang Ethan menarik tangan Lana tapi gadis itu menekan tumit sepatunya ke lantai. Tidak mau bergerak.


"Mau apa kau?" pekik Lana. Berusaha melepaskan genggaman Ethan.


Kyoya yg menyadari kekasihnya disentuh pria asing dengan kasar, langsung memegang pergelangan tangan Ethan.


"Lepaskan tanganmu." desis Kyoya tajam. Tatapan Kyoya seolah memberi peringatan bisa meninju wajah Ethan kapan saja. Kyoya mencengkram tangan Ethan keras.


Tapi akal sehat Ethan sudah dikalahkan oleh amarah. Ia tidak mau melepaskan Lana sedikit pun. Tidak lagi, Ethan tidak akan kehilangan gadis itu untuk yg kedua kalinya. Gadis itu harus kembali jadi milik Ethan, seperti dahulu.


Lana memekik. "Lepaskan Ethan. Aku sudah punya pacar. Kau tidak berhak menyentuhku sembarangan."


Ethan menatap Lana tajam. Amarah dan api cemburu tersirat dari matanya.


"Dan siapa yg boleh menyentuh-mu? Dia?" Ethan mengendikkan kepala ke arah Kyoya. Rahang Kyoya mengeras.


Lana hendak mengatakan 'Benar, dia adalah pacarku' tapi kalimat itu tertahan di ujung bibirnya. Lana hanya bisa diam menahan sakit di pergelangan tangannya.


"Lepaskan dia." Nada suara Kyoya menyeramkan. Lelaki itu semakin keras mencengkram lengan Ethan. Seakan bisa meremukkan tulang belulangnya.


Ethan mengernyit, refleks melepaskan genggaman nya.


Lana langsung menarik tangannya kembali, tampak bekas merah melingkar di pergelangan tangan kanannya.


"Saya bisa melaporkan anda terkait tindakan asusila pada karyawan MT Corporation." ancam Kyoya.


Ethan balik menatap Kyoya. Tinggi kedua pria itu hampir sama. Sekitar 180 cm. Jadi mata mereka sejajar, saling menyiratkan sorot kebencian. Jika bisa dilihat dengan lensa mikro, terdapat percikan api yg muncul dari sorot mata keduanya.


Sudut bibir Ethan terangkat ke atas. "Lana, kenapa kau memilih pacar yg pengecut seperti ini? Apa dia yg menyuruhmu datang ke kamar sempit ini agar rahasianya tidak terungkap? Apa kau diancam untuk tidak memberitahu siapapun?" Ethan menoleh ke Lana dan mengejeknya, "Apa kau sekarang menjadi... semacam wanita simpanan?"


Plak!


Jemari Lana melayang tepat sebelum tangan Kyoya bergerak meninju wajah Ethan. Lana memberikan cap merah lima jari.


Ethan mengusap pipinya yg terasa panas. Detik itu juga Ethan merasa seperti disiram air dingin, membuatnya sadar. Akal sehatnya kembali.


"Kau boleh menghinaku sesuka hati. Tapi jangan berani-beraninya menghina dia. Asal kau tahu, Koijima Kyoya seribu kali jauh lebih baik darimu. Aku sangat menyesali kenapa bisa mengenal pecundang sepertimu."


Setelah mencecar Ethan habis-habisan, Lana pergi meninggalkan kedua pria itu. Ethan langsung berlari menyusul Lana. Sementara Kyoya tampak syok.


Hampir saja dia lepas kendali.


Sejenak tadi emosi sudah mengambil alih tubuhnya, jika terlambat sedetik saja, Kyoya bisa menghajar pria itu hingga mati. Karena ia bergelar master dan menyandang sabuk hitam karate.


Kyoya mengurut dahi. "Laki-laki itu benar, aku memang pengecut. Aku tidak seberani itu mengorbankan reputasi dan jabatan ini demi gadis yg aku cintai. Aku benar-benar payah."


Tiba-tiba pintu terbuka lagi dan terdengar suara Roger.


"Astaga sir, saya mencari-cari anda kemana-mana."


Melihat atasannya yg tampak lesu dan frustasi, Roger berjalan mendekat.


"Ada apa, Pak? Anda baik-baik saja? Mengapa anda berada di sini?" tanya ajudan itu cemas.


Tanpa menjawab pertanyaan Roger, Kyoya memberi perintah sambil menatap tajam ke arah pintu.


"Segera cari tahu tentang pria bernama Ethan Arkam. Aku ingin semua informasi detil tentang nya."


Kyoya mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih.


"Siap sir."


...***...