Between

Between
Bab 46 Malam Panas



Kyoya menatap Lana intens.


"Persetan laporan keuangan. Ada yg lebih urgent." umpat lelaki itu lalu mencium Lana penuh hasrat.


Lana yg sejenak tidak siap dengan ciuman itu sedikit kaget, lalu akhirnya menikmati setiap gerakan Kyoya.


Mereka saling gigit dan mengulum lidah.


Jemari Kyoya menelusuri tengkuk Lana dan membelai lehernya. Buku kuduk gadis itu jadi meremang. Membuatnya mendesah.


Jemari itu turun ke bahu Lana dan bergerak ke depan. Mencari dua benda empuk, meremasnya lembut. Lana mendesah lagi.


Mereka berciuman dengan panas.


Lana melingkarkan tangan ke leher Kyoya dan meremas rambut tebal lelaki itu. Tubuh mereka saling menempel erat.


Lana bisa merasakan di bawah sana, bagian tubuh Kyoya membesar dan mengeras.


Perut Lana menegang, seperti jutaan kupu-kupu terbang di dalam perutnya.


"Sepertinya kita harus pindah." bisik Kyoya terengah. Dia kembali melu*mat bibir Lana, tidak memberi gadis itu kesempatan untuk bernafas.


Kyoya meletakkan satu tangan melingkar di bahu Lana dan satu tangan menyangga paha Lana. Masih sambil berciuman, Kyoya bangkit dari kursi dengan menggendong Lana. Tampak enteng dan mudah.


Lelaki itu berjalan keluar ruangan dengan menggendong Lana ditangannya.


Lana melingkarkan tangan di leher Kyoya untuk berpegangan. Mereka menuju ke kamar tanpa melepaskan bibir sedikitpun.


Kyoya mendorong pintu kamar hingga terbuka dengan bahunya. Lalu menuju ke tempat tidur dan membaringkan Lana di sana.


Kyoya melepas ciumannya dan menatap gadis itu lekat. Mata lelaki itu berkabut. Suaranya menjadi serak.


Lana balik menatapnya dengan terengah.


"Malam ini akan menjadi malam yg panjang sayang." bisik Kyoya mesra.


Lana tersipu.


Dia membiarkan jemari putih ramping itu menelusuri dress nya dan membuka kancing satu persatu. Kulit putih mulus Lana terlihat. Kyoya menyingkap hingga dress itu terbuka, bra hitam berenda menyembul keluar.


Lana memalingkan wajah karena malu. Tangan Kyoya menelusup di balik punggung Lana untuk mengurai pita. Lalu Kyoya menarik ke bawah dress itu melewati pinggul dan kaki gadis itu.


Lana kini hanya memakai bra dan cela*na dalam saja.


Lana diam-diam melirik Kyoya.


Kyoya setengah berdiri di atas Lana, tampak menikmati pemandangan indah itu. Lelaki itu sedang melepaskan kancing kemejanya satu persatu. Matanya menelusuri setiap lekuk tubuh Lana.


Setelah kemeja itu terbuka, Kyoya melepas dan melemparnya hingga jatuh ke ujung tempat tidur, menyusul pakaian Lana di sana.


Lana menahan nafas melihat Kyoya yg telanjang dada. Rasa penasaran akan tubuh laki-laki itu terjawab sudah. Bahu yg kekar, dada yg bidang dan otot perut yg kencang dengan kulit seputih susu.


Tangan Kyoya bergerak ke celana panjang hitamnya dan membuka kancing atas. Tampak cela*na dalam berwarna biru tua mengintip.


Lana terkesiap.


Kyoya membungkukkan tubuh dan mengecup perut Lana. Membuat gadis itu mengerang geli bercampur nikmat.


Lana mendesah saat jemari Kyoya dengan lembut meremas bra yg lainnya.


Lalu jemari itu bergerak menelusup ke balik punggung dan melepas kait. Dengan sigap bra itu terlepas dan digeletakkan begitu saja di samping.


Kyoya terkesiap, pemandangan indah yg selama ini ia nantikan. Melihat gundukan putih dengan ujung yg merona dan keras.


Wajah Lana bersemu merah, ia memalingkan wajah karena malu.


"Cantik sekali."


Tanpa sadar lelaki itu berkata. Lalu dengan lembut dia menunduk dan mengulum ujungnya. Memainkannya dengan lidah. Sementara tangan Kyoya memutar-mutar ujung lainnya.


Lana menahan nafas, mengerang pelan. Rasanya nikmat sekali sampai ia melengkungkan punggungnya tanpa sadar.


Bibir Kyoya terasa hangat dan basah. Tangannya bergerak lembut dan mantap. Sentuhan itu membuatnya melayang.


Bagian sensitif Lana di bawah sana mengeluarkan sedikit cairan. Terasa lembab dan panas, menjerit ingin dijamah juga.


Setelah puas bermain-main dengan dua benda kenyal Lana, Kyoya bergerak ke bawah. Tangannya mengelus paha Lana, lalu menyentuh bagian sensitif gadis itu. Masih terlindung oleh kain hitam.


Lana memekik pelan. Jemari Kyoya memainkan ujungnya yg menonjol, membuat cela*na dalam gadis itu basah.


"Seperti apa rasanya sayang?" bisik Kyoya, menatap Lana dari bawah sana.


"Mmmhh.. enak." jawab Lana malu-malu diantara desa*hannya.


"Do you want more?" tanya Kyoya lagi.


Lana mengangguk. "Ya."


Kyoya tersenyum. Lalu tangannya bergerak melepas cela*na dalam itu. Kini Lana benar-benar tanpa busana. Terbaring telan*jang di bawah tatapan Koijima Kyoya yg penuh hasrat.


Kyoya membuka paha Lana, mulai menjilat dan mengulum. Lana mengerang nikmat sampai punggungnya melengkung lagi.


"Kyoya.. " desahnya.


Kyoya mengusap ujung sensitif Lana, memperhatikan gadis itu bergelinjang sambil mengerang. Mata gadis itu terpejam.


Kyoya memasukkan satu jari ke dalam kehangatan yg langsung melingkupinya. Basah dan panas. Kyoya menggerakkan jarinya masuk dan keluar.


"Ahh.." Lana mengerang.


Bagian bawah Kyoya sudah tak tahan lagi. Sangat keras dan menonjol. Ingin segera melakukan penyatuan.


Kyoya menarik turun resleting celananya, hingga tersingkap dan memperlihatkan cela*na dalam yg menonjol keras.


Kyoya menyentuh bagian Lana yg basah dan panas, lalu berkata, "Sekarang kamu siap menerimaku sayang."


Kyoya mengeluarkan benda tumpul miliknya dan bergerak mendekati Lana.


Lana membuka matanya, terpaku pada benda milik Kyoya dan menjerit histeris.


Berteriak keras sejadi-jadinya.


...***...