Between

Between
Bab 23 Rooftop



Setelah ciuman panas dan pernyataan cinta yg mendadak itu, Lana masih tidak bisa mempercayainya.


Sekarang dia adalah kekasih Koijima Kyoya?


CEO MT Corporation menyatakan cinta padanya?


Saat ini Lana berdiri diam di dalam lift, sedang menuju rooftop rumah sakit Gwang. Disebelahnya Kyoya juga tidak bicara. Tetapi jemari mereka bertaut erat menyalurkan kehangatan.


Setelah memeluk Lana tadi, Kyoya tiba-tiba mendapat telepon dari Roger, ajudan pribadinya, bahwa ada rapat intern pukul tujuh pagi di ruang rapat MT Corporation.


Saat ini pukul enam. Hanya tersisa waktu satu jam.


Bagaimana caranya Kyoya bisa sampai ke rapat penting itu hanya dalam waktu satu jam?


Setelah itu Roger menelepon lagi mengatakan bahwa semuanya sudah siap (Lana tidak mengerti apanya yg sudah siap), Kyoya berpamitan pada kedua kakak Lana.


Kyoya mengatakan maaf terpaksa harus pergi karena ada urusan penting yg tidak bisa ditinggal. Ega dan Arga berkali-kali mengucapkan terimakasih. Kyoya juga mengucapkan turut berbela sungkawa.


Lalu Kyoya membawa Lana naik menuju rooftop. Lana masih tidak mengerti kenapa Kyoya mengajaknya ke sana.


Ting. Pintu lift terbuka. Di depan mereka terpampang beberapa anak tangga melingkar. Kyoya melangkah keluar sambil menggenggam tangan Lana.


Mereka menaiki tangga dengan bergandengan tangan. Kyoya seolah enggan melepaskan tangan Lana sedetik pun.


Lana mengikuti setiap langkah Kyoya dengan rasa penasaran yg semakin membuncah. Ketika menginjak anak tangga paling atas, Lana hendak bertanya tapi mulutnya seketika membeku.


Kyoya membuka pintu menuju rooftop dan Lana terperangah melihat sebuah helikopter besar berwarna merah kuning dengan lambang MT Corporation menunggu di tengah helipad. Baling-baling nya belum berputar.


Kyoya berdiri menghadap Lana yg masih bengong melihat penampakan helikopter yg seumur hidup belum pernah dilihatnya dari jarak sedekat ini.


"Lana,"


Suara Kyoya membuat Lana tersadar.


Gadis itu balik menatap Kyoya dengan manik matanya yg indah.


"Aku akan segera menemuimu setelah rapat selesai. I promise. "


Kyoya mengusap lembut rambut Lana.


"Semuanya akan baik-baik saja."


Lana mengangguk.


"Terimakasih. Saya akan menunggu anda Pak."


Kyoya tertawa kecil. "Kau kekasihku sekarang, berhenti memanggilku Pak."


Lana mengerjap ragu. "Ky-Kyoya?"


Alis Kyoya terangkat.


"Panggil Kyoya saja." Kyoya tersenyum.


"Kalau begitu.. hati-hati di jalan.." Lana melanjutkan dengan malu-malu. ".. Kyoya."


Melihat Lana yg tersipu begitu menggemaskan, Kyoya tak tahan lagi. Dia merenggut bibir penuh itu dan melu*matnya lagi. Lana mendesah tanpa sadar.


Setelah berciuman panas beberapa saat, Kyoya melepaskan diri dan berbisik, "Sepertinya aku harus belajar lagi untuk menahan diri agar tidak sembarangan memakanmu dimana saja."


Lana tersenyum geli.


Tiba-tiba ponsel Kyoya berbunyi, dari Roger.


Ajudan itu bertanya apa Kyoya sudah siap terbang, Kyoya menjawab okay.


Setelah mengecup kening Lana dengan penuh sayang, Kyoya menoleh karena Roger sedang berlari kearahnya.


Tampak seorang pria jangkung memakai topi hitam, kacamata hitam dan masker hitam yg membuat wajahnya menjadi misterius karena tertutup.


"Anda harus segera berangkat sekarang atau anda akan terlambat, Pak." Roger bersuara dari balik maskernya.


Kyoya mengangguk, lalu Roger melambai ke arah pilot helikopter sebagai tanda bahwa mereka siap terbang.


Menit berikutnya terdengar suara mesin helikopter menyala disusul suara gemuruh baling-baling yg berputar semakin kencang. Suara itu sangat keras hingga Lana langsung menutup kedua telinganya.


"Silakan naik, sir."


Roger memegang topinya erat, berteriak di dekat kepala Kyoya. Lelaki itu mengangguk, lalu menoleh untuk terakhir kalinya.


Ia menatap Lana seakan enggan dan berat untuk berpisah.


Lana tersenyum sambil melambaikan tangan. Mulutnya membuat gerakan 'aku akan menunggumu'.


Kyoya bicara tapi Lana tidak cukup jelas mendengarnya karena suara helikopter semakin memekakkan telinga.


Lalu lelaki itu berbalik dan berlari bersama Roger (yg masih memegangi topinya) menghampiri helikopter yg siap lepas landas.


Lana terus melambai. Dipandanginya laki-laki tampan itu melompat masuk ke dalam kursi penumpang dan pintu terbanting menutup.


Helikopter itu pun perlahan naik lalu mulai terbang.


Hati Lana terasa berat, cepat kembali Kyoya.


Lana menduga lelaki itu tadi berkata 'I love you'.


Lana pun membalas dengan bisikan, "I love you too."


Helikopter merah itu semakin tinggi, mengecil dan akhirnya hilang.


...***...