
"Yahh.. hujan."
Lana menunggu di luar kedai sambil bibirnya mengerucut meratapi hujan. Kyoya sedang membayar makanan mereka.
Lana menengadahkan tangan, air dari langit langsung membasahi jemarinya.
Saat mereka makan tadi hanya gerimis. Kenapa saat akan pulang jadi hujan deras.
Terdengar suara pintu terbuka dan Kyoya melangkah keluar. Lelaki itu juga seperti baru menyadari kalau turun hujan.
"Hujan nya cukup deras. Apa kita menunggu di dalam saja? Aku tidak membawa payung." Tangan kiri Kyoya membawa kantong plastik belanjaan.
Kyoya menunjuk ke seberang jalan
"Mobilku terparkir di sana. Cukup jauh, pasti akan basah kuyup jika nekat menerobos hujan."
Lana menengadah, langit berwarna semu ungu dan oranye. Lana tidak ingin hanya menunggu di dalam kedai, hari ini dia sudah lelah menunggu hujan.
Karena itu Lana berkata, "Kalau begitu ayo kita coba."
"Coba apa?" tanya Kyoya was-was.
Tanpa menjawab, Lana menggenggam tangan Kyoya lalu menariknya keluar dari teras tempat mereka berteduh.
"Astaga Lanaa!" Kyoya memekik begitu hujan deras membasahi tubuhnya.
Lana juga memekik, ternyata dingin sekali. Pakaian Lana langsung basah kuyup.
Hujan semakin deras, Lana mengajak Kyoya berlari menembus derasnya hujan sambil bergandengan tangan.
Mereka menuju mobil Kyoya yg terparkir. Lampu mobil mengedip tanda kuncinya telah dibuka.
Kyoya membukakan pintu, Lana langsung menerobos masuk. Kyoya berlari memutari mobil dan masuk lewat pintu pengemudi.
Kyoya menghempaskan kantong belanja ke jok belakang. Lalu menutup pintu dan suara hujan menjadi teredam.
Sejenak mereka saling tatap, menyadari betapa basah kuyup dari ujung kepala sampai kaki. Lalu keduanya tertawa.
"Hahaha.. ternyata dingin juga." Lana menertawakan kekonyolannya.
"Kapan ya terakhir kali aku hujan-hujan? Saat umur tujuh tahun? Pulang sekolah dan besoknya aku demam." kenang Kyoya, tertawa kecil.
"Seru juga ya kan." Lana mengusap wajahnya yg basah.
"Astaga Lana, lihat dirimu."
Kyoya bergerak ke belakang, mencari sesuatu di jok penumpang. Lalu menemukan sebuah handuk kecil.
Kyoya mendekat ke arah Lana dan menaruh handuk itu di kepala Lana. Dengan lembut Kyoya mengusap dan mengeringkan rambut Lana yg basah.
"Kamu basah kuyup. Cepat keringkan badanmu sebelum kamu masuk angin." kata Kyoya.
Lana menjulurkan tangan, menyingkirkan helai helai rambut basah dari wajah Kyoya.
Lana menatap kekasihnya itu penuh sayang.
Gerakan tangan Kyoya terhenti. Mereka saling tatap dengan intens.
Detik berikutnya Kyoya bergerak mendekat dan mema*gut bibir Lana. Bibir gadis itu terasa dingin.
Handuk di kepala Lana jatuh ke belakang.
Awalnya Kyoya mencium Lana dengan pelan dan lembut. Menikmati bibir gadis itu.
Saat Lana balas mencium dan menggigit. Ciuman mereka berubah panas dan penuh hasrat. Lana melingkarkan tangan di leher Kyoya. Sementara tubuh mereka saling menempel menyalurkan kehangatan.
"Mmmhh.. " Lana mende*sah penuh nikmat saat Kyoya melu*mat bibirnya penuh hasrat sambil meremas dua benda milik Lana yg empuk.
Lana balas menggigit dan Kyoya mengerang. Rasanya ingin sekali membaringkan tubuh gadis ini dan menjelajah lebih dalam lagi.
Mereka berciuman dan saling memeluk dengan erat.
Setelah bibir Lana mulai terasa sakit, keduanya bergerak menjauh, saling tatap sambil terengah-engah.
"Momen yg aku rindukan." bisik Kyoya.
Lana tersenyum. Dia memperhatikan kemeja putih yg dipakai Kyoya menempel di badannya karena basah. Memperlihatkan tubuh lelaki itu, dada yg bidang, perut yg sixpack.
Lana menelan ludah, membayangkan bagaimana rasanya membelai otot kencang itu.
"Kamu sedang melihat apa?" Kyoya tahu Lana sedang memperhatikan tubuhnya. Lelaki itu mengusap kepala Lana.
Lana hanya ber-hehe.. lalu
Hatchii!!
Lana tidak sengaja bersin.
"Maaf." Lana menutup mulutnya.
Kyoya segera menjauh dan kembali duduk ke kursi pengemudi.
"Kita ke rumahku, cukup dekat dari sini. Sebelum kamu semakin kedinginan dan benar-benar masuk angin."
Kyoya memakai sabuk pengaman, menyalakan mesin mobil dan mulai menyetir.
Mobil pun melaju menembus hujan yg belum mereda.
Lana mengerjap, rumah Kyoya??
...***...