Assalamualaikum Ukhti

Assalamualaikum Ukhti
TAMAT



Hari ini mereka semua berkumpul di rumah Bu Sintya, termasuk Arif dan Adita juga hadir di tengah-tengah mereka.


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi semua orang, di tengah kabar bahagia yang menyelimuti keluarga mereka. Bertepatan dengan hari ini mesjid yang mereka bangun di daerah kompleks rumah mereka, yang di bangun atas nama pak Heriyanto yaitu papa kandung mereka.


Hari ini mereka meresmikan mesjid tersebut yang akan di gunakan untuk umum, bahkan Dika dan Fahry membiayai untuk anak-anak yang mau sekolah mengaji di mesjid tersebut.


Mesjid yang tidak terlalu besar, akan tetapi mampu menampung beberapa ratus jamaah.


Untuk pertama kalinya mesjid tersebut di pakai untuk salat Dzuhur bersama dan di imami oleh Fahry.


Setelah selesai meresmikan mesjid tersebut, lalu di lanjut dengan salat Dzuhur berjamaah.


Kali ini mereka pergi ke undangan pernikahan Ifan, yaitu sahabat dari Fahry.


Pernikahan yang tidak terlalu mewah, di adakan di rumah mempelai wanita.


“Selamat ya fan, akhirnya kamu menyusul juga.”


Fahry memeluk sejenak sahabatnya tersebut, Ifan yang berkaca-kaca mengingat perjuangan mereka berdua dari rumah kos sempit hingga sukses seperti sekarang ini.


“Terima kasih sudah hadir di pernikahan ku, aku tidak akan pernah melupakan perjuangan kita dari dulu hingga sekarang. Aku yakin, saat ini Ibu mu tersenyum bahagia melihat kesuksesanmu.”


“Aamiin ... sampai kapan pun, kita akan tetap menjadi saudara,” tutur Fahry menepuk lembut bahu Ifan.


“Ini.” Dika menyerahkan kunci rumah kepada Ifan.


“Apa ini Pak?” tanya Ifan bingung.


“Ini adalah hadiah dari kami semua untuk kamu. Aku tidak menerima penolakan, ini adalah hadiah sebagai bentuk kerja kerasmu selama ini yang telah banyak membantu kami untuk mengurus rumah singgah tersebut.”


“Jangan berpikir buruk, aku tidak bermaksud merendahkan mu. Saya mohon kamu menerima rumah ini, sebagai bentuk rasa terima kasih kepada kami kepadamu,” tutur Dika meletakkan kunci tersebut di tangan Ifan.


Ifan sejenak melihat Fahry, Fahry mengangguk pertanda dirinya juga setuju atas pemberian rumah tersebut untuknya.


“Terima kasih banyak Pak,” ujar Ifan memeluk Dika.


“Justru kami yang berterima kasih padamu,” balas Dika.


Hari ini mereka semua di liputi rasa kebahagiaan, mereka semua mampu melewati berbagai cobaan yang mereka hadapi dengan penuh kesabaran.


Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan umatnya.


Di kamar Icha dan Fahry, mereka baru selesai melaksanakan salat subuh. Icha melirik putranya yang masih tertidur pulas, melihat istrinya hendak beranjak Fahry menahannya.


Ia merebahkan kepalanya di paha istrinya, lalu mengusap wajah istrinya yang dengan melihatnya.


“Ada apa Sayang? Tumben sekali,” tanya Icha lembut sambil tersebut sembari mengusap rambut halus suaminya.


“Kamu sangat cantik memakai mukena ini,” ujarnya.


“Oh ya? Bukan kah istrimu ini memang cantik?” goda Icha tidak mau kalah.


Fahry terkekeh.


“Terima kasih sudah mau bersamaku hingga sekarang ini. Aku bahkan hingga saat ini seperti mimpi untuk menikahi bidadari secantik dirimu,” tuturnya lembut.


“Aku juga bahkan tidak menyangka bisa menikah dengan pria sebaik dirimu, Mas. Pernikahan yang begitu mengejutkan untuk kita,” Sahutnya.


“Iya, sayang. Aku bahkan tidak menyangka, pertemuan pertama kita di halaman mesjid Istiqlal dan sekarang kita malah menjadi suami istri.”


Fahry bangkit dari tidurnya, ia meletakkan kedua tangannya di pipi gembul istrinya.


“Semoga kita selalu bersama di dunia maupun di akhirat kelak.”


Cup! Mengecup kening istrinya, lalu mereka berpelukan erat.


**TAMAT**


Wanita yang terbaik adalah, yaitu wanita yang paling menyenangkan jika di lihat suaminya, mentaati suami jika di perintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.


Hadits Riwayat An Nasai no.3231


Terima kasih banyak sudah mendukung Author hingga saat ini.


ini adalah buku Author yang kedua, maaf jika ada penulisan yang belum sempurna.


sesungguhnya kesempurnaan itu hanya milik Allah.


Sekali lagi Author mengucapkan banyak terima kasih 🙏🙏🙏