
Seperti kata orang-orang berbicara antar suami istri paling menyenangkan itu adalah mengobrol dengan satu selimut saling memeluk menghangatkan satu sama lain.
"Ay,perasaan kamu saat kita berpisah dulu gimana?"tanya Aza dengan tangan yang ia mainkan di perut sixpack suaminya yang terpampang jelas.
"Seakan dunia udah hancur"jawab Dev menepuk-nepuk puncak kepala istrinya dengan sesekali menciumminya.
Aza mendongak untuk menjangkau wajah tampan suaminya "Masa?"
Dev menundukkan dirinya mengecup sekilas bibir istrinya yang sudah menjadi candu untuknya "Iya,sayang! nyatanya aku ngak pernah sekalipun deket sama cewek lain"
Menelusuri wajah tampan suaminya tangan Aza terulur mengelus rahang tegas Dev "Kalau itu terjadi bagaimana? apa kita sekarang suami istri?"
Pertanyaan aneh dari sang istri membuat Dev mengrenyitkan dahinya bingung "Nyatanya ngak! dulu aku tempramental banget! gampang emosian,tiap hari mikirin kamu mulu! heran kenapa bisa begitu"jelas Dev.
"Seriously?!"
"Aku tahu kalau kamu ada di London! tapi ngak tahu persis di mana kamu berada,bahkan aku nyuruh Dimas yang biasanya handal dalam segalanya aja ngak bisa?!"
Aza tersenyum "Karena aku yang nyuruh agar semuanya tak bisa di lacak oleh siapapun di mana aku berada! ya pasti anak sulungnya bapak negara lah yang nglakuin"ucap Aza terkekeh.
Dengan gemas Dev mencubit hidung Aza dengan jari telunjuk dan jari tengahnya "Nakal banget"
"Yang aku bingung itu kenapa semua orang masih baik sama kamu? Padahal kan di sini aku yang korban rasa sakit?!"
"Kamu pelet pakai apa mereka semua,Ay?"
Dev mengangkat bahunya acuh "Kamunya aja yang gegabah! mereka udah tahu gimana dulu situasi kita,awalnya memang aku di diemmin karena ngebiarin kamu terluka bahkan hampir tertabak mobil"kata Dev masih merasa bersalah andai waktu bisa di putar kembali mungkin dirinya akan lebih menyelamatkan wanita yang dulu notabennya adalah kekasihnya.
Aza menangkup kedua pipi suaminya,ia tahu apa yang du rasakan Dev dari raut wajahnya "Hei...kenapa?"tanyanya.
"Kalau saja waktu bisa di putar aku ngak akan sebodoh itu,Sing!"ucap Dev dengan mimik wajah sendu.
"Udah terlewat juga! yang penting kan sekarang aku disini"Aza mencoba menenangkan suaminya yang gusar.
Dev memposisikan dirinya ke bawah menghadap Aza,menyembunyikan wajahnya di dada polos istrinya. Aza tersentak kaget "Ih! ngapain sih! bangun Ay"katanya mencoba mencoba menjauhkan wajah suaminya dari dadanya. Risih? gimana enggak dirinya polos tanpa busana! maklum habis menggoyangkan ranjang!
"Gamau Sing! gamau"rengek Dev sambil menggelengkan kepalanya.
Aza menggigit bibir bawahnya gugup pasalnya Dev berada tepat di tengah-tengah dua aset pribadinya. Shit!
"Ngak-papa"
...••¤••...
Aza berkacak pinggang bagaimana tidak setiap hari ia selalu di hadapkan dengab rasa malas suaminya. Membangunkannya harus dengan seribu alasan terlebih dahulu.
Mencak-mencak menahan emosi Aza lebih memilih menghela napasnya "Bangun Ay!"dua kata yang tak terlewat sejak lima belas menit lalu hanya untuk membangunkan seekor kerbau tapi sayang,dia tampan!
Dev tak menggubris menelusupkan wajahnya ke bantal dengan posisi telungkap,ia tampak acuh dengan istrinya yang sedang fase naik darah mode on.
"Suami yang di bangunin lewat dari dua puluh menit besoknya ngak dapet jatah!"teriak Aza frustasi.
Dengan spontan Dev langsung terbangun dari tidurnya,mendudukkan dirinya menghadap istrinya yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya "Awas aja kamu nglakuin itu!"tegur Dev.
Mengangkat bahunya acuh Aza berjalan menuju walk in closet menyiapkan pakaian kerja suaminya "Bodo! kalau ngak ada sarang memang mau masuk kemana hah? ke wanita di luaran sana,hm? tapi inget besok langsung ada sur--"ucappan lantang Aza langsung terpotong dengan cepat oleh Dev.
"Jangan pernah ucapin kata haram itu Azalea Cavabila Pranata"ancam Dev dengan rahang mengeras merasa tak suka dengan kata istrinya yang kelewat batas.
Aza berjalan keluar dengan setelan jas di tanganny,meneguk salivanya kasar mengetahui perubahan wajah Dev,menyeramkan euy. Apalagi tadi Dev sudah menyebut nama lengkapnya,bahaya berasa ada di dekatnya.
"Sini"titahnya pada sang istri.
Aza masih bergeming di dekat ranjang setelah meletakkan baju kerja suaminya,menggelengkan kepalanya lemah.
"Sini Sing!"
_
_
_
_
Like,komennya😍