After The Breakup

After The Breakup
BAB 67 Seblak I'm Coming



Aza langsung melepas sabuk pengamannya tak kala mobil Dev sudah berhenti di depan rumah Aza.


"Aku langsung balik ke kantor ya?"ujar Dev melihat apa yang dilakukan Aza. Lalu membuka pintu mobilnya.


Aza menoleh dan mengangguk "Hmm"


Dev memberikan koper kepada Aza setelah wanita itu turun dari mobilnya "Di suruh masuk ngak?"


Aza mendongakkan kepalanya menggeleng "Ngak usah paling cuma ada mama sama kakak ipar" Dev mengangguk dan mendekat mencium kening Aza membuat Aza memejamkan matanya merasakan benda kenyal menempel di keningnya.


Mengusap puncak kepala Aza lembut "Gemes sama rambut kamu!"


Aza mencibik "Bentar lagi paling di ganti warna hitam lagi! papa marah"ujar Aza membuat Dev terkekeh.


"Udah ah sana pergi!"usir Aza sambil menurunkan tangan Dev dari kepalanya.


Istirahat!"satu kata yang keluar dari mulut Dev yang di angguki oleh Aza. Dev pergi ke mobilnya dan mulai melajukan mobilnya menjauhi rumah Aza.


Aza menyeret kopernya masuk ke dalam rumah. Rumah tampak sepi entah dimana mama tiri dan kakak iparnya biasanya mereka di jam-jam seperti ini di rumah.


Aza tak ambil pusing ia mengangkat kopernya saat ingin menaikki tangga,tapi langkahnya terhenti tak kala mendengar suaranya di panggil.


"Aza"ucap Eva membuat Aza membalikkan tubuhnya.


Aza langsung mendekati kakak iparnya "Ya kak?"


Eva langsung memeluk adik suaminya itu "Selamat ya buat kompetisinya dan juga happy birthday walau telat secara langsung"ucapnya terkekeh.


Aza membalas pelukan itu dan tersenyum "Makasih kak! no problem"balas Aza sambil mengurai pelukan itu.


"Mama tumben ngak kelihatan?"tanya Aza sambil celingukan karena sedari tadi tidak melihat batang hidung mama tirinya.


"Di kamar,istirahat!"jawab Eva.


Aza hanya manggut-manggut "Kalau gitu Aza ke kamar dulu ya kak! mau istirahat"ujarnya.


Eva mengangguk "Iya sana istirahat! eh- udah makan siang? kalau belum kakak anterin ke kamar kamu aja?"


Aza menggeleng "Tadi udah makan kok"Eva hanya mengangguk dan menginjnkan Aza ke kamarnya.


Aza meletakkan kopernya di dekat pintu dan meletakkan tas slempangnya ke meja rias. Mendekat keranjang setalah melepas high heelsnya terlebih dahulu.


"Nyaman bangetttt"ucap Aza sambil memeluk gulingnya tanpa ingin beranjak dari sana untuk sekedar membersihkan diri. Tak butuh waktu lama ia sudah terlelap ke alam mimpi.


Aza bangun dari tidurnya dan berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan dirinya karena tadi langsung tertidur tanpa membersihkan dirinya. Selesai dengan mandinya Aza memakai baju dress rumahnya dengan rambut yang di cepol keatas.


Berjalan kearah kopernya dan membukanya membereskan baju-bajunya.


"Onty"panggil Qila langsung menerobos masuk kedalam kamar Aza tanpa rasa bersalah.


"Tadi Qila udah kesini tapi Onty masih tidur!"


Aza hanya menatapnya sambil memebereskan baju-bajunya "Kenapa ngak ketok pintu? kebiasaan!"


Qila hanya cengegesan menampilkan deretan giginya yang sedang duduk di tepi ranjang Aza hanya menatap apa yang dilakukan Ontynya "Ya sorry Onty"


"Ontu ulamg tahun pas kemarin kan?"


Aza yang sedang bolak-balik dari lemari hanya mengangguk "Ngak ngasih kado gitu?"sindir Aza.


"Cuma nanya!"balas Qila sambil terkekeh.


"Qila udah minta izin ke Opa,nanti malam keluar yuk Onty?"ajak Qila.


Aza menatapnya sebentar dengan mengerutkan keningnya "Kemana?"


"Cari seblak! kali ini Qila yang traktir sebagai hadiah untuk Onty"


"Cuma seblak doang satu paling berapa"cibir Aza.


Qila memincingkan matanya "Seblak enak Onty! lagian jangan di nilai dari harganya!"sungut Qila.


Aza tertawa melihat raut wajah ponak'annya "Iya iya,Onty cuma bercandaaaa. Iya nanti malam"Qila langsung sumringah mendengar persetujuan dari Ontynya.


Seblak i'm cominggggg teriak Qila dalam hati.


_


_


_


_