After The Breakup

After The Breakup
BAB 71 Jangan Kecewakan Aku




"Kenapa kesini?"Tanya Aza saat ia membuka pintu rumahnya,setelah melihat siapa cowok yang ada di depannya.


"Bukannya di suruh masuk malah di tanya"jawab Dev sambil menunjuk kening Aza. Aza hanya mendengus kesal lalu ia berjalan masuk yang diikuti Dev.


"Papa mana?"Tanya Dev saat ia sudah duduk di sofa dengan mata mengikuti gerak Aza yang berjalan kearah dapur.


"Bentar!"ucap Aza sambil sedikit berteriak membuat Dev menggelengkan kepalanya.


Wahyu dan Aditya berjalan kearah Dev setelah tadi Aza bilang,kalau Dev kesini. Dev langsung bangkit dan menyalami tangan kedua orang yang lebih tua darinya.


"Udah lama Dev?"Tanya Wahyu sambil duduk di sofa diikuti Aditya yang duduk di samping Dev.


"Ngak om!"


Aza datang dengan tiga gelas dan cemilan dua toples di nampan yang ia bawa dari dapur,lalu meletakkannya ke meja dan menyuguhkannya. Lalu mendudukkan dirinya di samping papanya yang duduk bersebrangan dengan Dev dan kakaknya.


"Papa masuk dulu ya! masih ada pekerjaan,ngak-papa kan Dev?"ujar Wahyu.


"Iya om lanjutin aja,Dev ngak-papa"Wahyu lalu bangkit dan mengusap rambut putrinya sebentar dan meninggalkan ruang tamu.


"Qila mana kak?dari tadi ngak kelihatan?"Tanya Aza pada Aditya.


"Tadi habis pulang sekolah langsung ke kamar! belum keluar lagi!"


Aza mengerutkan dahinya bingung mendengar balasan kakaknya "Tumben tuh anak"


"Ngak tahu juga ditanya Eva katanya baik-baik saja"ucap Aditya membuat Aza hanya mamgguk-mangguk memikirkan keponakan semata wayangnya.


"Kakak keatas Za,Dev?"ucap Aditya yang dianggukin keduanya tanda setuju.


Setelah itu ruang tamu Aza hanya ada kedua insan yang masih terdiam menyelami pikirannya,hingga suara Dev memecah keheningan keduanya "Siap-siap kita keluar!"titah Dev membuat Aza menatapnya bingung.


"Kemana?"Tanya Aza bingung sambil mengerutkan dahinya bingung dan menyilangkan kakinya.


Dev hanya mengangkat bahunya acuh "Keluar pacaran!"ucap Dev enteng.


Aza langsung melebarkan matanya tak percaya "Ha?pacaran?yang bener aja,Dev!"


Aza hanya cengengesan di tempatnya "Seneng banget di panggil gity?"godanya sambil menaik turunkan alisnya.


Dev hanya membuang mukanya malu?jelas ia malu karena godaan Aza yang membuat hatinya melemah tak berdaya hanya karena nama panggilan.


"Mintanya di halalin nih!"ujar Dev balik yang mampu membuat Aza kaku di tempat sambil menggulum bibirnya kedalam tak tahu harus menjawab apa.


"Udah ah,jadi salting kan!"kekeh Aza berdiri dari duduknya meninggalkan Dev sendirian untuk mengganti bajunya.


**


"Woww"satu kata mampu menggambarkan bagaimana indahnya tempat ini,menolehkan wajahnya kearah samping dimana laki-laki yang sedang memakai baju hitam polos di padukan dengan celana jeans ini---benar-benar berdamage.


"Kenapa?"Tanya Dev saat menyadari tatapan Aza.


Aza hanya tersenyum manis dan mengeratkan pegangan tangannya di lengan Dev "Aku masih ngak percaya aja"


Dev sedikit menunduk manatap Aza dengan satu alis terangkat "Ngak percaya kenapa?"


"Memilikimu lagi untuk kedua kalinya"ucap Aza tulus dengan tatapan teduh.


Dev mengangkat sudut bibirnya keatas membuat sebuah senyum menawan terpampang disana,mengulurkan tangannya ke puncak kepala wanitanya yang sedang memakai rajut berwarna merah maroon yang melekat di tubuhnya,dipadukan dengan celana jeans warna hitam dengan rambut terurai panjang.


"Jangan kecewakan aku"ucapan Aza membuat Dev terdiam menatap Aza.


"Ya?"tanya Aza lagi yang masih belum ada respon dari Dev.


Aza hanya tersenyum hambar tak menadapat balasan apapun dan membuang mukanya kearah orang-orang yang berlalu lalang,mencoba menutupi ke-kecewaan di hatinya.


Dev memgang dagu Aza mengarahkannya untuk menatap dirinya "Aku ngak akan pernah pergi darimu sayang! meninggalkanmu saja aku tidak pernah terpikir apalagi menyakitimu. Jika aku melakukan kesalahan tegur saja aku bahkan jika aku menyakitimu marahi saja aku sepuasnya,tapi jangan pernah berpikir untuk meninggalkan aku,hm?"


_


_


_


_