
Hari ini Dev akan pulang ke Indonesia sesuai yang dibicarakannya tadi malam dengan Aza. Dia dengan supir yang sudah disiapkan oleh Dimas untuk mempermudah dirinya di Singapura sedang menuju ke rumah Maya.
Setelah sampai dia turun dari mobil dan memasuki rumah Maya. Mengetuk pintu dan dibukakkan oleh pembantu Maya
"Apa Aza belum turun?terus tante Lana mana?"Tanya Dev kepada pembantu itu dan memasuki rumah Maya
"Nyonya Lana sudah ke rumah sakit dan Nona Aza belum turun Tuan!"Jawabnya kepada Dev. Sebenarnya Dev sering ke sini jadi membuat pembantu itu sudah hapal kalau Dev termasuk orang penting dalam keluarga itu.
Aza tampak menuruni tangga dengan dres kuning bermotif dan sepatu high heelsnya "Sudah sampai"ucapnya
Dev dan pembantu itu menoleh kearah Aza "Nona sarapannya sudah siap! kalau begitu saya permisi dulu"ujar pembantu itu dan membungkukkan badannya.
Aza berjalan mendekati Dev "Sudah siap?mau sarapan dulu ngak?"
"Sudah! sarapan dulu kamu belum makan!"tutur Dev
Aza menganggukkan kepalanya dan berjalan ke arah meja makan yang di ikuti Dev. Dev menarik salah satu kursi dan di duduki Aza "Terima kasih"ucap Aza sambil tersenyum
Dev menundukkan dirinya di samping Aza dan mengusap puncak kepala Aza
Aza mengambilkan roti ke piring Dev "Mau selai apa?"
"Coklat"
Aza mengambil selai coklat dan mengoleskannya ke roti Aza,meletakkannya kembali ke piring Dev,begitupun dengan dirinya
"Terima kasih"
Mereka memakan dengan nikmat,setelah selesai mereka pergi keluar untuk menuju bandara mengantar Dev
"Sudah memberi tahu Tante?"Tanya Dev saat mereka sudah di mobil
Aza menoleh ke arah Dev dan menganggukkan kepalanya "Sudah! setelah ini langsung ke rumah sakit,Mama kayaknya pulang sore nanti dan untuk masalah Mama sudah di urus oleh Om Sam"tutur Aza
"Maaf,sayang aku harus pulang!"ucap Dev
"Apaan sih! kenapa minta maaf segala? aku okay kok"jawab Aza
"Udahlah ngak usah di bahas!"imbuhnya
Dev menarik tubuh Aza untuk mendekatinya dan menyandarkan kepalanya di bahunya. Aza hanya menurut dan menyandarkan kepalanya di bahu Dev sambil memainkan ponselnya.
Ting
Aza langsung membuka dan membaca pesan dari seseorang,raut wajahnya benar-benar terkejut membaca isis pesan itu.
Dev mengrenyitkan dahinya melihat wajah Aza "Ada apa?Tanya Dev dengan tangan yang masih mengusap kepala Aza
Aza mendongakkan kepalanya memperlihatkan isi pesan di hpnya. Dev membaca pesan itu dan melihat Aza
Aza membenarkan duduknya dan menatap manik Dev "Aku ingin Dev,yah!"ucap Aza berbinar-binar
Dev menarik tangan Aza dan memeluknya dia mengembangkan senyumnya "Bukankah kau sangat menginginkannya?ikutlah aku akan mendukungmu"
Aza melepaskan pelukannya dan menatap Dev "Terima kasih"ucap Aza langsung memeluk Dev
Dev mengusap punggung Aza dan mengacak-ngacak rambut Aza gemas "Aku mencintaimu Nona!"
Aza diam mendengar perkataan Dev,dia tidak tahu harus apa itu. Dev mengelus punggung Aza membiarkan Aza yang menyembunyikan wajahnya di dadanya.
**
Setelah sampai di bandara Aza mendorong koper kecil Dev,awalnya Dev menolak tapi Aza tetap kekeh membawakan kopernya
"Jaga diri baik-baik! jangan marah-marah sama tante! emang kamu mau jadi anak durjana?"Dev sambil terkekeh
Aza langsung memukul lengan Dev "Doain itu yang baik-baik!"ketus Aza kesal
Dev hanya tersenyum dan menarik Aza kepelukannya "Rasanya ngak rela LDR"ucap Dev sambil menekan kata LDR
Aza mendongakkan kepalanya menatap Dev "LDR apaan! kita aja ngak ada apa-apa"
"Kamu lupa?dasar...kamu itu masih kekasihku,wanitaku,gadisku!"Dev sambil menyentil dahi Aza
_
_
_
_