
Dev melajukan mobilnya kencang menuju kerumah Aza,tapi saat di perjalanan pulang ponselnya berdering tertera nama Bundanya disana. Dev mengambil ponselnya dan memencet tombol hijau disana
"Dev kamu dimana?Ayah sakit Dev"ucap Diana di sebrang sana dengan suara panik
"Astaga! terus Ayah dimana Bun?"
"Di rumah sakit City Hospital"
"Bunda tenang dulu! Dev kesana sekarang"ujar Dev langsung mematikan ponselnya dan memutar arah menuju rumah sakit dimana Ayahnya dirawat
**
Aza sudah membaringkan tubuhnya di ranjang setalah luka-lukanya di obati kakak iparnya. Dia menatap ke arah jendela kamarnya melihat sepoi-sepoi angin menyejukkan
Dia mengambil ponselnya mencari nomer kakaknya dan memencetnya "Halo kak"ucapnya saat sudah terhubung dengan kakaknya
"Kenapa Za?"ucap Aditya dari sebrang
"Kak..Aza mau berangkat ke London besok siang kak!kakak pesenin tiketnya yah sekalian urusin semuanya yah...Aza mohon"
"Kenapa dadakan begini?gimana dengan Dev,dia sudah tahu?"Tanyanya heran
"Ud--ah kak,kakak tenang aja!"
"Baiklah kakak akan urus semuanya!"
Aza mematikan panggilan itu. Aza sudah memutuskan semua ini sebenarnya saat ingin bertemu dengan Dev tadi Aza juga akan membicarakan bahwa dia diterima beasiswa disalah satu universitas ternama di London tapi dengan adanya kejadian ini membuatnya memantapkan hatinya untuk pergi dari Indonesia untuk menggapai cita-citanya
"Semuanya sudah selesai,terima kasih buat satu tahun yang berharga ini Dev,terima kasih sudah menjadi pengisi hati ini"lirihnya dan tersenyum menunudkkan kepalanya
**
Hari ini adalah hari keberangkatan Aza ke London di sinilah Aza di bandara menunggu pesawatnya terbang. Dia yang tadi di antar oleh Kakak untuk melepas Aza ke negara dimana Aza akan menuntut ilmu
Aza masih duduk di kursi menunggu jadwalnya dia mengambil ponselnya mencari nama yang selama ini selalau memenuhi pikirannya,dibukanya isi semua percakapan antara dirinya dan Dev,ia tersenyum-tersenyum sendiri membaca pesan itu
"Terlalu indah waktu-waktu yang selama ini kita punya,sampai-sampai hati ini masih enggan untuk menjauhhimu"ucap Aza dengan tersenyum getir air mata yang meleleh membasahi pipi
Aza mengusap air mata itu dan mengetik pesan ke Dev
Singa Betina
'Dev..kau tahu aku sangat-sangat mencintaimu,aku bahagia bersamamu selama setahun ini. Terima kasih yah buat waktu satu tahun itu,karna dirimu aku tahu artinya sebuah hubungan,walau aku tak tahu apa kau menganggap hubungan ini ada atau tidak. Maafin aku yah jika aku tidak bisa percaya dengan kamu,aku tahu hubungan butuh dengan kepercayaan tapi aku,aku adalah perempuan egois yang tidak mengerti akan situasi apapun aku keras kepala Dev seperti yang selalu kau bilang
Aku pamit yah! jaga diri baik-baik,semoga kau selalu bahagia. I Love You Devano Yoga Pranata❤'
klik Aza mengirim pesan itu ke Dev menyimpan dan mematikan ponselnya dan memandangi orang-orang di sekitar dengan pikiran kosong
**
Sedangkan Dev yang ada di rumah sakit menemani sang Bunda menunggui Ayahnya
Dia duduk di sofa melihat Bundanya menyuapi Ayahnya menarik sudut bibirnya ke atas
aku selalu berdoa agar kita menua bersama seperti Ayah dan Bunda Sing! hanya maut yang akan memisahkan kita batinnya dengan masih tersenyum
Ting pesan di ponselnya membuat buyar lamunan Dev,dia mengambilnya dan melihat siapa yang mengirimnya Singa Betina
Dev langsung melihat isi pesan itu dan membacanya dia langsung terkejut melihat pesan dari Aza
pamit? maksudnya pamit gimana? batin Dev dia langsung menelpon Aza
angkat Za angkat
Tapi nihil Dev tidak bisa menghubungi Aza,karena ponselnya mati
Diana dan Surya melihat putranya yang gelisah pun saling tatap satu sama lain
"Ada apa Dev?"Tanya Diana saat melihat putranya terus menghubungi seseorang
Dev menoleh ke arah Bundanya "Dev harus nemuin Aza Bun"ucapnya sambil berjalan ke arah mereka
Diana mengrenyitkan dahinya bingung "Memang Aza kenapa?"tanyanya,Diana juga tahu kalau hubungan putranya dan Aza sedang ada masalah
Dev menyalami tangan kedua orang tuanya "Nanti Dev ceritain,Dev pamit dulu Bun"
"Udah ngak usah dipikirin sayang! itu masalah mereka jangan ikut campur! nanti pasti Dev cerita dengan sendirinya"ujar Surya sambil mengelus lengan istrinya
"Iya juga sih"Diana sambil menaruh tempat makan yang dipegangnya ke meja yang tidak jauh dari sana
**
Dev melajukan mobilnya ke rumah Aza,saat sampai disana terlihat Wahyu yang sedang duduk di depan dengan secangkir teh,hari ini hari minggu jadi waktunya di rumah.
"Om"ucap Dev sambil menyalami tangan Wahyu
Wahyu tersenyum "Dev,kamu kesini? Aza baru saja berangkat"
"Berangkat?berangkat gimana?"Tanya Dev bingung
Wahyu mengrenyitkan dahinya "Dia di bandara,hari hari dia berangkat ke London"
Dev terkejut "London?maksudnya gimana Om?"
"Kamu ngak tahu Aza akan ke London?dia dapat beasiswa di London"
Dev benar-benar menghela napasnya kasar "Dia ngak cerita apa-apa Om,kapan jadwal pesawatnya terbang?"
Wahyu melihat jam tangannya "Setengah jam lagi! Aditya tadi yang mengantar tapi belum pulang"
Dev langsung berdiri dan menyalami tangan Wahyu "Dev pamit Om,mau nyusul Aza"
Wahyu mengangguk dan melihat Dev yang sudah memasuki mobilnya dan keluar dari perkarangan rumahnya
Apa kamu masih ada masalah dengan Dev sayang!apa yang kamu bilang tidak sesuai dengan apa yang papa lihat batin Wahyu menghela napasnya
**
Dev melajukan jalannya bandara menyusul kekasihnya itu,dia benar-benar tidak menyangka kalau Aza akan pergi tanpa berpamitan atau hanya sekedar menemui dirinya untuk bilang kepadanya
kenapa?kenapa kamu begitu Za?apa kamu benar-benar marah sama aku?kita bisa selesain semuanya dengan baik-baik bukan pergi dengan begini batin Dev
**
Aza masih memandangi orang-orang berlalu lalang,lamunannya buyar ketika melihat pemberitahuan bahwa pesawatnya sudah siap lepas landas
Aza berdiri dari duduknya menoleh kearah pintu masuk bandara dia tersenyum getir "Bisa-bisanya aku mikir kamu akan menyusul aku kesini..kemarin aja aku hampir celaka kamu ngaj dateng"lirihnya dia membalikkan tubuhnya memasuki bandara
"Di saat kamu meninggalkan negara ini lupakan semuanya Za! kamu pasti bisa"ucapnya dengan tersenyum lebar
Dev sudah sampai di bandara dia memakirkan mobilnya sembarangan hingga membuat petugas menegurnya
"Tuan jangan parkir mobilnya disini"ucap petugas itu sambil menghadang Dev
"Saya buru-buru pak!"tegas Dev
"Nanti saya akan parkir mobilnya,tapi saya mohon saya sedang buru-buru"imbuhnya sambil berlari dari petugas itu
Dev mamasuki bandara mencari keberadaan Aza,dia berhenti di tengah-tengah memutari tubuhnya mencari sosok Aza,tapi Dewa kebaikan mungkin tidak mendukungnya dia sama sekali tidak melihat Aza
Dev terus berlari mencari Aza,tapi lagi dan lagi dia tidak melihat sosok Aza,dia melihat pesawat yang baru lepas ke udara
Dia memandangi pesawat itu entah kenapa jika feelingnya Aza sudah berada di dalam pesawat itu "Jika kau di dalam sana aku harap kau selamat sampai tujuan Sing! aku mencintaimu sangat-sangat mencintaimu Singa Betina,bahagia disana"gumam Dev sambil memandangi pesawat itu dengan senyuman
Falsback off
_
_
_
_
Masalalunya sudah selesai yah,maaf panjang bab berikutnya nanti sudah bercerita lagi
Bab ini panjang yah gaes😚