After The Breakup

After The Breakup
BAB 55 Perasaan Aza



Menyusuri kedalam mengamati sekitar melihat karya seni terkenal yang terpasang di sudut-sudut. Aza tampak antusias,bahkan dia meninggalkan Dev yang berdiri tak jauh darinya yang tengah menatap tingkah lakunya.


Dev hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum sambil berjalan mendekat kearah wanitanya itu.


"Museum ini menyimpan karya seni Prancis dari masa tahun 1848 sampai 1914 yaitu lukisan,patung meubuel,objets d'art dan fotografia"ucap Dev berdiri di samping Aza.


Aza menoleh kearah Dev dan tersenyum "Kamu tahu?"


"Sedikit"balas Dev sambil melihat-lihat karya seni tanpa menoleh kearah Aza.


Di sinilah mereka di Museum Orsay. Museum yang terletak di tepi kiri sungai Seini di arrondissement Paris.



*


Setelah di rasa sudah cukup melihay-lihat. Mereka pergi ke salah satu restaurant untuk mengisi perutnya karena waktu sudah menunjukkan pukul 12:20 Am waktu Paris.


"Seneng?"Tanya Dev saat setelah mereka mendudukkan dirinya di kursi.


Aza mengangguk sambil tersenyum "Eum makasih ya" Dev mencondongkan badannya karena Aza duduk di sebrangnya dan mengusap rambut Aza membuat sang empu kesal akan tingkahnya.


Aza mengeluarkan ponselnya dan memainkannya,sedangkan Dev hanya mengamati Aza terus tanpa mengakan pandangannya. Dia sebenarnya ngak suka jika berdua tapi malah di cuekin apa lagi dengan benda pipih itu.


Menarik napasnya dalam dan menghembuskannya "Aku pulang lusa,Sing"


Perkataan Dev membuat Aza mengadahkan wajahnya menatap Dev,mengabaikan benda pipihnya dan menaruhnya di meja.


Mencondongkan badannya sedikit dengan tangan di lipat di taruh di meja mencoba memahami perkataan Dev "Lusa?kenapa dadakan?"Tanyanya sambil menatap lekat manik Dev.


Dev juga mendekatkan dirinya ke Aza "Maaf! tapi pekerjaan menuntut. Kalau kamu masih mau disini ngak-papa kok! lagian juga tim kamu masih disini"jawabnya.


Aza memalingkan wajahnya menyandarkan dirinya di kursi dan menatap kearah lain enggan dia menatap wajah pria di depannya.


Dev menarik tangan Aza dan menggegamnya membuat Aza menoleh menatap genggaman itu dan menatap bergantian dengan sang empu yang memegang tangannya.


Ucapan Dev terhenti karena makanan pesenan mereka datang. Mengucapkan terima kasih dan menyantapnya walau dengan keadaan ngak mood makan bagi Aza.


Dev melirik kearah wanitanya yang hanya memainkan makanannya di piring hanya menghela napasnya "Ngak enak? mau ganti?"


Aza menoleh dan menggelengkan kepalanya lalu menunduk lagi menatap makanannya.


"Aku pesenin yang lain"ucap Dev dengan tangan yang sudah ingin melambaikan tangannya,namun sudah dihentikan oleh Aza.


"Ngak usah ini aja!"


"Di makan kalau gitu,Sing!"Aza mengangguk dan memakan makanannya dengan terpaksa,sangat karena mood makannya benar-benar hilang setelah mendengar perkataan Dev tadi.


Setelah selesai makan Dev mengelap mulutnya dengan tisu sambil menatap Aza yang sedang menghabiskan minumannya. Entah perasaan apa hingga membuat wanitanya jadi berubah moodnya.


Aza mengambil tisu dan mengelap mulutnya sekilas menatap Dev dan memakan kentang goreng yang di cocol dengan saus.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba bad mood gitu?"Tanya Dev.


Aza masih menunduk menatap kentang gorengnya tanpa menoleh kearah orang yang bertanya "Aku ngak tahu"


"Maaf tapi aku benar-benar harus pulang,Sing!"Aza menghela napasnya dan mengipaskan tangannya habis memakan kentang goreng tadi. Dev hanya memperhatikan Aza dengan bersender di kursi sambil bersedekap tangan di dada.


Mengambil tisu dan mengelapnya lalu menatap Dev dalam-dalam "Aku ngak tahu Ay kenapa enggan sekali melepas kamu kali ini"jawab Aza lalu menghembuskan napasnya.


_


_


_


_