
Hari sudah menunjukkan pukul lima sore,semua karyawan sudah saatnya meninggalkan kantor. Mengistirahatkan dirinya karena sudah bekerja sedari pagi. Begitupun Aza yang sudah bersiap pulang.
Mengambil tasnya dan berjalan keluar,disana masih terdapat Riski yang masih bebenah.
"Belum pulang Ki?"Tanyanya
"Ini masih beresin dulu bu! ibu mau pulang sekarang?"
"Iya,ya sudah saya pulang dulu. Kamu juga pulang Ki!"titahnya
"Baik bu"
Aza melangkahkan kakinya menuju lift,memencet lantai satu dibawah. Setelah lift terbuka ia menjalankan kakinya ke parkiran menuju mobilnya dan pulang kerumah.
Setelah menempuh beberapa menit akhirnya ia sampai di rumah. Menaikki tangga menuju kamarnya,rumahnya terlihat sepi "Pada kemana?"gumamnya saat berada di salah satu anak tangga.
"Entahlah"lirihnya cuek sambil mengangkat bahunya acuh.
Berjalan melanjutkan jalannya ke kamar. Ia membersihkan dirinya dan memakai pakaian rumahnya.
Membaringkan tubuh lelahnya ke kasur telentang menatap langit-langit kamar. Menghela napasnya kasar dengan pikiran "Apa aku bisa yah ikut kompetisi itu?"ucapnya lirih dengan suara yang ragu-ragu.
"Optimis aja,Za!"ucapnya sambil tersenyum. Memejamkan matanya untuk mengistirahatkan tubuh lelahnya.
*
Dev baru saja selesai membersihkan dirinya dan keluar ke dapur. Di sana ada Diana yang sedang berkutat di dapur.
"Lagi apa Bun?"Tanyanya sambil membuka kulkas.
"Eh-Dev ini Bunda lagi buat kue! mau bantuin?"jawabnya sambil melirik sekilas anaknya.
Dev meneguk air dingin dan menghampiri Bundanya "Bolehlah buat kue"ucapnya sambil meletakkan gelasnya.
Diana menyodorkan wadah yang sudah berisi bahan-bahan kue yang sudah di campur "Aduk itu sampai kalis yah,sayang!"
"Oky"kata Dev sambil menarik wadah itu dan mengaduk sesuai perintah Bundanya. Diana juga mengaduk bahan kue yang sudah di campur hingga kalis.
Setelah beberapa saat akhirnya adonan itu kalis "Udah Bun"ujarnya.
Diana melirik Dev dan tersenyum "Tambahhin pewarna pandan,sayang!"titahnya
Dev menuruti kemauan yang diajarkan Bundanya,mengaduk rata agar pewarna tercampur dengan adonan kue.
Diana mengambil Loyang dan memasukkan adonan itu kesana. Setelah dirasa sudah ia memasukkannya ke oven.
"Tunggu dua puluh menit,kamu bersihin dulu tuh tangan kamu"ujar Diana.
Dev melirik tangannya yang penuh dengan tepung hanya menganggukkan kepalanya dan mendekati Diana.
Diana meengangguk dan tersenyum menatap kepergian sang putranya. Lalu memanggil pembantu "Bi,nanti diangkat yah! saya mau bersihin diri dulu"Pembantu itu menganguk mengerti perintah majikannya.
Dev membersihkan tangannya dari tepung-tepung itu. Setelah itu dia mengambil ponselnya dan tersenyum melihat walpaper ponselnya,lalu menghubungi seseorang dengan vidio call.
Lama menunggu akhirnya tampak seseorang dengan mata yang terpejam. Dev menarik kedua sudut bibirnya keatas "Sing!"
"Hmm"balas Aza dari sebrang sana.
"Bangun! tidur mulu"kata Dev sambil duduk di pinggir ranjangnya.
"Hishh...kamu ganggu Ayy"
Dev mengerutkan keningnya bingung dengan panggilan yang di ucapkan Aza "Ayy apa?"
Aza mengerjapkan matanya mencoba membuka matanya "Ayang! tapi aku ambil depannya aja"ucapnya menggoda.
Dev langsung membuang mukanya tersipu dengan godaan kekasih nakalnya itu.
Aza tertawa terbahak-bahak dari sebrang "Ciee...mukanya blushing yah!"goda Aza lagi yang makin membuat panas wajah Dev.
"Dasar gadis nakal!"kata Dev sambil mencibikkan perkataannya kesal karena digoda oleh sang kekasih.
"Haha kamu lucu tahu ngak Ayy!"Aza masih dengan tertawanya
"Nanti malam aku jemput yah!"Ucap Dev mengalihkan pembicaraan.
"Ck! mengalihkan pembicaraan. Memangnya mau kemana?"
"Kesuatu tempat! nanti aku jemput jam 7 jangan lupa!"Aza hanya mendengus kesal jika sudah seperti ini.
Entah kemana dia akan mengajakku batinnya
_
_
_
_
Like
Komen
Hadiahnya😚