After The Breakup

After The Breakup
BAB 76 Tak Habis Pikir




Dev menggegam erat tangan mungil Aza memasuki butik temen Bundanya. Sesuai perintah sang Bunda yang menyuruh Aza dan dirinya datang kesini di saat jam makan siang.


"Dev,Aza"panggil Diana saat melihat dua sejoli memasuki butik itu.


Dev mengarahkan kakinya mendekati Bundanya yang sedang berbincang-bincang dengan pemilik butik ini sekaligus temannya.


Menyalami kedua wanita paruh baya saat sudah di depan mereka secara bergantian,menjaga sopan santun atas ajaran orang tua untuk menghormati orang yang lebih tua.


Diana langsung memeluk calon menantu kesayangannya dengan rasa bahagia yang tidak dapat di tutupi "Bunda seneng banget waktu Dev cerita untuk menikah,sayang"ucapnya.


Aza yang di balik punggung Diana juga ikut bahagia mendengar perkatan calon mertuanya "Aza juga kaget tan,tau-tau sebulan aja. Dev benar-benar ngak bicarain ini sama Aza"balas Aza sambil melepaskan pelukan itu lalu melirik tajam pria di sampingnya. Sedangkan sang empu yang di lirik hanya mengangkat bahunya acuh.


"Bener-bener keterlaluan dia mah!"Kekeh Diana.


Yeon-temen Diana dan juga pemilik butik ini menggeser dirinya untuk mendekat kearah Aza "Ya ampun,cantik banget calon menantu kamu"hebohnya sambil memegang kedua bahu Aza. Aza membalasnya dengan senyum manisnya.


"Ini kan yang viral,itu kan?"Tanya Yeon saat mengingat-ngingat wajah Aza.


Yeon menatap Aza dengan raut wajah menerawang dan berpikir "Yang designer waktu itu kan?hebat lho kamu"


"Tante juga hebat punya butik,yang terkenal"ucap Aza.


Yeon terkekeh mendengar perkataan Aza yang lebih tepatnya memuji dirinya "Kamu bisa aja!"


"Serius tan,banyak di sosial media tentang butik tante karena desagn-desagn di sini bagus banget!"puji Aza lagi.


"Iya lho benar yang di katakan Aza"ujar Diana menengahi pembicaraan keduanya.


"Kamu bisa aja"kekeh Yeon lalu ia memandang Dev yang sedari tadi memainkan ponselnya tanpa meghiraukan ketiga wanita itu.


"Dev"panggil Yeon membuat Dev tersentak kaget dan menoleh kearah orang yang memanggilnya.


"Kenapa tan?"tanya Dev sambil memasukkan ponselnya ke saku celananya.


"Canti banget cewek kamu,dapet dari mana?"


"Nemu di jalan"jawab Dev asal membuat gelak tawa kedua wanita paruh baya itu. Sedangkan Aza menatap kesal laki-laki yang sebulan lagi akan membayar tunai dirinya.


"Udah-udah langsung fitting aja,biar cepet"ucap Diana.


Yeon mengangguk lalu menarik Aza ke-meja di pojok pintu itu "Mau langsung jadi atau kamu ada request untuk di buat aja?"tanya Yeon.


"Aza ada desagn baju tan"ucap Aza sambil membuka tas slempangnya dan mengambil kertas di dalam tasnya.


Menyodorkan desagn gambar gaun pernikahan dirinya kearah Yeon. Yeon langsung menerima kertas itu dan melihat gambar gaun penganten sederhana menurutnya.


"Cantik banget! kamu uang buat?"Aza menganggukkan kepalanya.


"Tapi tan-- itu Aza ngak-papa kan desagnnya?"tanya Aza ragu menatap takut-takut.


Yeon memgangkat kepalanya dari tatapan kertas kearah Aza,lalu tangannya terulur memegang pundak Aza "Ngak-papa! ini malah cantik kok,kenapa takut?"


Dengan polosnya Aza mengangguk menatap Yeon.


Yeon terkekeh "Kamu juga designer! kalau yang begini-begini mah udah biasa! ngak-papa kok tenang aja"ucap Yeon meyakinkan.


Yeon lalu berbalik karah mejanya dan mengambil meteran pengukur badan dan mendekat kearah Aza lagi "Di ukur dulu ya?"Aza mengangguk dan Yeon mulai mengukur badan Aza.


Setelah semuanya di tulis Aza mendekat kearah meja di mana Yeon sedang menuliskan ukuran badan dirinya.


"Ngak ada yang di ubah atau di tambah kan?"Tanya Yeon memastikan.


"Ngak deh tan! itu aja"balas Aza dengan menggelengkan kepalnya cepat.


Mereka sudah selesai dengan fitting baju Aza,mendekat karah ibu dan anak yang sedang memilih jas untuk Dev.


"Udah selesai?"tanya Diana saat melihat mereka mendekat kearahnya.


Aza dan Yeon mengangguk "Gimana udah dapet?"Tanya Yeon saat matanya menatap Dev yang masih sibuk dengan jas-jas di sana.


"Dev ambil ini aja deh Bun! warna putih"ucap Dev sambil melihatkan jasnya kearah Bundanya.


"Ya sudah Bunda juga lebih suka yang ini!"


Dev menoleh karah Aza yang ada di belakangnya mengangkat kedua alisnya dengan mimik wajah bertanya apa Aza menyetujui pilihan dirinya.


Aza tersenyum dan mengangguk saat melihat jas itu di rentangkan Diana,menandakan dirinya setuju dengan pilihan pria itu.


"Ambil ini?"Tanya Yeon.


Dev mengangguk "Iya tan! itu aja"


"Ya sudah nanti di antar"


Mereka bertiga pergi meninggalkan butik setelah apa kedua calon mempelai fitting baju.


Dev menjalankan mobilnya kearah Mall sesuai kemaun Bundanya yang ingin membeli keperluan untuk malam nanti. Katanya biar Aza yang milih barang-barangnya buat lamaran! biar di ingat-ingat. Itulah kata Diana kepada putranya sedangkan Dev hanya mendengarkan dan menjalankan saja tanpa harus membantah dan menolak.


Sesampainya di Mall mereka makan siang terlebih dahulu untuk mengisi perutnya. Setelah dari restaurant di Mall itu,Diana mengajak Aza ke toko perhiasan.


"Mau yang mana?"Tanya Diana melirik Aza sekilas lalu pandangannya menyusuri perhiasan-perhiasan yang terhalang estalase.


Aza mengedarkan pandangannya menyusuri estalase itu hingga suara membuatnya menoleh ke sumbernya.


"Bagaimana kalau itu saja,Za?"Tanya Diana sambil menunjuk satu set perhiasan berwarna silver itu.


Penjaga toko perhiasan itu langsung mengambilnya dan menunjukkan kearah Diana dan Aza.


Diana memegangnya dan menatap Aza "Cantik mgak?"


Aza mengangguk "Bagus tan! simpel"


Diana lalu melirik Dev yang sedari sibuk dengan ponselnya "Dev! gimana?"


Dev langsung mendongakkan kepalamya menatap perhiasan itu dan berganti kearah Aza,melihat raut wajah Aza. Dev menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Saya ambil ini ya mbak!"ucap Diana sambil menyerahkan perhiasan itu kembali kepada penjaga tadi.


Penjaga itu mengangguk mengambil perhiasan itu untuk di bungkus dan di totalkan.


Mereka berjalan keliar toko itu dengan lebih tepatnya Dev yang hanya mengekor di belakang. Nasib menemani perempuan ber-belanja!


Diana mengajak Aza ke toko satu ke toko lainnya untuk membeli banyak hal untuk malam nanti dari baju,tas,sepatu,akesesoris,alat make up yang tak terhitung banyak uang yang di keluarkan Dev untuk hari ini mereka berbelanja.


Dan jangan lupakan perkataan calon mertuanya jika ia menolak untuk di belikan "Uang Dev banyak! ngak akan habis buat beli semua ini,sayang. Bahkan Mall ini bisa ia beli dengan sekali jentikan"itulah kata-kata yang sering terucap dari mulut Diana.


Aza sampai menggelengkan kepalanya tak percaya menatap barang belanjaan mereka yang baru di susun di bagasi mobil Dev "Habis berapa buat ini semua? ngak enak tahu banyak banget!"keluh Aza sambil menatap Dev tak percaya.


Aza bukanlah tipe orang yang terlalu suka belanja,dia akan ber-belanja jika ia membutuhkan dan merasa bosan,memang menjadi designer menuntutnya untuk menjadi seorang fahioneble! memang itu semua terjadi sama Aza,dimana baju-bajunya mengikuti trend-trend jaman sekarang.


Tapi kalain salah jika ia yang membelinya,bisa di hitung ia berbelanja dalam sebulan jika ia sering ke mall bersama Vio mereka akan lebih sering norkong-nokrong doang atau ngak nonton. Lebih banyak cuci matanya dari pada berbelanja. Biasalah perempuan!! Baju-baju Aza lebih sering di belikan oleh Mamanya yang notabennya model terkenal dan berfahioneble walau di usianya. Itulah kenapa Aza masih tak habis pikir dengan mamanya yang lebih sering membelikannya baju-baju mahal dan branded.


Dev tersenyum simpul lalu mengusap kepala Aza lembut "Seperti yang di bilang Bunda! uang aku ngak akan habis buat beli ini semua"


"Ck! jangan bicara seperti itu,ngak baik!"protes Aza menatap tajam Dev.


Dev tersenyum "Maaf....udah ngak usah di pikirin!"


"Tapi kan---"belum sempat Aza bicara Dev sudah memotongnya.


"Buruan gih masuk!"Aza hanya mendengus kesal dan memasuki mobil Dev yang di sana sudah ada Diana.



_


_


_


_


...Like,komen yah guys😍...