
Mereka pergi meninggalkan pantai dengan hati yang lega,dimana seksrang sudah tidak ada kebohongan dalam hubungan mereka. Mempercayai satu sama lain tanpa memikirkan ego dan selalu berkata jujur menjadi pedoman keduanya dalam hubungan sepasang kekasih.
Aza benar-benar beruntung memiliki pria yang selalu bersabar menghadapinya,kesetian bahwa dia menjadikan Aza perempuan yang mengisi hatinya hingga menunggu beberapa tahun,yang selalu berharap kalau wanitanya akan kembali disampingnya. Dan Tuhan mengabulkan doa yang setiap hari Dev panjatkan.
Begitupun dengan Dev dia benar-benar bersyukur kepada Tuhan memberikan wanita yang ia inginkan. Wanita yang mengisi hatinya bertahun-tahun walau dalam perpisahan. Ia juga bersyukur karena Aza menjadikannya pria satu-satunya dalam masa lalu,kini dan masa depan.
"Sudah sampai!"ucap Dev sambil melirik wanita disampingnya itu.
Aza menatap rumah di depannya dan tersenyum "Bukankah itu mobil Bryan?"Tanya Aza sambil menoleh ke Dev.
Dev melirik kearah rumah itu,menganggukkan kepalanya menyetujui ucapan kekasihnya itu "Iya"
Aza menarik kedua sudut bibirnya "Mau masuk ngak?"Tanyanya
"Ngak ah! aku pulang aja,kalau mau pulang nanti aku jemput"balas Dev
"Paling nasib aku nanti ngak dibolehin pulang!"ucap Aza sambil terkekeh pelan.
"Aku turun yah!"lanjutnya sambil mendekati wajah Aza dan mengecup dahi Dev.
"Kebalik,Sing!"kesal Dev sambil melototkan matanya.
Aza hanya tertawa "Udah ah,hati-hati"ucapnya sambil membuka pintu mobil Dev.
"Bibir Sing!"teriak Dev saat Aza sudah berada di luar.
Aza menunduk menjangkau jendela mobil "Jangan macem-mecem! hati-hati yah! Bye"ucap Aza sambil melambaikan tangannya.
Dev terpaksa menjalankan mobilnya menjauhhi rumah itu.
*
Aza memasuki halaman rumah dan mengetuk pintu rumah itu. Tak lama pintu dibuka pelayan rumah,pelayan itu menyuruh Aza masuk saat Aza mengatakan ingin bertemu Viona. Yah saat ini Aza ada di rumah Vio.
Aza berjalan keruang tamu,disana dia melihat Bryan yang sedang duduk bersebrangan dengan Vio. Mereka berdua tampak tak menyadari keberadaan Aza.
Aza mendekat dan duduk di kursi single tengah-tengah mereka. Hingga membuat kedua insan itu terkejut
"Astaga! sejak kapan lo disini marfuah?"Tanya Vio sambil menatap Aza
"Marfuah pala lo peang! nama gue Azalea"geram Aza
"Oky..oky kapan pulang?kenapa ngak ngabarin!"Tanya Vio sambil menggeser duduknya mendekat kearah Aza yang sedang menatapnya.
"Aza"ucap Hana sambil mendekati Aza.
Mereka bertiga menoleh kearah Hana yang membawa minuman dan cemilan di tangannya. Hana meletakkan nampan itu dan menyuguhkannya ke Bryan
"Calon menantu Tante"celetuk Aza hingga membuat Hana terkekeh.
plak
Tangan Vio spontan menabok paha Aza sambil melototkan matanya "Apa-apaan sih lo"lirihnya
"Iya kamu ngak salah kok"Teriak Hana.
Vio hanya mendengus kesal sedangkan Bryan hanya menggelengkan kepalanya.
"Kapan lo pulang?"
"Kemarin Vi! gue kesini mau nyerahin desaign baju pengantin lo"
Hana mendekat dan meletakkan minuman di depan Aza "Diminum,Za"
"Makasih Tan"
Hana mengangguk "Tante masih ada urusan di belakang! ngak-papa kan kalau ditinggal"
"Ngak-papa kok Tan"Hana meninggalkan ruang tamu itu
"Gue pergi dua minggu udah ada perkembangan aja nih? kenapa ngak pernah cerita Vi"Tanya Aza sambil menatap Vio
"Apanya yang berkembang?aneh lo"Aza hanya mendengus kesal mendengar pertanyaan Vio. Dia mengalihkan pandangannya kearah Bryan yang sedang sibuk dengan ponselnya.
"Bry"ucap Aza membuat Bryan menoleh kearahnya
"Ya?"
"Sorean ngapelnya?"
"Sialan lo bener-bener"umpat Vio sambil menatap tajam Aza. Aza hanya terkekeh mendengar perkataan sahabatnya itu.
"Enakan sore,Za"balas Brya santai
"Sudah-sudah,gue kesini ngak mau berantem sama lo Vi"Aza sambil mengambil kertas dari tasnya dan menyodorkannya kedepan Vio.
"Sesuai request lo"
Mata Vio berbinar dan mengambil kertas itu "Lo mah the best"
Bryan mengambil kertas itu dari tangan Vio,menatapnya sambil menilai "Bagus juga,lo yang gambar,Za?"Tanyanya sambil melirik Aza.
"Hmm"
"Dia desagner"jelas Vio mengambil kertas itu dari Bryan. Bryan hanya mangguk-mangguk menanggapi perkataan tunangannya itu.
"Tapi Vi--"
_
_
_
_