
Wahyu di jebak oleh rekan bisnisnya dengan obat perangsang. Saat dijalan dia bertemu Maya Calista dia kebingungan,dia menginginkan kelepasan. Maya yang melihat orang itu membantunya tapi apa yang dia lakukan padanya dia malah memperkosa Maya.
Hingga kejadian itu membuatnya mengandung,Wahyu memang bertanggung jawab tapi Maya menjadi istri kedua karena memang Wahyu sudah menikah dengan Tari Mama Aditya. Yah Aza dengan Aditya beda mama tapi sedarah dengan papa.
Orang tua Maya tentu marah dan kecewa kepada sang putri,tapi nasi sudah menjadi bubur ia rela melepaskan anaknya untuk menjadi istri kedua karena sang putri sedang mengandung anak dari pria yang sudah beristri itu.
Maya memang tinggal di Jakarta dibawa oleh Wahyu setelah menikah tapi dia lebih memilih tinggak diapartemen,dia tidak mau satu rumah dengan sang istri pertama. Dia sudah tahu pasti sang istri kecewa tapi mau bagaimana lagi jika dia bisa memilih,dia lebih memilih meninggalkan pria yang sempoyongan daripada berakhir begini.
Jangan ditanya gimana reaksi Tari terhadap Maya dia sama sekali tidak menerima pernikahan ini,dia sangat membenci Maya karena dia datang merusak rumah tangganya. Berbeda dengan sang Ibu anak Tari,Aditya menerima Maya tapi dia selalu memanggilnya 'Tante' . Walau dengan begitu setidaknya masih ada yang menerimanya membuat hati Maya menghangat yang hanya dipikirannya kala itu hanya bayi yang dikandungannya lahir didunia dengan selamat.
5 tahun sudah Aza kecil hidup bersama dengan Maya,Wahyu memang melakukan tugasnya sebagai seorang ayah dan suami tapi tidak dengan sang istri pertama dia makin membenci Maya bahkan dia rela melakukan apapun utnuk merebut Wahyu kembali.
Sampai dimana waktu Maya menyerah dia lebih memilih berpisah walau berat meninggalkan sang putri. Dia tidak bisa mengajak Aza dengannya karena Wahyu tidak mengijinkannya "Kita akan bercerai sesuai dengan kemauanmu,aku tahu kau tidak bahagia didalam pernikahan ini May tapi,jangan bawa Aza,Aza akam tinggal bersamaku aku akan menjamin kehidupannya. Raihlah mimpimu untuk menjadi model aku tidak akan melarangmu untuk menemui Aza" Yah sejak saat itu Maya pergi ke Singapure meraih cita-citanya menjadi seorang model dengan bantuan dari mantan suaminya.
Maya menjadi model terkenal karirnya melejit semua orang mengetahui bahwa dia sudah mempunyai anak,dia tidak pernah menutupi identitas dirinya sebenarnya walau itu dulu menghambat karirnya tapi lama-kelamaan semuanya membaik. Dia juga seorang ibu yang baik bagi Aza sesekali dia pulang ke Indonesia untuk menemui sang putri dan orang tuanya.
Singapure
"Ma astaga! buat apa coba Mama nyuruh Aza ke sini?cuma buat nemenin Mama pemotretan?Ahh 5 hari seperti ini membosankan!"omel Aza ke pada sang Mama yang sedang berias. Yah Aza sudah di Singapure 5 hari tapi dia hanya menemani sang Mama pemotretan setelah pemotretan sang Mama mengajak Aza keluar ya hanya sebentar
Maya yang mendengar itu hanya terkekeh"Kamu juga pulangnya dadakan,kan jadwal Mama padat sayang! yah sorry!"Maya sambil melihat wajah sang putri ditekuk
"Kamu jadi pulang lusa?"tanya Mama Maya
"Iya soalnya hari Senin nanti papa ingin ngenalin Aza sebagai direktur Nata Fashion Ma"Aza sambil melihat sang Mama yang disebelah
Di Indonesia
"Assalamualaikum"ucap gadis yang masih cantik dengan lelaki dibelakang yang sedang menggendong anak kecil sekitar umur 3 tahun
"Waalaikumsalam eh-cucu Oma!apa kabar sayang?"ucap Diana sambil mengambil alih Justin dari gendongan sang papanya
"Justin baik Oma Diana"ucap anak kecil itu, Diana tersenyum dan mengelus rambutnya
"Tumben ngak ngabarin Je?"Ucap Diana kepada Jenifer. Jenifer adalah keponakan Diana anak dari adik suaminya dia seumuran dengan Dev. Dia bersahabat dengan Aza saat SMA,bahkan dulu Aza dekat dengan Dev karena dia juga. Tapi setelah satu tahun Aza di London mereka bukan mereka lebih tepatnya Aza yang sudah ada kabar sama sekali,tidak berhubungan lagi atau sekedar mengirim kabar.
"Iya Bi tadi Justin merengak kangen sama Oma Diana!"ucap Jenifer
"Dev belum balik Bi?"Tanya Fredo suami Je sahabat Dev juga
"Belum paling bentar lagi nyampe dia sering pulang telat akhir-akhir ini ngak tahu kenapa,ayo masuk dulu!"ucap Diana sambil berjalan memasuki rumah,setelah itu dia menyuruh Bik Tami pembantunya mengambilkan minuman dan cemilan
"Eh-ada cucu Opa yang ganteng!apa kabar Justin?"ucap Surya yang baru turun dari tangga
"Baik Opa!Justin kangen Opa"ucap anak kecil itu sambil berlari kearah Surya
Surya menggendong Justin dan berjalan kesofa,mereka berbincang-bincang dengan sesekali gelak tawa dengan tingkah bocah 3 tahun itu. Diana sudah menganggap Je seperti anaknya sendiri karena dia tidak memiliki seorang putri bahkan dengan kedatangan Justin disambut seperti cucunya sendiri begitupun Surya.
Tak lama terdengar salam dari arah pintu masuklah laki-laki tampan dengan wajah lelahnya
"Om!"teriak Justin berlari kearah Dev,yah dia adalah Devano
"Hei Justin!"Ucap Dev kepada sang keponakan
"Om kok pulang lama?Justin udah nunggu lama Om!"Justin sambil merajuk memajukan bibirnnya
Dev terkekeh dengan tingkah keponakannya itu"Om kerja,maaffin Om deh nanti Om beliin mainan ya ya!"Dev membujuk anak adik sepupunya itu agar tidak merajuk dengannya
Justin yang mendengar itu langsung sumringah menatap Dev"Om seriuskan?janji sama Justin?"ucap Justin sambil melengkingkan jari kelincinya
Dev membalas lengkingan jari kelincinya dengan jari sang keponakan"Janji"Dev sambil tersenyum mengusap rambut Justin dan berjalan kesofa tempat mereka berempat
"Tumben banget lo baru balik?"ucap Fredo kepada temannya itu
"Iya akhir-akhir banyak kerjaan!tumben banget kesini ada sesuatu?"Dev sambil melirik sahabat dan adiknya itu
Je mendengus kesal mendengar ucapan sang kakak"Cih!terserahlah lagian ngak boleh apa hah?"
"Ya bukan gitu"
"Katanya Bryan mau ngomong sesuatu Dev gue disuruh kesini sekalian Justin kangen sama Oma Opanya"Fredo menatap Dev yang sedang memangku sang putra
Dev menaikkan alisnya dengan ucapan temannya itu"Ada apa?tumben?"
"Gue denger dia mau dijodohhin"Fredo sambil menyesap minuman yang dibawakan bik Tami tadi
"Dijodohin?seriously?"Tanya Dev menatap suami adik sepupunya itu
Fredo meletakkan minumannya kembali kemeja"Yah dia tadi dia nelpon gue nyuruh kesini sekalian mau yah biasalah dia"
"Stok cewek dia habis?dia mau dijodohin?"Dev sambil tertawa begitupun Fredo
"Ihh Dev ngomongnya!"Tegur Diana kepada sang putra
"Hahaha emang gitu kok Bi,mungkin juga gitu"haha tawa Fredo memuncak bersama Dev
"Dasar temen pada ngak ada akhlak bukannya disuport eh malah di bulan-bulanin"Je sambil geleng-geleng kepala
"Sebenernya dia baik kalau udah nemu pawangnya aja kayak kamu sayang"imbuh Je melirik Fredo
"Iya juga,kalau dia nerima perjodohan ini tinggal lo doang dong yang jomblo!gila mau sampai kapan?gue aja anak udah segede gitu"Fredo bersedekap tangan menatap temannya itu
_
_
_
_