After The Breakup

After The Breakup
BAB 42 Melamar



Aza benar-benar takjub melihat pemandangan di depannya. Terdapat dua meja yang dihiasi dengan lilin-lilin dan taburan bunga mawar membentuk hati yang melingkari meja membuat kesan romantis malam itu.


Aza lagi-lagi menatap sang pujaan hati di sampingnya dengan derai air mata bahagia "Niat awalnya udah tahu gelagat kamu! eh-malah mewek beneran Ayy"ucapnya di sela-sela tangisnya.


"Cup cup cup cup jangan nangis! udah kayak mau di bawa kabur kemana aja"kata Dev sambil memeluk tubuh Aza bahagia diiringi kekehan.


Aza mencibik kesal dengan tanggapan sang kekasih "Cih dasar tak romantis merangkai kata!"


Dev lagi-lagi tertawa mendengar penuturan sang wanita di pelukannya itu,dia melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik memerah itu.


Dev berlutut di depan Aza membuat Aza menganga tak percaya "Ayy kamu serius mau nglamar aku?"ucapnya benar-benar merusak kesan romantis pada saat itu.


Dev tak menghiraukan ucapan Aza bisa sampai besok ia memasangkan cincin kejemari sang kekasih jika meladeni ucapannya.


Mengambil kotak cincin dari sakunya,Dev membuka itu dan menunjukkannya ke Aza. Menatap manik Aza dengan lekat "Azalea Cavabila seperti yang sudah kau bilang tadi jika aku bukan pria yang romantis dalam merangkai kata-kata. Tapi satu hal yang harus kau tahu kalau kau adalah wanita pertama dan seterusnya yang akan menjadi pendampingku. Kau adalah wanita yang selalu membuatku nyaman dan bahagia saat berada di sisiku"


Dev menjeda ucapannya dengan menarik napasnya lembut "Will You Marry Me?"


Aza tak bisa berkata-kata air mata bahagianya terus mengalir menatap pria yang sedang berlutut di depannya dengan penuh kebahagian.


"Sing,capek!"


Aza terkekeh dan ikut berjongkok di depan sang kekasih "Aku tahu kau bukan pria romantis Ayy! tapi aku benar-benar bahagia bisa menjadi wanita yang kau cintai. Aku adalah wanita paling bahagia saat berada di dekatmu. Mungkin Tuhan menyatukan kita setelah perpisahan untuo menguji seberapa besar rasa cinta yang kita miliki satu sama lain"


"Aku Azalea Cavabila menerima pinanganmu untuk menua bersamamu"kata Aza yang mampu membuat Dev memancarkan sinar bahagia dari wajahnya.


Dev berdiri dan membantu Aza berdiri. Memasangkan cincin kejari manis Aza "Terima kasih"ucapnya dan langsung memeluk tubuh kecil yang sekarang berganti status menjadi 'Tunangannya' itu.


Aza mengangguk di dalam pelukan Dev. Tak bisa di pungkiri jika dulu ia selalu berdoa kepada Allah kalau dia akan menua bersama dengan orang yang sedang memeluknya ini. Ternyata Allah benar-benar mendengar doa-doa yang selalu ia ucapkan setiap hari.


Terima kasih Tuhan kau telah mendengar doa-doa hambamu ini batin Aza sambil menatap langit-langit dengan senyum di wajahnya.


Aza melepaskan pelukannya menatap cincin berwarna putih yang terdapat ukiran inisial nama di sana "D A"lirihnya sambil menatap Dev.


"Hm Devano dan Azalea"ucap Dev membenarkan perkataan kekasihnya itu ralat tunangannya itu.


Dev menuntun Aza untuk duduk di meja,sudah tersedia makanan yang sudah disiapkan Dev untuk menambah kesan terdalam dalam diri Aza untuk mengingat masa-masa ini.


Menarik kursi untuk di duduki Aza "Terima kasih"ucap Aza sambil tersenyum manis.


Dev mengangguk dan duduk di sebrang Aza. Mengambil buket bunga mawar yang dibawakan seseorang di belakang Dev "Terima kasih! kalian boleh pergi"ucapnya kepada pelayan yang sedari tadi menonton acara lamaran itu. Pelayan itu mengangguk dan undur diri dari roftoop cafe itu.


Dev menyodorkan buket bunga itu ke Aza.


Dev mengangguk "Iyalah buat siapa lagi"cibiknya kesal karena sedari tadi Aza benar-benar merusak momen yang sudah di siapkan Dev.


Aza mengambil buket bunga itu dan terkekeh "Uluh-uluh yang kesal"godanya.


"Makan"


Aza mengangguk dan mulai menikmati steik yang sudah disiapkan Dev dengan penuh kasih sayang itu. Setelah menghabiskan makanan itu Dev menatap Aza dengan lekat hingga membuat sang empu salah tingkah.


Aza yang sedang mengelap mulutnya dengan tisu benar-benar dibuat salah tungkah oleh tatapan pria didepannya itu "Ngak usah natap begitu! ntar naksir lagi gimana?"ucap Aza.


Dev mengulas senyumnya "Tiap hari udah naksir terus kok"


Ada semburat rona merah saat mendengar perkataan Dev,dia memalingkan wajahnya agar tidak bertatapan dengan pria yang sudah melamar dirinya beberapa menit yang lalu.


"Sing!"Aza menoleh saat Dev memanggilnya.


Dev menarik tangan Aza membawanya ke pinggiran menikmati pemandangan kota yang terlihat dari atas.


Tak lama suara kembang api terdengar membuat fokus Aza yang tadi melihat kearah pemandangan kota teralihkan ke langit. Langit yang dihiasi oleh warna-warna kembang api membuat Aza mengembangkan senyumnya.


Dev merengkuh pinggang Aza dan berbisik "Apa kau suka,sayang?"


Aza memiringkan tubuhnya melihat ke arah Dev,mengalungkan kedua tangannya ke leher Dev "Aku benar-benar bahagia Ayy. Terima kasih malam ini akan menjadi malam yang paling membahagiakan bagiku Dev"


Dev mendekatkan wajahnya kearah Aza mendekatkan bibirnya ke bibir seksual milik gadisnya itu. Dengan lembut ia mengulum bibir Aza,********nya dengan lembut. Mengeksplor menikmati manisnya bibir Aza. Menekan tengkuk Aza untuk memperdalam ciumannya.


Aza menerima pangutan itu sesekali tangannya mengusap rahang tegas Dev. Dia melepaskan pangutan itu saat dirinya mulai kehabisan napas.


Dev tersenyum simpul dan mengusap bibir Aza yang basah akibat dirinya "Aku mencintaimu"


"Aku juga"


_


_


_


_