After The Breakup

After The Breakup
BAB 100 Tragedi Pagi Hari



Dengan langkah pelan dengan hati yang merasa takut ia mencoba mendekat kearah suaminya. Berdiri di depan Dev yang sedang duduk di bibir ranjang,Aza mencoba mentralkan kegugupannya.


Tanpa babibu Dev langsung menarik tangan istrinya itu hingga Aza duduk di pangkuannya "Kenapa,hm? angkat kepalanya,Sing!"titahnya.


Dengan spontan Aza langsung mengangkat kepalanya yang tadi nunduk,ia masih diam dengan tatapan Dev yang tak terbaca.


"Coba ulangin lagi yang tadi?!"


Menggigit bibir bawahnya Aza memainkan tangannya pertanda ia sangat gugup "Maaf"lirihnya.


Dev menghela napasnya menyematkan helaian rambut Aza ke daun telingannya "Jangan pernah ngomong itu lagi ya!"


"Maaf ya! ngak lagi. Lagian kamu kan sayang sama aku kan?"goda Aza dengan suasana hati sudah membaik saat mendengar nada bicara suami tampannya.


Dev membalas dengan senyum manisnya menduselkan wajahnya di dada tempat favoritnya.


"Ihh tangannya Ay!"tegur Aza saat tangan Dev sudah masuk ke-blazernya menjalar ingin membuka kemeja berwarna putih yang ia kenakan sekarang.


"Mau,Sing..."rengek Dev mendongak menatap istrinya memelas.


Aza membulatkan matanya memukul bahu Dev yang sekarang hanya shirtless dengan celana pendeknya "Ngak ada! kita kerja hari ini. Jangan macem-macem ih!"tegas Aza saat Dev sudah membuka kancing kemejanya.


"Satu ronde aja"


"Ngak ad-- mmphhh Ay"keluh Aza saat menyadari tangan nakal suaminya sudah memainkan aset pribadinya.


"Kenapa,sayang?"goda Dev dengan senyum smriknya melihat ekspresi istrinya,tangannya tak gencar menjelajahi dua benda istrinya.


"Ay aku--"Aza benar-benar menggigit bibir bawahnya,hatinya seolah menyuruh untuk berhenti tetapi badannya seolah welcome dengan apa yang di lakukan oleh Dev.


Sial gue terangsang umpatnya dalam hati.


Dev seolah tuli ia terus melakukan kegiatannya tanpa memperdulikan ucapan istrinya. Hingga kegiaatanya terhenti menatap Aza bingung "Apa ini,Sing?!"tangannya terhenti ketika meraba di bagian paling sensitif milik Aza,dan betapa terkejutnya ia tak kalah mendapatkan benda empuk membungkus sarangnya.


"Aku datang bulan,Ay..."lirihnya dengan menahan tawa.


Dev membulatkan matanya menatap istrinya yang masih setia duduk di pangkuannya sayu "Sejak kapan? bukankah tadi malam belum?!"


"Tadi pagi"jawabnya enteng.


"Shit! kenapa ngak bilang?! arrrghh,Sing"frustasi Dev sambil mengacak-acak rambutnya.


Aza tertawa "Salah sendiri,tadi mau bilang kamu ngak mau dengerin!"


"Jahat kamu mah jahat!"lanjutnya


Aza tertawa melihat tingkah suaminya yang benar-benar frustasi "Cup cup cup maaf ya sayangku"


"Ngak mau! kamu jahat banget. Ini lebih sakit saat di tinggal kamu pergi selama tujuh tahun tau ngak?! Udah tegang pula"rutuknya kesal.


Bagaimana tidak dirinya udah benar-benar tegang,hanya tinggal menunggu sarangnya. Tapi sekarang? sarangnya malah di aliri darah tak tahu diri.


"Masih pagi ngak usah di tekuk gitu mukanya?! cium aja ya?"ucap Aza langsung mencium seluruh wajah cemberut suaminya. Baginya muka Dev yang seperti itu sangatlah menggemaskan.


"Ngak mempan!"


...••¤••...


Aza tampak acuh tanpa mau mencoba membujuk suaminya yang masih tampak kesal atas kejadian pagi tadi. Dia juga ngak merasa salah karena mencoba menghentikan aksi suaminya,tapi Dev-nya aja yang tak mau berhenti.


Memandang sekilas wajah muruh Dev yang sedang mengemudi. Aza menarik napasnya membuangnya kasar "Kalau satu minggu udah selesai,aku servis kamu sehari semalem deh!"bujuknya.


Dev hanya diam tak memperhatikan ucapan istrinya,ia sangat-sangat kesal harus mandi air dingin pagi-pagi! bayangin pagi-pagi hanya untuk bermain dengan sabun?! padahal dirinya punya sarang sendiri!


"Aku udah ada tutorial gimana caranya memuaskan kamu walau tanpa sarang,Ay!"ucap Aza dengan senyum smriknya. Selama dua bulan menikah dengan Dev mulutnya sudah tak se-suci dulu,mungkin pengaruh dari kemesuman suaminya itu sangatlah besar untuk seorang gadis baik-baik seperti Aza.


Dev menoleh sekilas dengan alis yang naik tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dengan mimik wajah apa?


"Ada,nanti di rumah! jadi tuh muka jangan di tekuk aja! kan jadi jelek"


"Ouh berarti aku jelek? begitu maksud kamu,hm?"ketus Dev menatap istrinya tajam.


Aza gelagapan mendengar balasan sensitif Dev,dirinya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya Yang PMS siapa yang sensitif siapa? batinnya.


_


_


_


_


Like,komennya ya guys😍