After The Breakup

After The Breakup
BAB 48 Resepsi



Ini tentang Bryan&Vio dulu yah,sesuai alurnya dulu😍


Malam sudah datang dimana menandakan kalau resepsi pernikahan Bryan&Viona akan diselenggarakan. Viona yang dulu sangat tidak menginginkan perjodohan ini bahkan sampai ingin melarikan diri hingga membuat sahabatnya ikut dalam masalah dirinya,sekarang menjadi seorang istri dari pria itu. Jika Vio ditanya apa kau sadar jika sekarang laki-laki itu suamimu? Tidak! sama sekali tidak! tidak pernah terbayang juga dia akan menikah dengan lelaki yang sekarang ada di hadapannya.


Pikiran yang selalu ingin membatalkan perjodohan ini selama dua bulan ini sia-sia dia bahkan sekarang sudah menyandang menjadi nyonya Bryan Fredick. Dia akui kalau Bryan adalah pria yang berperilaku baik terhadapnya,sopan kepada orang tuanya hingga membuat kedua orang tuanya sangat mempercayai jika Bryan yang akan selalu menjaga putri semata wayangnya itu.


Viona menatap lurus kearah laki-laki yang sedang mengenakan jas hitam dengan kemeja putih dengan dasi kupu-kupunya.


"Kenapa?ada masalah?"Tanya Bryan membuyarkan lamunan Vio.


Vio tersentak kaget mendengar perkataan suaminya itu,perempuan yang mengenakan gaun putih rancangan sahabatnya dengan mahkota yang menghiasi kepalanya tersenyum menatap Bryan "Ngak! aku masih ngak nyangka aja kalau sekarang aku adalah Nyonya Bryan Fredick"


Bryan mendekat dan mengusap puncak kepala wanita yang malam ini benar-benar cantik "Aku tahu bahwa kau mengundurkan waktu pernikahan kita karena ingin merencanakan pembatalan perjodohan ini kan? tapi yah mau gimana lagi,mungkin kau takdirku! wanita yang sudah di pilihkan oleh Allah untuk menjadi pendamping hidupku! menemani masa tuaku"


Viona menatap kearah laki-laki yang sudah duduk disampingnya dengan lekat. Bryan menatap balik kearah istrinya dan tersenyum.


"Aku tahu jika kau masih meragukanku karena kepribadian playboy yang tersematkan dalam diriku Vi! tapi percayalah walau aku sering bergonta-ganti wanita,tapi aku tidak pernah bermain-main dengannya"kata Bryan.


"Akan ku pastikan jika kaulah wanita yang pertama memilikiku seutuhnya"imbuhnya sambil mengecup kening Vio.


Vio terharu mendengar penuturan Bryan "Bry,aku minta maaf jika masih meragukanmu tapi yang mesti kau tahu akan tidak akan bermain-main dengan pernikahan,Bry. Seperti wanita pada umumnya aku hanya akan menikah satu kali seumur hidup dengan rasa cinta yang meliputi pernikahan itu"


Vio menarik napasnya dan memeluk Bryan "Berjanjilah untuk menjaga pernikahan ini bersama-sama,mari saling mencintai"


Bryan tersenyum dibalik pelukan itu,dia juga satu pemikiran dengan Vio bahwa dia bukan laki-laki yang akan mempermainkan pernikahan "Baiklah jika itu yang kau mau"ucapnya sambil mengelus punggung Vio lembut.


Vio melepaskan pelukan itu dan menatap Bryan "Ada yang ingin aku tanyakin Bry"


Bryan menaikkan alisnya bingung "Bertanyalah"


Vio agak gugup ingin mengucapkan sesuatu "Apa kau menika-hiku bu-kan karena Kak Sin-dy kan?aku tahu jika dia cinta pertamamu yang lebih memilih Kak Doni karena dulu dia sudah menjalankan bisnis Papa"


Bryan agak terkejut mendengar perkataan itu,tapi dia langsung mengontrol wajahnya kembali dan menatap Vio "Kamu tahu dari mana?"


"Dari mama Alira(mamanya Bryan)"


"Kalau aku boleh jujur,saat pertama kali aku melihatmu entah perasaan apa di dalam hatiku,ingin sekali aku menjadikanmu wanita yang akan bersanding denganku. Entah itu rasa apa aku sendiri tidak tahu,yang pasti aku ingin memilikimu selamanya"kata Bryan lagi.


Suara ketukan pintu terdengar membuat mereka menoleh kearah pintu. Bryan berdiri dan membukakan pintunya. Disana ada Alira dan Hana mereka memasuki kamar hotel pengantin baru itu.


"Masyallah menantuku cantik banget"heboh Alira mendekati Vio yang sedang duduk di sisi ranjang.


Vio hanya tersenyum mendengar penuturan dari mama mertuanya,hatinya sudah benar-benar lega mendengar perkataan Bryan tadi. Seolah-olah kebahagian kedepan akan datang menyambut pernikahan keduanya


"Kamu sudah siap sayang?"tanya Hana kepada putri cantiknya. Vio mengangguk menanggapinya dengan senyum hangat.


Bryan mendekat dan mencibir "Apa mama tidak ingin memuji putra tampan mama ini"ucapnya menyindir mama yang sedang duduk di samping istrinya.


"Bodo' amat,mama bosen tiap hari lihat wajah kamu terus"balas Alira enteng membuat gelak tawa di ruangan itu.


Viona merasa bersyukur memiliki mertua seperti Alira dan Ardian Fredick. Tidak seperti yang dibayangkannya saat membaca sinetron-sinetron kalau sang mertua akan menjadikan menantunya seperti pembantu di rumahnya.


Mereka turun ke ballroom hotel dimana diadakannya pesta pernikahan. Dengan mengandeng lengan Bryan mereka turun hingga membuat semua pasang mata menatap kagum kepada sepasang suami istri itu.


Banyak yang ingin menjadi sosok Vio yang berdiri di samping seorang Bryan Fredick. Laki-laki yang sukses dalam mengurus bisnis keluarganya. Otor pengen lah bersanding dengan bang Bry,kalau bang Dev udah ada mbk Aza.


_


_


_


_


Readers:Itu sama saja tor,bang Bryan kan udah ada bini! mau jadi pelakor tor?


Otor:Kalau bang Bry kepincut mbk Vio bisa apa☺️


Like,komen hadiahnya yah gaes😚