After The Breakup

After The Breakup
BAB 18 Pertengkaran Ibu dan Anak



"Pelan-pelan nanti jatuh gimana?"Tegur Dev kepada Aza saat Aza berlari di rumah sakit


Yah saat ini Dev dan Aza sudah sampai di Singapura dan berada di rumah sakit tempat di mana Maya di rawat


"Ish buruan!"ucap Aza sambil menarik tangan Dev. Dev hanya pasrah berjalan dengan tangan yang di tarik Aza


Sesampainya di depan pintu ruangan mamanya Aza langsung membuka pintunya. Semua orang yang ada di rumah sakit itu terkejut dengan pintu yang terbuka tanpa ada suara ketokan dulu dan melihat siapa yang berada di dekat pintu


"Aza"lirih Maya yang sedang duduk dan tak jauh di sana ada laki-laki yang sedang duduk di ranjang pasien mamanya


Aza langsung berlari dan memeluk mamanya erat "Hiks Ma,mama kenapa bisa begini?maafin Aza ma"ucap Aza memeluk Maya erat. Maya membalas pelukan putrinya dan mengusap rambut panjang Aza dengan lembut dan menatap ke arah perempuan yang duduk di sofa


Lana langsung memandang ke arah yabg lain menghindari tatapan Maya,Lana tahu kalau Maya meminta penjelasan


Seorang laki-laki yang tadi duduk di ranjang itu langsung berdiri membiarkan ibu dan anak itu. Samuel berdiri di dekat Dev dan melemparkan senyumnya. Yah dia Samuel laki-laki yang menyukai mama Aza sudah sedari lama tapi entah apa yang membuat mamanya masih enggan untuk menerima Samuel


"Pacarnya Aza?"Tanya Samuel ke Dev


Dev menatap pria yang sedang tersenyum hangat itu dan membalas senyumnya tipis "Bisa juga"jawabnya santay


"Ouh ya?"Tanya Samuel dengan alis yang terangkat. Ucapan mereka terhenti ketika Lana berbicara


"Maaf May! Aza juga harus tahu"ucap Lana sedikit merasa bersalah


Aza langsung melepaskan pelukannya dari sang mama dan menoleh ke Lana "Tante Lana ngak salah Ma! jika saja tante ngak bicara ke Aza mana mungkin Aza di sini"


"Dan juga Aza benar-benar kecewa sama mama,kenapa mama tutupin ini semua dari Aza?"imbuhnya sambil menatap manik teduh Maya


Maya gelagapan mendengar penuturan sang anak "Bukan gitu sayang,mama cuma ngak mau kamu khawatir lagian kamu baru bekerja di perusahaan papamu kan?"Maya sambil menggegam tangan Aza


"Ma ngak ada sangkut pautnya dengan Aza bekerja! jika mama ada masalah papa ngak akan ngelarang Aza kesini juga!"kesal Aza saling memalingkan wajahnya menatap Samuel


"Om juga kenapa ngak kabarin Aza tentang mama?"Tanyanya kepada Samuel


Samuel berjalan mendekati Aza dan Maya,mengelus rambut Aza lembut "Om cuma nepatin janji ke mama kamu Za"ucapnya lembut


Aza mendongak menatap Samuel "Apa harus di tepatin janjinya jika itu salah?"


"Bukan gitu--"ucapan Samuel terpotong oleh Aza


"Aza kecewa dengan kalian"ujar Aza sambil berdiri dari duduknya dan menuju pintu keluar melewati Dev


"Sayang"Ucap Maya sedikit teriak karena Aza sudah hilang dari balik pintu


"Gimana ini?"Tanya Maya ke Samuel dengan air mata yang sedikit membasahi pipinya. Samuel mendekat dan memeluk tubuh Maya yang sedang duduk


"Aza akan mengerti"


Dev mendekat ke Maya dan memegang tangan Maya "Tante tenang aja,Aza biar Dev yang urus!"ucap Dev


Maya tersenyum dan memegangi tangan Dev yang sedang memeganggi tangan kirinya "Makasih ya Dev,tante minta tolong jagain Aza"


Dev hanya membalas senyuman Maya dengan anggukan dan meninggalkan ruangan itu


"Ngak-papa aku paham kok,paling dia bentar lagi ngak marah. Tenang aja Lan ada Dev kok"ucap Maya sambil menggegam tangan Lana. Lana tersenyum kepada Maya


**


Aza keluar dari rumah sakit dengan air mata yang berderai menyusuri jalanan dengan memegangi legannya kedinginan karena terkena angin malam. Dia berhenti di pinggir jalan menatap mobil-mobil yang berlalu lalang


Tak lama sebuah mobil berhenti di depan Aza. Aza hanya mendengus dan mengalihkan wajahnya ke arah lain,dia sudah tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu


Aza menatap pria yang berada di depannya dengan kesal "Aku malas berdebat"ucapnya


Dev hanya menaikkan alisnya dan bersandar di mobil. Yah pria itu Devano "Siapa yang ingin mengajak berdebat?"Tanyanya dengan kedua alis yang terangkat dan melipat kedua tangannya di dada


Aza lagi-lagi mendengus kesal memalingkan wajahnya dengan tangan yang masih setia mengelus lengannya kedinginan


Dev yang melihat itu geram sendiri 'dasar keras kepala' batinnya


"Apa kau hanya akan berdiri di sana?"Tanyanya lagi


"Kemarilah"imbuhnya sambil mengulurkan tangannya


Aza menatap uluran tangan Dev dan menatap Dev "Bisakah menghiburku hari ini?"Tanya Aza sambil mendekat ke Dev


Dev langsung meraih pinggang Aza dengan tangannya merapatkan tubuh Aza ke tubuhnya menarik kedua tangan Aza dan memasukkannya ke dalam jaketnya


"Tumben?"Dev sambil menyematkan rambut Aza kebelakang daun telinga Aza


Aza menghangatkan tangannya di dalam jaket Dev sambil menatap Dev yang menyematkan rambutnya "Jika tidak mau ya sudah"ucapnya dengan mengerucutkan bibirnya dan memalingkan wajahnya


Cup


Cium Dev dengan sekilas ke bibir Aza karena merasa gemas dengan tingkahnya. Aza melototkan matanya ke arah Dev


"Apa?kenapa melotot begitu?"Tanyanya santai


lagi dan lagi seenak jidat banget dia main cium-cium aja gerutu Aza di dalam hatinya


"Masuklah"ucapan Dev membuyarkan lamunan Aza. Aza langsung memasuki mobil yang sudah di bukakan pintu oleh Dev tadi.


_


_


_


_


...Minal Aidzin Walfaidzin ya gaes...


...Maafin El ya jika salah-salah nulis:)...


...Jaga kesehatan semuanya😍...