After The Breakup

After The Breakup
BAB 15 Seperti Orang Asing



Dua perempuan tampak memasuki sebuah restaurant dengan membawa berlas-berkas di tangan mereka


Azalea Cavabila wanita cantik,putih kulitnya,rambut hitam yang panjang menggunakan baju putih bermotif bunga berwarna merah yang di padukan dengan rok hitam di atas lutut dengan kancing-kancing di tengah dari atas sampai bawah dengan high heelsnya hitam 5 cm dan jangan lupakan tas jinjingnya berwarna hitam menambah kata kesempurnaan mendekatinya.


Dan jangan lupakan lagi perempuan yang berdiri di samping Aza,dia adalah Viona Nataniel dokter obgyn yang terkenal dengan kecantikannya itu memakai dres berwarna merah muda bermotif garis-garis dengan rambut panjang terurai dan jepitan rambut menambah kesan keimutannya,memakai high heelsnya putih dan tas slempang berwarna putih.


"Dimana Vi orangnya?"Tanya Aza sambil celingukan mencari klien temennya itu


Yah malam ini Aza sama Vio menemui klien Bagas sesuai dengan ucapan Viona tadi mereka mendapat imbalan 100 juta sesuai janjinya,yah walaupun ada perdebatan dengan sang istrinya Tania


"*Apa 100 juta??hey kalian ini mau bantuin suami gue atau meras dengan abal-abal bantuin?"kesal Tania kepada dua wanita yang duduk di depannya itu


"Yang mereka bantuin kita!kamu jugakan yang ngak mau aku ketemu klien ini?"Bagas sambil menundukkan istrinya di sofa


Aza dan Vio santai menanggapi ucapan sahabatnya itu


"Pelit amat sih lo Tan! 100 juta buat suami lo bukan apa-apa"ucap Vio enteng sambil menyeruput minumannya


Aza menoleh ke Vio"Hkem...punya suami kaya kalau ngak di manfaatin percuma Tan! catat suami lo kaya"Aza membenarkan ucapan Vio sambut mangut-mangut


Begitupun Vio dia mengangguk-anggukan kepalanya


"Itung-itung berbagi atas kehamilan kamu sayang"ucap Bagas sambil menatap istrinya itu


"Terserahlah"Tania pasrah merelakan 100 ke sahabatnya itu dengan abal-abal bantuan itu


Memang ya mereka itu matre haha*


"Itu kayaknya Za"jawab Vio sambil menunjuk seorang wanita dengan pakaian sexy dengan punggung yang terbuka


"Pantes si Tania ngak mau di tinggal Bagas untuk ketemu kliennya"ujar Aza sambil berjalan ke arah klien itu


"Namanya juga lagi hamil sensitif"tambah Vio membenarkan ucapan Aza


Mereka sudah di depan kliennya itu dan menundukkan kepalanya hormat


"Maaf apa anda sudah menunggu lama?"ucap Aza merasa bersalah karena mereka datang terlambat dan menarik kursi di sana mendudukinya


"Sorry kalian siapa?"Tanya perempuan itu bingung dengan mereka duduk di depannya itu


"Ouh..saya perwakilan dari Pak Bagas,beliau tidak bisa datang karenaada keperluan"terang Aza


Vio hanya diam dan membalas perkataan Aza dengan senyuman


Ada rasa kecewa di raut wajah wanita itu setelah mendengar kalau Bagas tidak bisa datang,dan perubahan wajah itu bisa di lihat oleh Aza dan Vio mereka saling pandang dengan pikiran 'dia kenapa'


ck! buat apa dandan begini kalau Pak Bagas ngak dateng batin perempuan itu


"Maaf bu..bisa di mulai meetingnya?"ucap Aza membuyarkan lamunan perempuan itu


"Ouh..baiklah!"


Aza menyampaikan presentasi dengan di bantu Vio mencari berkas-berkasnya. Tadi saat di rumah Tania,Bagas lebih dulu menyerahkan point-point penting yang sudah di rangkum dan menjelaskannya pada Aza agar mempermudah Aza nanti saat menyampaikan presentasi


Yah berkat itu Aza bisa menyampaikan presentasi dengan baik. Kerja sama pun terjalin kepada keduanya setelah mereka menandatangu kontrak itu


Dan klien itu mengundurkan diri karena ada keperluan penting katanya


"Masih jam 8 Za,di sini aja apa mau langsung pulang?"Tanya Vio sambil menyeruput es mocacinonya


"Pulang aja Vi capek!"jawab Aza sambil membereskan berkas-berkas itu


"Ini berkasnya gue bawa pulang dulu aja ya! besok gue anter ke rumah Tania"lanjut Aza


"Hmm..no problem yang penting kerja sama ini terjadi,setidaknya kan Bagas ngak rugi hehe"ucap Vio sambil terkekeh


"Iya juga sih"


Mereka berjalan menuju pintu keluar restaurant tapi saat sebelum itu


"Auww...astaga gue nabrak orang atau tembok"ucap Vio sambil mengelus dadanya itu


"Lo ngak-papa?ck! gimana bisa nabrak? lo ngak lihat jalan ya?"Aza sambil berlari menuju ke Vio,karena tadi Aza berjalan agak jauh dari Vio


"Ck! buat apa mata kalau ngak buat ngelihat Marfuah!"Vio sambil menatap Aza dengan bibir yang sudah maju lima senti dan menoleh ke depan siapa yang menabraknya tadi


Mata Vio langsung melotot melihat siapa yang ada di depannya


"Elo!!"Teriak Vio sambil menunjuk ke muka Bryan


Yah pria itu adalah Bryan Fredick tunangan sekaligus calon suaminya itu


Aza langsung membekap mulut Vio yang terbuka itu karena para pengunjung menoleh ke mereka karena teriakan Vio


Bryan dan Dev,yah Dev juga ikut bersama Bryan. Mereka juga tak kalah terkejutnya melihat dua wanita ini


"Bener-bener harus di sumpel cabe ni mulut!diem bisa ngak sih Vi ngak usah teriak-teriak"ucap Aza yang masih membekap mulut Vio dengan wajah menunduk maaf kepada semua pengunjung


"Auww sakit tahu! kenapa di gigit sih?"Aza sambil menjauhkan tangannya dan mengibaskannya


"Hehe salah sendiri main bekap-bekap aja! lo mau gue mati dadakan?gue masih muda belum ngerasain nikah Za!"ujar Vio sambil terkekeh


Dan tingkah wanita itu tak luput dari pandangan Dev dan Bryan yang sedari tadi di depan mereka. Dev hanya menatap dan memasukkan tangannya di saku celananya sedangkan Bryan menatap dengan bersedekap dada


"Ekhem"deheman Bryan mampu mengalihkan pandangan dua wanita itu


Aza dan Vio langsung menoleh bersamaan dengan ekspresi yang sudah di kontrol kembali


"Apa kalian keluyuran malam-malam begini"Tanya Bryan mengintimidasi


"Ngak!"jawab singkat Vio dengan tegas


Sedangkan Dev berdiri di samping Bryan dengan tangan yang di masukkan ke dalam dengan ekspresi datar tanpa melihat ke arah Aza. Aza kaget dengan ekspresi yang di tunjukkan oleh Dev kenapa dengan dirinya bahkan melirik Aza pun Dev tidak


apa dia marah karena kejadian tadi? batin Aza sambil menghela napasnya dan mengalihkan wajahnya ke arah lain


kau yang menginginkanku menghindar,jadi jangan salahkan aku jika aku begini! batin Dev melirikbke arah Aza yang memalingkan wajahnya


"Terus ngapain di sini malam-malam? apa demi ini sampai kau membatalkan janji kita?"Tanya Bryan yang masih mengintrogasi tunangannya itu


Vio cengo mendengar pertanyaan dari calon suaminya itu "Hey sejak kapan kau manis seperti ini?apa kau salah obat?"Tanya Vio balik sambil menggerakkan tangannya menyentuh dahi Bryan


Bryan membiarkan Vio memegangi dahinya


"Tidak panas kok"ucap Vio


"Siapa juga yang sakit!"kesal Bryan karena sudah perhatian malah di anggap bercanda oleh tunangannya itu


"Ayo Za"ucap Vio tanpa berniat membalas ucapan tunangannya tadi,sambil menarik tangan Aza namun di hentikan oleh Bryan dengan mencekal tangan Vio


"Mau kemana?enak aja main pergi-pergi aja"


"Apalagi sih? janji kita udah aku batalin,aku ada urusan dengan Aza"sungut Vio sambil menatap tajam pria yang mencekal tangannya itu


Dan lagi-lagi bahkan Dev sampai cengo melihat tutur bicara sahabatnya itu atau jangan-jangan sahabatnya itu sudah menjadi bucin seperti Fredo entahlah.


Aza pun hanya mendengarkan dan melihat perdebatan calon pengantin itu


_


_


_


_