After The Breakup

After The Breakup
BAB 70 Kata-kata Dev




Aza berjalan keruangannya dengan pikiran melayang-layang dengan apa yang dilakukan Dev. Tentang kartu identitas dirinya.


"Buat apa sih kartunya?kenapa dia mencurigakan sekali"gumam Aza lirih dengan pikiran menerawang kejadian tadi.


**


Dev yang masih di jalan menyusuri jalanan di terik matahari yang panas-panasnya mengambil earphone di dashboard mobilnya,memasangkannya ke-telinganya setelah menelpon seseorang dari ponselnya.


"Dim,saya ada tugas buat kamu!"


"Apa Tuan?"


Setelah berbincang dengan Dimas sekertarisnya,Dev mengembalikan earphonenya ke dashboard lagi. Melanjutkan perjalanannya lagi ke-kantor.


Tak butuh waktu lama,mobil hitamnya sudah sampai di parkiran perusahaannya.


"Ngapain disini?"Tanya Dev pada wanita yang sedang duduk di sofa ruang kerjanya.


Wanita itu menoleh kearah pintu yang baru di buka menampakkan pria yang sedang memakai jas hitam berjalan kearahnya "Aku pengen selesaiin ini secepatnya Dev!"ucapnya.


"Aku bilang jujur aja ke media agar masalag ini tidak merembet! kau tahu kalau kekasihku salah paham dengan ini semua"terang Dev sambil duduk di depan perempuan itu.


"Jika aku lakukan itu kalau papa aku ngak bisa nerima karena nama baiknya rusak bisa saja dia melakukan segala cara!kamu tahukan bagaimana papa?"


Dev menunduk memang benar apa yang dikatakan perempuan itu,Agus Sanco bukanlah orang biasa. Dia adalah golongan orang yang akan melakukan apapun sesuai keinginannya.


"Tapi aku akan mencobanya"empat kata yang mampu membuat Dev mendongak menatap tak percaya wanita itu.


Raini?ya perempuan itu adalah Raini wanita yang sedang bermasalah dengan dirinya,tampak santai mengucapkan itu "Aku yakin! aku ingin berbahagia dengan Damar dan kamu bisa bahagia dengan Aza kekasihmu. Aku akan menjamin kalau papa bukan penghalang atas kebahagian kita sendiri"


"Aku tahu jika kau sangat mencintai Aza! begitupun dengan aku dan Damar!"balas Raini setelah itu dia berdiri dari duduknya.


"Aku pamit sorry membuat kamu terlibat masalah yang sudah aku buat sendiri"Dev hanya menganggukkan kepalanya menatap sekilas perempuan itu.


Mengambil ponselnya yang ada di saku celananya,membuka kuncinya lalu menatap walpaper di ponselnya terdapat foto Aza yang tengah senyum lebar kearah kamera.


"Tujuh tahun sudah kita berpisah,masalah memang selalu ada dalam hubungan. Tapi aku?aku sangat beruntung memilikimu yang setia berada di sisiku dengan keadaan apapapun"ucapnya.


"Jika orang mengira kalau kamu adalah wanita yang beruntung memilikimu maka mereka salah!karena aku adalah pria paling beruntung di pertemukan kepada sosok wanita seperti dirimu"


"Aku mencintaimu lebih dari apapun,Azalea Cavabila"imbuhnya sambil menyunggingkan sudut bibirnya keatas membuat senyum manis terukir disana.


Mengubah layar walpaper dengan foto dirinya dan Aza yang tengah bercanda gurau tertawa lepas. Tersenyum manis mengusap layar ponselnya sebentar dan memasukkannya kembali ke-saku celananya.


Berjalan ke arah meja kerjanya membuka jasnya dan menyampirkannya ke kursi kerjanya. Mendudukkan dirinya senyaman mungkin di kursi untuk mengerjakan tugasnya.


Tapj lagi-lagi senyum manis terukir di bibirnya tak kala melihat foto-foto kecil menjadi satu bingkai di sampingnya. Mengambilnya lalu mengusap bingkai itu "Baru nyadar kalau dia lucu"ucapnya sambil memfoto bingkai foto itu,lalu mengirimkannya pada seseorang dengan senyum menggulum.


_


_


_


_


...Like,Komen😚...