After The Breakup

After The Breakup
BAB 86 Tetangga Baru




Aza menuruni tangga setelah membersihkan dirinya. Sedari tadi Dev bilang ingin ke bawah ada urusan membuatnya bingung karena Dev belum kembali. Bahkan dari tadi dis sudah mengistirahatkan dirinya terlebih dahulu dengan memainkan ponselnya sebentar.


Tapi suaminya itu tak kunjung datang,alhasil dirinya turun untuk mencari suaminya.


Senyum di bibir Aza tampak terlihat tak kala melihat suaminya sedang berbincang dengan seorang wanita paruh bayu di dapur. Ia yakin kalau wanita itu adalah pembantu di sini.


"Ay"panggil Aza pada Dev yang sedang memunggunginya.


Dev berbalik menampilkan senyum tampannya "Udah selesai?"


Aza mengangguk "Udah"


"Selamat datang Neng Aza"sapa Asti pembantu yang selama ini merawat rumah Dev bersama suaminya. Panggilan terhadap majikannya udah di beri tahu suaminya. Al hasil ia menuruti apa kata suami atas perintah majikannya.


Aza membalas dengan senyum hangat "Makasih Bi-?"


"Bi Asti Neng"balas Bi Asti peka,atas kebingungan Aza.


"Hehe maaf ya Bi,ngak tahu soalnya"


"Ngak-papa atuh Neng"


"Sing,malam ini aku undang temen-temen buat berbeque-an itung-itung pindahan rumah"ucap Dev menatap Aza sudah duduk di depannya.


Aza menoleh yang sedari tadi mengobrol dengan pembantu rumahnya,menjadi menatap suaminya "Ouh ya? kok ngak di kasih tahu"


Dev terkekeh dengan wajah cemberut Aza "Ini udah di kasih tahu! seharusnya Bibi udah pulang,tapi tahu kita akan datang jadinya di undur. Tadi beliau beli bahan-bahannya"ujar Dev.


Memang benar seharusnya pembantunya dan juga suaminya,Mang Ujang sudah pulang jam empat sore. Karena waktu sudah menunjukkan pukul setengah lima.


"Bibi kalau udah beresin bahan-bahannya pulang aja Bi!"ujar Dev.


Asti mendekat setelah menyimpan bahan-bahan ke kulkas "Semuanya sudah selesai Den! Bibi pulang ya?"


Dev mengangguk "Maafvya Bi! Bibi jadi pulang telat"


"Ngak apa-apa atuh Den. Sekalian menyambut Neng Aza yang geulis"kata Asti.


Aza tertawa kecil "Bibi bisa aja. Makasih ya Bi"


"Kalau begitu saya pamit Den,Neng"pamit Asti meninggalkan pengantin baru itu. Aza dan Dev mengangguk membiarkan wanita paruh baya itu meninggalkan mereka.


Aza berjalan kearah kulkas melihat isi di dalamnya "Ngak ada cemilan Ay?"Tanya Aza heran saat kulkas hanya di penuhin oleh sayur-sayur dan daging jangan lupakan sosis untuk acara malam nanti.


"Beli aja di depan,ada supermarket"terang Dev.


"Ha?memang di depan ada?"tanya Aza balik bingung dengan penuturan Aza.


"Iya! depan rumah persis. Kamu ngak tahu?"Dev sambil mengerutkan keningnya.


Aza mendekat kearah meja pantry di mana suaminya duduk "Kok aku ngak ngeh tadi ya?"ucapnya polos.


Dev terkekeh dan menyentil dahi Aza gemas.


"Aww"ringis Aza sambil mengusap-usao dahinya.


"Nih"Dev menyodorkan dua uang lembaran merah kearah Aza "Beli sana,yang banyak! buat nanti malam juga"


Aza mengangguk semangat "Peka banget! jadi makin sayang"kekeh Aza mengambil lembaran uang yang di sodorkan Dev tadi.


"Sini cium"titah Dev mencondongkan wajahnya.


Aza menurut mengecup kedua pipi suaminya "Makasih suami"


"Yang sini,Sing!"keluh Dev menunjuk bibirnya dengan telunjuk tangannya.


Aza mencibik "Ngak! sana mandi. Aku beli cemilan dulu! Bye"Aza langsung ngacir keluar rumah sebelum mendapat balasan dari Dev lagi.


Dev hanya menggelengkan kepalanya dengan senyum yang sedari tadi menghiasi wajahnya. Melangkahkan kakinya menaikki tangga untuk membersihkan dirinya.


Sedangkan Aza berjalan kearah pagar rumah yang memang berjarak lumayan jauh dari rumahnya "Ck! halaman luas banget,mana jauh banget lagi gerbangnya"geutu Aza dengan melangkah menuju supermarket yang di bilang Dev tadi.


Aza membuka pagarnya sedikit,menutupnya kembali. Ia benar-benar masih tak percaya kalau benar memang di depan rumahnya ada supermarket kecil,tapi yang pasti komplit seperti supermarket-supermarket di luaran sana "Daebak. Nih perumahan ada semua fasilitasnya"gumam Aza.


Di sana ada gerombolan ibu-ibu bersama anak-anak kecil yang ia sangat yakin kalau mereka adalah penghuni kompleks ini. Tapi yang bikin salfok Aza,mereka masih sangat muda.


Apa mungkin kompleks ini di bagi menjadi kelas sesuai umur?? pikirnya.


"Sore Bu"Aza basa-basi. Biar di kira ramah karena ia penghuni baru di sini. Jika ia hanya menyelonong masuk bisa di cap sebagai warga tak bertetanggaan,karena mata mereka tahu kalau dirinya baru keluar dari rumah depan supermarket ini.


"Istrinya Tuan Dev?"tanya Manda.


"Baru pindahan ya?"Tanya Sekar.


Aza menggaruk tengkuk lehernya saat di tanya heboh oleh mereka.


"Ihh! satu-satu dong,kan kasihan jadi bingung"relai wanita yang bernama Intan.


"Ngak usah panggil Bu! panggil aku Intan. Ingat Intan"ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


Aza menerimanya dengan senyuman dan menjabat tangan "Aku Aza,iya aku istrinya Dev. Baru pindahan juga"


"Aku Sekar"


"Dan aku Manda"


Mereka saling perkenalan satu sama lain.


"Itu anak aku umurnya baru tiga tahun,dan itu anaknya Sekar umurnya lima tahun. Kalau anaknya Intan di rumah umurnya tujuh tahun"jelas Manda sambil menunjuk anak laki-laki Sekar dan perempuan yang Aza tahu sebagai anak Manda. Aza mengangguk mengerti.


"Di blok ini semuanya masih muda-muda"imbuh Sekar.


"Pantes kalian masih cantik-cantik"ucap Aza.


"Tuan Dev mah udah tiga tahun jadi warga di sini! tapi jarang kesini kayaknya,cuma rumahnya terawat"ujar Intan.


"Hkem,kamu cantik cocok sama Tuan Dev"balas Manda.


Aza tersenyum malu-malu atas pujian yang ia dengar. Siapa sih yang ngak malu-malu kucing kalau di puji??


"Selamat datang di sini ya?jangan kaget kalau nanti lihat blok ini"


Aza menatap Sekar bingung.


"Sering gosip-gosip gitu lho"terang Manda.


Intan hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan kedua tetangganya yang sudah biasa baginya itu. Tapi mungkin masih asing bagi Aza yang notabennya warga baru.


"Rumah aku di sebelah kiri kamu,Za"kata Sekar.


Aza menolehkan kepalanya menatap gedung-gedung tinggi dan mengganggukkan kepalanya.


"Kamu mau belanja ya?"Aza mengangguk lagi atas ucapan Sekar "Masuk aja ngak-papa"


"Kalau gitu aku masuk dulu ya"


Ketiga wanita itu mengangguk menatap Aza yang meninggalkan mereka "Ngak salah pilih memang Tuan Dev"lirih Manda saat menatap kecantikan Aza. Sekar dan Intan menganggukkan kepalanya menyetujui pekataan lirih Manda.


Aza memasuki toko yang di jaga oleh wanita cantik.


Aza tersenyum sebentar lalu melangkahkan kakinya menyusuri rak-rak di sana. Tanganya mengambil beberapa snack makanan ringan,minuman bersoda,es krim cup dan contongan.


Langkah kakinya menelusuri setiap rak-rak tak terlewatkan,benar-benar bukan supermarket kecil ini mah pikirnya.


Setelah keranjang yang ia bawa penuh dengan apa yang ia mau. Ia berjalan kearah kasir untuk membayarnya.


"Mbaknya baru pindahan?"Tanya wanita penjaga kasir itu sambil menscrol belanjaan Aza.


Aza mengangguk "Iya mbk"


"Istrinya Tuan Dev?"Tanyanya lagi. Aza membalasnya dengan anggukkan lagi.


Setelah selesai ia membayarnya dengan uang yang tadi di beri oleh Dev. Melangkahkan kakinya keluar supermarket dengan dua kresek putih besar di tangannya.


"Saya permisi ya"ucap Aza ramah saat melewati mereka. Mereka mengangguk seraya tersenyum.


"Huffttt,gila semuanya kenal semua sama Dev. Sepopuler itukah dirinya"kesal Aza menata minuma soda dan es krim ke kulkas.


_


_


_


_


Like,komennya😚


Sorry ngak update ya! urusan real life soalnya.