After The Breakup

After The Breakup
BAB 47 Tanpa Aza



Ijab qabul sudah terucap dengan sekali tarikan napas oleh Bryan,membuat seisi ruangan lega dan berbahagia. Viona yang masih duduk di sebelah sang suami masih belum percaya bahwa dirinya sekarang adalah istri dari Bryan Fredick.


Menggegam tangan suami dan menyiumnya begitupun Bryan mengecup kening sang istri dengan di saksikan para tamu yang hadir.


"Sekarang kalian sudah sah menjadi suami istri"ucap penghulu tersebut kepada sepasang kedua pengantin itu.


Acara berlanjut para tamu menyalami kedua pengantin untuk mengucapkan selamat.


"Wihh selamat bro! akhirnya temen gue udah ganti status. Ntar malam jebol gawang ngak nih"goda Fredo membuat kedua pipi Vio langsung berubah merah mendengarnya.


"Aww sakit,sayang"keluh Fredo saat mendapat cubitan di lengannya.


"Ihh kamu mah! tuh lihat muka pengantin barunya udah kayak kepiting direbus"bukannya membela Je malah tambah menggoda sahabatnya itu.


"Apaan lo cuma nambah muka merah aja Je"kata Tania menimbrung ucapan suami istri itu.


Viona benar-benar malu mendengar godaan itu tapi tidak Bryan dia dengan sikap coolnya sama sekali tidak berpengaruh atas ucapan itu.


"Selamat Bry! jangan lupa buatin ponakan buat gue"ucap Dev memberi selamat dan menepuk pundak sahabatnya itu.


"Tentu jika gawangnya siap di masukin"balas Bryan meladeni ucapan absurd sahabatnya itu. Vio langsung melototkan matanya mendengar perkataan yang keluar dari seorang yang baru beberapa menit menjadi suaminya itu.


"Selamat Bry!"kali ini ucapan biasa keluar dari mulut Bagas. Bryan membalas jabatan tangan itu dan tersenyum.


"Selamat,sayang"Je sambil memeluk Vio. Vio membalas pelukan itu dan melepaskannya.


"Terima kasih yah Je,kalau ngak ada lo gue ngak tahu harus gimana,Aza ngak ada disini dan Tania lagi hamil jadi ngak mungkin gue minta bantuan ke dia"ucap Vio kepada wanita yang sedang memegang pundaknya itu.


"Lo sekarang juga sahabat gue Vi! kenapa berterima kasih segala,gue masih berharap sih sebenarnya kalau Aza akan datang. Yah tapi mau bagaimana lagi"balasnya.


"Udah ah ngak usah haru-haru gitu,antriannya udah panjang Aza juga udah telfon nih!"Tania menengahi mereka yang sedang bersedih haru.


Tania mendekat dan memeluk sahabatanya itu "Selamat yah,sayang"


"Jangan lupa buatin ponakan buat gue,pesan temen sableng lo Vi"bisik Tania tepat ditelinga Vio.


Vio langsung gugup seakan-akan tenggorokannya terganjal sesuatu membuatnya sulit berbicara.


Mereka turun dari panggung untuk bergantian dengan para tamu yang sudah mengantri untuk memberi selamat pada pengantin itu.


Mereka ber-lima duduk di satu meja yang membundar bersama. Tania langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Aza dengan panggilan Vidio Call. Tak lama tampak wajah Aza dari layar ponsel Tania.


"Dimana Vio"Tanya Aza dari sebrang sana.


"Noh"balas Tania sambil mengarahkan kameranya kearah pengantin yang sedang bersalaman dengan para tamu.


"Masih lama Tan?"


"Udah dari tadi sih! ini juga udah sore bentar lagi turun istirahat buat resepsi nanti malam"terang Tania.


Je langsung mendekat dan tersenyum menaik turunkan alisnya "Kalau udah begini masih ngak mau pulang lo"


Aza mengerucutkan bibirnya kesal "Sialan lo Je! yang ngak mau pulang siapa,gue terjebak disini Je"


Tania dan Je tertawa melihat wajah Aza "Gimana urusan lo,Za?"Tanya Tania menghentikan tawa mereka.


"Berapa hari disana,Za"Tanya Bagas menimbrung ucapan kedua wanita itu.


Tania mengarahkan kameranya ke Bagas yang dan terlihat di kamera ketiga pria tampan itu.


Aza yang sedang makan cemilanpun menjawab pertanyaan sahabat laki-lakinya itu "Ngak tahu juga sih Gas,nanti lihat Miss Elle apa masih ada jadwal disana. Lo tahu sendiri Miss Elle suka dadakan"balas Aza sambil menopang kepalanya dengan tangan.


"Jika berhasil hadiahnya yabg gue denger ada beasiswa S2nya?"Tanya Bagas lagi yang di angguki Aza.


"Iya,itupun sebagai loncatan menjadi desagner terkenal bagus juga. Kayak gue ini"jawab Aza sambil terkekeh. Ketiga pria itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Gimana kabar kamu,Sing?"kali ini pertenyaan muncul dari pria yang sudah dua bulan ini Aza rindukan.


"Apa tanya-tanya?"balas Aza dengan jutek.


"Hidih ngambek"Dev sambil mengambil ponsel Tania dan menatao sang pemilik. Tania hanya menganggukkan kepalanya menyetujui.


"Ngak mau lihat si Vio kamu?"


"Mana?"tanya Aza balik.


"Tuh"benar saja Dev mengarahkan kameranya kearah sepasang pengantin yang berjalan kearah mereka.


Pengantin itu duduk dengan mengambil kursi yang lainnya karena kursi di meja itu sudah di duduki semua.


"Aza ngak telfon?"Vio sambil duduk di kursi yang diambilkan Bryan.


"Udah! itu lagi bicara sama Dev"ujar Tania.


Dev menyodorkan ponsel Tania ke Vio. Vio menerimanya dan menatap wajah seseorang dari sebrang sana "Zazolll"ucap Vio sambil memincingkan matanya.


"Apa?kengen yah sama gue?ngomong-ngomong happy wedding yah,sayang"


Vio tersenyum "Wedding gue akan lebih lengkap kalau ada lo,Za"


"Gue minta maaf Vi ngak bisa dateng. Gue juga udah coba minta ijin ke Miss Elle tapi yah mau gimana lagi"terang Aza mencoba merayu Vio.


"Honeymoon dimana?ngak mau ke Paris aja?ketemu gue yah sekalian nengokin gue"imbuh Aza.


Vio langsung tersipu malu mendengar penuturan Aza sambil memalingkan wajahnya dia berkata"Ngak ada rencana buat honeymoon,tapi bolehlah nanti coba lihat jadwal Bryan sama gue dulu"


Acara pernikahan sudah selesai mereka pergi berpamitan untuk pulang dan akan kembali nanti malam menghadiri resepsi nanti malam.


_


_


_


_


Like,komennya😍