
Hari ini adalah hari dimana Aza akan pergi ke negeri yang sudah 7 tahun ia menetap di sana. London yah Aza akan pergi ke London hari ini sesuai yang dia tepati,dimana rancangan dia di pilih Miss Elle pemilik perusahaan, untuk mewakili fashion show di Paris.
"Jaga kesehatan! minum vitamin yang sudah papa siapkan,Za!"titahnya pada sang putri.
Aza yang sedari tadi mendengarkan nasehat-nasehat dari papa dan kakaknya menghembuskan napasnya pelan "Iya papaku sayang,Aza akan minum dan jaga kesehatan"
"Inget pesen kakak!"kali ini Aditya menimpali untuk menasehati adik perempuan satu-satunya ini.
"Hemm"
"Apa coba?"
"No drink,no alcohol and no smoking!"terang Aza kepada sang kakak yang sedang mengembangkan senyumnya.
"Ingat juga sekarang kamu udah milik Dev! jaga diri kamu dari pria lain! jangan kecewain dia"ucap Aditya sambil melirik Dev yang ada di sampingnya.
Aza melirik Dev dan tersenyum lalu melihat kearah depan kakak dan papanya yang sedang berdiri melihat tingkahnya.
"Iya Aza kan setia! buktinya 7 tahun ngak pernah deket ke pria lain"ujar Aza santai membuat wajah Dev sudah memerah mendengar itu.
plak
Satu pukulan mendarat di jidat Aza dari sang kakak laki-lakinya itu.
"Sakit kak!"Aza mengusap jidatnya sambil menatap Aditya horor.
"Tak tahu malu"cibir Aditya.
"Kan kenyataannya,kalau tidak setia udah Aza bawa bule pulang kerumah buat kenalin ke papa"
Dev langsung menatap tajam kearah tunangannya itu hingga membuat Aza salah tingkah shitt...salah ngomong kan gue batin Aza sambil nyengir kuda.
Wahyu hanya menggelengkan kepalanya "Udah-udah! nanti kamu terlambat,Za. Sering-sering kabarin papa!"Wahyu sambil memeluk sang putri
"Jaga diri baik-baik"Aza hanya mengangguk dan melepaskan pelukannya.
"Papa juga jaga kesehatan!"
Aza bergeser kehadapan Aditya dan memeluknya "Aza titip papa kak,kakak jaga kesehatan juga"
Aditya melepaskan pelukannya dan mengusap puncak kepala Aza sayang.
Tak lama Qila dan Eva datang yang baru turun dari mobil "Onty-onty"Teriak Qila sambil berlari kearah Aza dan memeluknya erat.
"Onty jadi pergi?"Tanya Qila mengadahkan mukanya agar bisa melihat wajah Ontynya itu.
Aza mengelus rambut Qila "Hemm...kamu sekolah yang bener! jangan nakal-nakal,jangan kebanyakan nonton mas Kai"
Qila melepaskan pelukannya "Mana ada, Mas Kai calon suami aku Onty"
"Hidihhh ntar Onty duluan yang rebut dia dari kamu"Aza sambil bergidik memeperagakan di depan Qila.
"Cih! Onty mau selingkuh dari Om Dev?tuh Om lihat Onty mau selingkuh!"ujar Qila sambil menatap tajam Onty di depannya.
"Pujaan Ontykan mas dudanya mbk Kyo!"balas Aza mengerlingkan matanya kearah sang keponakan.
"Istigfar Onty! mbk Kyo yang cantuiknya kayak dewi aja jadi mantan,ehhh Onty yang cuma butiran...."
"Butiran berlian"sargah Aza sebelum Qila melanjutkan bicaranya.
"Apa?apa?Onty mau ke Korsel mau ketemu sama mas duren dan mas Kai"ucap Aza memanas-manasin keponakan didepannya.
Qila mencibik kesal "Palingan juga opa ngak bolehin! ya kan opa?"Tanya Qila sambil menatap sang kakek di belakang Ontynya.
"Udah-udah kalian ini malah ribut! buruan berangkat sana"titah Wahyu melerai perebutan Oppa-oppa korea itu.
Aza menurutti perkataan sang bapak negara dan berpamitan kepada sang kakak ipar terlebih dahulu dan berjalan kearah mobil sambil berteriak "Mas Kai dan Mas Duren I'm Coming"Aza sambil terkekeh.
"Onty"seru Qila setelah mendengar perkataan Aza.
Aza tertawa puas tanpa melihat kearah sang keponakan yang sudah memerah marah.
Dev menjalankan mobilnya diam tanpa melihat kearah Aza. Yah Dev yang akan mengantar Aza sampai bandara.
Aza yang menyadari itu menatap sang tunangan menarik kedua sudut bibirnya "Kenapa Ayy? cemburu?"godanya sambil menatap Dev mendekat.
Dev tak memghiraukan ucapan Aza dan tetap menatap lurus kedepan.
"Ayy...iya-iya maaf"rayu Aza tak pantang menyerah.
"Kenapa pakai bilang begitu segala"ucap Dev dengan pandangan yang tetap lurus kedepan.
"Yah siapa sih yang ngak suka sama mas duren,sarang duwit lagi"Aza sambil terkekeh.
"Ayy jangan marah! berhentiin dulu mobilnya"titahnya sambil memegang lengan Dev.
Dev tak menghiraukan titahan sang tunangan hanya melirik sekilas melihat Aza. Aza tak pantang menyerah mencoba meredam kecemburuan sang kekasih "Ayy berhenti dulu! atau aku nekat"Aza sambil memegang pintu mobil mencoba menakut-nakuti Dev.
Dev langsung menepikan mobilnya melihat aksi gila Aza "Apa kau sudah gila hah"Teriak Dev kepada Aza.
Aza tersenyum lebar karena aksinya berhasil. Aza tak memperdulikan terikan itu dan mendekat kearah Dev.
*Cup
Cup*
Dua kecupan mendarat di bibir seksi Dev "Jangan marah"ucapnya sambil tersenyum manis yang mampu membuat iman seorang Devano lemah.
"Jangan pernah lakuin itu lagi!"
"Lakuin apa? yang mana,sayang?"tanyanya sambil menaik turunkan alisnya.
Dev dibuat senyum-senyum sendiri melihat tingkah Aza yang menggemaskan itu,menciummi semua wajah Aza dari kening,pipi,kedua mata Aza,hidung dan tak lupa bibir.
Aza menerima itu dan menjauhkan badan Dev "Ihhh geli tahu"
"Semuanya aku ngak suka sama Oppa-oppa kamu itu apalagi ngelakuin tindakan kayak tadi,bahaya!"kata Dev sambip menyentil dahi Aza.
Aza mencibik "Sakit...perasaan sedari tadi di jitak mulu nih jidat! kan aset perusahaan Nata Fashion"Aza sambil mengusap jidatnya dan menatap horor kearah Dev.
"Aset apaan"Dev menjalankan mobilnya lagi dan melanjutkan jalannya menuju bandara.
Satu jam perjalanan menuju bandara. Sambil menarik koper sang kekasih dan berjalan di sampingnya mereka berjalan memasuki bandara.
Banyak orang yang menatap kagum dan terkejut melihat kearah pasangan kekasih itu. Ada yang tahu dan tidak siapa Devano Yoga Pranata itu.
Aza dan Dev tak memperdulikan tatapan itu. Berjalan kearah pintu masuk kedalam.
Aza berbalik dan menatap lekat manik pria di depannya itu "Aku pergi dulu yah! salamin buat Tante sama Om maaf ngak bisa pamitan langsung"
Dev mengusap puncak kepala Aza,ada rasa tak rela ia melepaskan sang tunangan pergi jauh darinya tapi mau bagaimana lagi,demi cita-cita sang kekasih menjadi desagner terbaik dan terkenal membuatnya menyampingkan egonya.
"Jangan nakal! kabarin terus apalagi kalau ada masalah"
Aza mengangguk dan memeluk Dev erat,enggan rasanya dia meninggalkan sang kekasih apalagi mereka baru berbaikan dan merajut asa baru "Aku bakalan kangen Ayy"ucapnya sambil menelusupkan kepalanya di dada Dev.
Dev membalas pelukan itu dan menghirup aroma rambut Aza dalam-dalam "Capailah dulu apa yang ingin kamu capai,sayang! setelah itu aku akan bawa Ayah sama Bunda kerumah kamu buat nglamar kamu secara resmi"
Aza mendongakkan kepalanya dan tersenyum "Ngak mau langsung dibawa ke penghulu ajah?"godanya dengan nada manja.
"Ya sudah nanti langsung ke penghulu setelah kamu pulang!"kata Dev sambil tersenyum.
"Haha bercanda"Aza sambil melongarkan pelukannya menatap lekat Dev.
"Aku akan urus semuanya! pernikahan apa yang kamu mau bilang aja! jadi setelah kamu pulang tinggal bayar tunai doang"ujar Dev lalu mencium kening Aza lama.
Aza memejamkan matanya menikmati ciuman dikeningnya,dia terharu mendengar penuturan Dev kalau dirinya benar-benar serius ingin membawa Aza ke jenjang pernikahan.
Hingga bunyi pemberitahuan jika pesawat yang ingin Aza tumpangi akan lepas landas dalam lima belas menit lagi "Aku masuk yah! aku mencintaimu Ayy"ucapnya sambil menarik koper dari tangan Dev.
Dev mengangguk dan mengecup singkat bibir Aza "Jaga kesehatan jauhin mata dari laki-laki"
Aza tersenyum "Kamu juga!"katanya sambil melangkahkan kakinya menjauh.
Aza berbalik dan melihat kebelakang dan tersenyum "Bayyy...Love You"lambaian tangan mengakhiri perpisahan itu.
Dev membalas lambaian itu dan tersenyum "Love You Too"
Perpisahan untuk bisa mencapai cita-cita membuat rasa cinta dari kedua manusia itu ikut berpisah sesuai keadaan.
Aza berjalan masuk kebandara sambil memakai kaca mata hitamnya dengan tangan kiri menyeret kopernya.
dulu aku berpisah denganmu karena sakit hati atas egoku yang mendomisi,tapi sekarang aku meninggalkan negeri ini ke negeri yang ingin kutuju seperti dulu, adalah hal yang berbeda. Memang sama-sama merajut untuk cita-cita,tapi yang sekarang aku bahagia karena pergi dengan sejuta cinta dan kasih sayang dari orang sama. Devano aku mencintaimu dan tunggu aku pulang....batin Aza sambil tersenyum menatap pesawat di depannya.
_
_
_
_
Euy berpisah sedih author nihðŸ˜